Kurikulum Koperasi Dorong Koperasi Mahasiswa sebagai Inkubator Wirausaha
Kamis, 08 Januari 2026 - 23:23 WIB
loading...
Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan ADEKMI bekerja sama dengan orum Koperasi Indonesia (Forkopi) dan Ikopin University, Kamis (8/1/2026). Foto/Istimewa
A
A
A
SUMEDANG - Kurikulum Mata Kuliah Koperasi di perguruan tinggi diarahkan untuk memperkuat peran koperasi mahasiswa sebagai inkubator kewirausahaan serta mendorong lahirnya koperasi modern berbasis digital dan berkelanjutan. Hal tersebut dipaparkan Purwanto, dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan ADEKMI bekerja sama dengan orum Koperasi Indonesia (Forkopi) dan Ikopin University, Kamis (8/1/2026).
Dalam pemaparannya, Prof Purwanto menempatkan kurikulum koperasi sebagai bagian dari implementasi Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, khususnya dalam penguatan ideologi Pancasila, pengembangan kewirausahaan, serta pembangunan sumber daya manusia.
Ia menegaskan pentingnya peran koperasi mahasiswa. “Koperasi mahasiswa sebagai inkubator wirausaha,” ujarnya.
![Kurikulum Koperasi Dorong Koperasi Mahasiswa sebagai Inkubator Wirausaha]()
Menurutnya, tujuan utama inkubator usaha tersebut adalah mahasiswa menjadi wirausaha dengan paradigma koperasi serta menjadikan koperasi mahasiswa sebagai hub penumbuhan wirausaha mahasiswa.
Prof Purwanto juga memaparkan kondisi koperasi mahasiswa di Indonesia yang saat ini berjumlah 526 koperasi mahasiswa, dengan unit usaha yang masih didominasi layanan konvensional seperti fotokopi, toko ritel, percetakan, kantin, tiket, dan merchandise kampus.
Untuk itu, ia mendorong pengembangan bisnis koperasi mahasiswa ke arah usaha pencipta lapangan kerja, usaha berbasis inovasi, dan usaha berbasis digital. Dalam konteks koperasi modern digital, kurikulum mata kuliah koperasi dirancang dengan pendekatan teknologi dan kewirausahaan.
Dia menyebutkan tiga pilar utama, yakni “Platform Cooperative (Koperasi Platform)”, “Tata Kelola Modern & Blockchain”, serta “Agregasi UMKM.” Selain digitalisasi, Prof Purwanto juga menekankan pentingnya pengembangan Koperasi Hijau.
Dalam paparannya disebutkan bahwa koperasi hijau mencakup dimensi lingkungan, sosial, dan tata kelola. Prof Purwanto memaparkan tahapan pengembangan koperasi hijau mulai dari “Terpenuhinya Prinsip Koperasi”, “Perencanaan ESG dan GEDSI dalam Kegiatan Koperasi”, hingga “Implementasi ESG dan GEDSI dalam Koperasi.”
Ia juga menjelaskan bahwa prinsip ESG meliputi “Environmental – Social Governance”, sementara GEDSI mencakup “Gender Equality, Disability, and Social Inclusion.” Prinsip-prinsip koperasi seperti keanggotaan sukarela, kontrol anggota yang demokratis, partisipasi ekonomi anggota, hingga perhatian kepada komunitas tetap menjadi fondasi utama.
Dalam aspek pembelajaran, Prof Purwanto memaparkan metode pengajaran dengan komposisi “Teori: 60 persen dan Praktek: 40 persen,” yang diperkuat dengan magang industri, proyek akademik berbasis industri, co-teaching, serta keterlibatan dewan penasihat industri.
FGD ini menjadi forum pembahasan penguatan kurikulum mata kuliah koperasi yang relevan dengan tantangan digital, kewirausahaan, dan pembangunan berkelanjutan, sekaligus menempatkan koperasi mahasiswa sebagai instrumen strategis dalam mencetak wirausaha berbasis nilai kebersamaan.
FGD nasional ini menghadirkan akademisi dan praktisi antara lain, Keynote Speech, Prof. Agus Pakpahan, M.S., Ph.D, Rektor Ikopin University, Prof. Dr. Purwanto, M.Si, Prof. Dr. Muhammad Asdar, Prof. Dr. Sugiyanto dan Prof. Ahmad Subagyo.
Dalam pemaparannya, Prof Purwanto menempatkan kurikulum koperasi sebagai bagian dari implementasi Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, khususnya dalam penguatan ideologi Pancasila, pengembangan kewirausahaan, serta pembangunan sumber daya manusia.
Ia menegaskan pentingnya peran koperasi mahasiswa. “Koperasi mahasiswa sebagai inkubator wirausaha,” ujarnya.
.jpg)
Menurutnya, tujuan utama inkubator usaha tersebut adalah mahasiswa menjadi wirausaha dengan paradigma koperasi serta menjadikan koperasi mahasiswa sebagai hub penumbuhan wirausaha mahasiswa.
Prof Purwanto juga memaparkan kondisi koperasi mahasiswa di Indonesia yang saat ini berjumlah 526 koperasi mahasiswa, dengan unit usaha yang masih didominasi layanan konvensional seperti fotokopi, toko ritel, percetakan, kantin, tiket, dan merchandise kampus.
Untuk itu, ia mendorong pengembangan bisnis koperasi mahasiswa ke arah usaha pencipta lapangan kerja, usaha berbasis inovasi, dan usaha berbasis digital. Dalam konteks koperasi modern digital, kurikulum mata kuliah koperasi dirancang dengan pendekatan teknologi dan kewirausahaan.
Dia menyebutkan tiga pilar utama, yakni “Platform Cooperative (Koperasi Platform)”, “Tata Kelola Modern & Blockchain”, serta “Agregasi UMKM.” Selain digitalisasi, Prof Purwanto juga menekankan pentingnya pengembangan Koperasi Hijau.
Dalam paparannya disebutkan bahwa koperasi hijau mencakup dimensi lingkungan, sosial, dan tata kelola. Prof Purwanto memaparkan tahapan pengembangan koperasi hijau mulai dari “Terpenuhinya Prinsip Koperasi”, “Perencanaan ESG dan GEDSI dalam Kegiatan Koperasi”, hingga “Implementasi ESG dan GEDSI dalam Koperasi.”
Ia juga menjelaskan bahwa prinsip ESG meliputi “Environmental – Social Governance”, sementara GEDSI mencakup “Gender Equality, Disability, and Social Inclusion.” Prinsip-prinsip koperasi seperti keanggotaan sukarela, kontrol anggota yang demokratis, partisipasi ekonomi anggota, hingga perhatian kepada komunitas tetap menjadi fondasi utama.
Dalam aspek pembelajaran, Prof Purwanto memaparkan metode pengajaran dengan komposisi “Teori: 60 persen dan Praktek: 40 persen,” yang diperkuat dengan magang industri, proyek akademik berbasis industri, co-teaching, serta keterlibatan dewan penasihat industri.
FGD ini menjadi forum pembahasan penguatan kurikulum mata kuliah koperasi yang relevan dengan tantangan digital, kewirausahaan, dan pembangunan berkelanjutan, sekaligus menempatkan koperasi mahasiswa sebagai instrumen strategis dalam mencetak wirausaha berbasis nilai kebersamaan.
FGD nasional ini menghadirkan akademisi dan praktisi antara lain, Keynote Speech, Prof. Agus Pakpahan, M.S., Ph.D, Rektor Ikopin University, Prof. Dr. Purwanto, M.Si, Prof. Dr. Muhammad Asdar, Prof. Dr. Sugiyanto dan Prof. Ahmad Subagyo.
(rca)
Lihat Juga :