Unpas Bandung Gelar Festival Komunikasi Budaya 2026
Rabu, 07 Januari 2026 - 15:26 WIB
loading...
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Unpas angkatan 2024 menyelenggarakan Festival Komunikasi Budaya 2026. Kegiatan digelar di Aula Suradiredja, Kampus I Unpas Lengkong, Bandung, 6-7 Januari 2026. Foto: Ist
A
A
A
BANDUNG - Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pasundan (Unpas) angkatan 2024 menyelenggarakan Festival Komunikasi Budaya 2026. Kegiatan bertema "Sawala Rupa Pasundan: Sadulur Sabilulungan" ini digelar di Aula Suradiredja, Kampus I Unpas Lengkong, Bandung.
Acara yang digelar pada 6-7 Januari 2026 ini merupakan tugas dari Mata Kuliah Komunikasi Budaya dan Kearifan Lokal.
Ketua Pelaksana Nur Ratih Devi Affandi mengatakan, festival ini diadakan sebagai bentuk komitmen Prodi Ilmu Komunikasi Unpas dalam melestarikan budaya, khususnya budaya Sunda sebagai budaya lokal sekaligus memperkenalkan budaya nasional kepada mahasiswa.
Baca juga: Saung Jati Baba Perkenalkan Budaya Sunda lewat Pariwisata
“Kami juga ingin budaya itu bukan sekadar teori tetapi juga bisa dikomunikasikan secara langsung," ujarnya, Rabu (7/1/2026).
Terdapat 15 budaya Sunda dan 8 budaya nasional yang ditampilkan pada festival ini. Selain itu, ada makanan tradisional, upacara adat, tarian adat, dan pakaian adat. "Festival ini bisa saya katakan menjadi trendsetter di Indonesia yang dilakukan Prodi Ilmu Komunikasi," katanya.
Tantangan yang mahasiswa hadapi ketika melakukan riset budaya yang dipilih dan ditampilkan. Mahasiswa juga harus paham filosofi budaya yang mereka tampilkan.
Kaprodi Ilmu Komunikasi Unpas Vera Hermawan menuturkan Festival Komunikasi Budaya merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya. Jika pada tahun sebelumnya menampilkan budaya nasional dan internasional, khusus tahun ini Prodi Ilmu Komunikasi Unpas memunculkan budaya Kepasundanan.
"Ketika mahasiswa ingin ngamumule (melestarikan) budaya Sunda, tentunya kita harus mempunyai sebuah cara agar mereka suka. Minimal mereka berlatih atau mendalami sejarah budaya itu sendiri," kata Vera.
Menurut dia, esensi Festival Komunikasi Budaya ini bukan hanya mengenalkan dalam konsep event, justru yang ditawarkan bagaimana mahasiswa mampu menginternalisasi budaya itu sendiri dan mereka mempertunjukan dalam sebuah khas kesenian di masing-masing wilayahnya.
Dekan FISIP Unpas Kunkurat yang membuka Festival Komunikasi Budaya mengapresiasi karena acara ini bukan sebagai kegiatan rutin saja, tapi dari angkatan ke angkatan muncul kebaruan di antaranya tema yang dikaitkan selalu menjadi aktual berkaitan dengan kehidupan.
"Seni itu bagian dari budaya, maka itu simbolnya penuh dengan nilai yang jadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ucapnya.
Acara yang digelar pada 6-7 Januari 2026 ini merupakan tugas dari Mata Kuliah Komunikasi Budaya dan Kearifan Lokal.
Ketua Pelaksana Nur Ratih Devi Affandi mengatakan, festival ini diadakan sebagai bentuk komitmen Prodi Ilmu Komunikasi Unpas dalam melestarikan budaya, khususnya budaya Sunda sebagai budaya lokal sekaligus memperkenalkan budaya nasional kepada mahasiswa.
Baca juga: Saung Jati Baba Perkenalkan Budaya Sunda lewat Pariwisata
“Kami juga ingin budaya itu bukan sekadar teori tetapi juga bisa dikomunikasikan secara langsung," ujarnya, Rabu (7/1/2026).
Terdapat 15 budaya Sunda dan 8 budaya nasional yang ditampilkan pada festival ini. Selain itu, ada makanan tradisional, upacara adat, tarian adat, dan pakaian adat. "Festival ini bisa saya katakan menjadi trendsetter di Indonesia yang dilakukan Prodi Ilmu Komunikasi," katanya.
Tantangan yang mahasiswa hadapi ketika melakukan riset budaya yang dipilih dan ditampilkan. Mahasiswa juga harus paham filosofi budaya yang mereka tampilkan.
Kaprodi Ilmu Komunikasi Unpas Vera Hermawan menuturkan Festival Komunikasi Budaya merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya. Jika pada tahun sebelumnya menampilkan budaya nasional dan internasional, khusus tahun ini Prodi Ilmu Komunikasi Unpas memunculkan budaya Kepasundanan.
"Ketika mahasiswa ingin ngamumule (melestarikan) budaya Sunda, tentunya kita harus mempunyai sebuah cara agar mereka suka. Minimal mereka berlatih atau mendalami sejarah budaya itu sendiri," kata Vera.
Menurut dia, esensi Festival Komunikasi Budaya ini bukan hanya mengenalkan dalam konsep event, justru yang ditawarkan bagaimana mahasiswa mampu menginternalisasi budaya itu sendiri dan mereka mempertunjukan dalam sebuah khas kesenian di masing-masing wilayahnya.
Dekan FISIP Unpas Kunkurat yang membuka Festival Komunikasi Budaya mengapresiasi karena acara ini bukan sebagai kegiatan rutin saja, tapi dari angkatan ke angkatan muncul kebaruan di antaranya tema yang dikaitkan selalu menjadi aktual berkaitan dengan kehidupan.
"Seni itu bagian dari budaya, maka itu simbolnya penuh dengan nilai yang jadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ucapnya.
(jon)
Lihat Juga :