Bansos Bencana untuk Sumatera Rp600 Miliar Siap Disalurkan, Kebutuhan Rp2 Triliun
Sabtu, 10 Januari 2026 - 14:44 WIB
loading...
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan Kementerian Sosial telah menyiapkan simulasi bantuan sosial adaptif kebencanaan untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana Sumatera. Foto/Tangkapan layar
A
A
A
ACEH - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan Kementerian Sosial telah menyiapkan simulasi bantuan sosial adaptif kebencanaan untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana Sumatera. Berdasarkan simulasi, total kebutuhan anggaran mencapai Rp2 triliun, dengan lebih dari Rp600 miliar telah siap disalurkan.
Pernyataan itu disampaikan Gus Ipul dalam rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana DPR bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (10/1/2026).
Gus Ipul merinci alokasi dana bansos yang telah disiapkan, mulai dari santunan ahli waris dan korban luka, jaminan hidup, isian hunian sementara dan hunian tetap, hingga pemberdayaan ekonomi.
Baca juga: Mendagri Minta Tambah BKO 5.000 Personel TNI-Polri untuk Bersihkan Lumpur Pascabencana Sumatera
“Kami sudah simulasi, kita sudah siapkan dana-dananya, untuk kebutuhan ahli waris dan korban luka ada Rp17 miliar lebih, untuk kebutuhan jaminan hidup lebih dari Rp326 miliar, kemudian isian huntara dan huntap sudah kami siapkan Rp169 miliar, dan pemberdayaan ekonomi kami sudah ada siap Rp141 miliar,” kata Gus Ipul.
Meski demikian, dana yang tersedia saat ini belum mencukupi seluruh kebutuhan ideal penanganan pascabencana. “Dari simulasi ini sebenarnya kebutuhannya Rp2 triliun, tetapi yang sudah siap sekarang untuk disalurkan lebih dari Rp600 miliar,” tambahnya.
Gus Ipul mengatakan, seluruh rincian kebutuhan dan kesiapan anggaran tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Keuangan. Selanjutnya, Kemensos menunggu persetujuan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana.
“Kami sudah lapor kepada Kementerian Keuangan, nanti memohon persetujuan Pak Mendagri, insyaallah pada tahap berikutnya akan dicukupi kebutuhan-kebutuhan dana untuk bansos adaptif kebencanaan,” ujarnya.
Selain bantuan tunai, Gus Ipul mengatakan Kemensos juga menyiapkan bantuan bagi keluarga korban bencana yang menempati hunian sementara maupun hunian tetap. Bantuan tersebut berupa isian rumah dengan nilai Rp3 juta per keluarga. “Untuk keluarga yang tinggal di hunian sementara atau hunian tetap, yaitu untuk isian rumah Rp3 juta,” jelas Gus Ipul.
Bantuan tersebut akan dilengkapi dengan dukungan pemberdayaan ekonomi guna mendorong pemulihan ekonomi keluarga terdampak bencana. “Nanti ditindaklanjuti dengan dukungan pemberdayaan untuk pemulihan ekonomi, tentu nanti berdasarkan hasil asesmen sebesar Rp5 juta per keluarga, yang tadi juga per keluarga,” tambahnya.
Selain itu, Gus Ipul juga mengatakan bahwa Kemensos akan memberikan dukungan jaminan hidup berupa uang makan bagi setiap keluarga korban bencana selama tiga bulan. “Sementara ada dukungan jaminan hidup untuk pembelian lauk pauk sebesar Rp450 ribu per hari per orang selama tiga bulan,” tuturnya.
Pernyataan itu disampaikan Gus Ipul dalam rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana DPR bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (10/1/2026).
Gus Ipul merinci alokasi dana bansos yang telah disiapkan, mulai dari santunan ahli waris dan korban luka, jaminan hidup, isian hunian sementara dan hunian tetap, hingga pemberdayaan ekonomi.
Baca juga: Mendagri Minta Tambah BKO 5.000 Personel TNI-Polri untuk Bersihkan Lumpur Pascabencana Sumatera
“Kami sudah simulasi, kita sudah siapkan dana-dananya, untuk kebutuhan ahli waris dan korban luka ada Rp17 miliar lebih, untuk kebutuhan jaminan hidup lebih dari Rp326 miliar, kemudian isian huntara dan huntap sudah kami siapkan Rp169 miliar, dan pemberdayaan ekonomi kami sudah ada siap Rp141 miliar,” kata Gus Ipul.
Meski demikian, dana yang tersedia saat ini belum mencukupi seluruh kebutuhan ideal penanganan pascabencana. “Dari simulasi ini sebenarnya kebutuhannya Rp2 triliun, tetapi yang sudah siap sekarang untuk disalurkan lebih dari Rp600 miliar,” tambahnya.
Gus Ipul mengatakan, seluruh rincian kebutuhan dan kesiapan anggaran tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Keuangan. Selanjutnya, Kemensos menunggu persetujuan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana.
“Kami sudah lapor kepada Kementerian Keuangan, nanti memohon persetujuan Pak Mendagri, insyaallah pada tahap berikutnya akan dicukupi kebutuhan-kebutuhan dana untuk bansos adaptif kebencanaan,” ujarnya.
Selain bantuan tunai, Gus Ipul mengatakan Kemensos juga menyiapkan bantuan bagi keluarga korban bencana yang menempati hunian sementara maupun hunian tetap. Bantuan tersebut berupa isian rumah dengan nilai Rp3 juta per keluarga. “Untuk keluarga yang tinggal di hunian sementara atau hunian tetap, yaitu untuk isian rumah Rp3 juta,” jelas Gus Ipul.
Bantuan tersebut akan dilengkapi dengan dukungan pemberdayaan ekonomi guna mendorong pemulihan ekonomi keluarga terdampak bencana. “Nanti ditindaklanjuti dengan dukungan pemberdayaan untuk pemulihan ekonomi, tentu nanti berdasarkan hasil asesmen sebesar Rp5 juta per keluarga, yang tadi juga per keluarga,” tambahnya.
Selain itu, Gus Ipul juga mengatakan bahwa Kemensos akan memberikan dukungan jaminan hidup berupa uang makan bagi setiap keluarga korban bencana selama tiga bulan. “Sementara ada dukungan jaminan hidup untuk pembelian lauk pauk sebesar Rp450 ribu per hari per orang selama tiga bulan,” tuturnya.
(rca)
Lihat Juga :