Listrik 15 Masjid di Aceh Pulih, Azan Kembali Menggema
Jum'at, 02 Januari 2026 - 21:03 WIB
loading...
Setelah sunyi selama sebulan, suara azan kembali menggema di Aceh pascabencana. Warga Serambi Makkah berbondong-bondong menunaikan salat Jumat pertama pada awal tahun 2026, Jumat (2/1/2026). Foto: Ist
A
A
A
ACEH TAMIANG - Setelah sunyi selama sebulan, suara azan kembali menggema di Aceh pascabencana. Warga Serambi Makkah berbondong-bondong menunaikan salat Jumat pertama pada awal tahun 2026, Jumat (2/1/2026).
Kondisi ini jauh berbeda dengan akhir November 2025 lalu saat banjir bandang dan longsor meluluhlantakkan Aceh. Bencana tersebut tidak hanya merusak rumah dan jalan, tetapi juga melumpuhkan tempat ibadah. Masjid terendam lumpur, instalasi listrik rusak, dan pengeras suara mati total.
Baca juga: Prabowo Janji Perbaiki Jembatan dan Bendungan di Aceh yang Terdampak Banjir
Merespons kondisi tersebut, PT PLN (Persero) hadir mempercepat pemulihan. Di sela tugas utama memulihkan sistem kelistrikan, tim PLN berinisiatif membersihkan sarana ibadah yang terdampak.
Sejak Selasa (16/12/2025), PLN mengerahkan lebih dari 140 relawan dari seluruh Indonesia. Bekerja sama dengan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, mereka membersihkan material lumpur sekaligus memastikan keamanan instalasi listrik di rumah ibadah.
Berbekal sekop dan selang pemadam, tim PLN bahu-membahu bersama warga agar masjid dapat kembali menjadi pusat aktivitas keagamaan. Aksi ini difokuskan pada lima wilayah terdampak terparah yakni Aceh Tamiang, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Timur, dan Aceh Tengah.
Hingga saat ini, 15 masjid telah pulih sepenuhnya. "Masjid adalah urat nadi kehidupan masyarakat Aceh sekaligus simbol kebangkitan pascabencana. PLN tidak tinggal diam. Relawan kami kerahkan untuk menyisir setiap lokasi yang terdampak parah," ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo.
Selain pembersihan fisik, PLN juga menyalurkan bantuan Al-Qur'an, peralatan salat, paket sound system, hingga kubah masjid.
Kerinduan masyarakat untuk salat berjamaah kini terobati. Sulaiman, jemaah Masjid Al-Huda di Kuala Simpang mengungkapkan rasa syukurnya.
"Selama dua minggu kami berusaha membersihkan secara mandiri, namun keterbatasan alat membuat kami kewalahan. Kehadiran tim PLN dengan alat berat sangat membantu menyingkirkan lumpur tebal, sehingga kami bisa kembali melaksanakan salat Jumat," ujar Sulaiman.
Apresiasi senada datang dari Rudi Muharram, pengurus Masjid Al-Ikhwan Bener Meriah. Dia berterima kasih atas bantuan alat ibadah dan pemulihan fasilitas yang membuat masjid mereka kembali hidup.
Kondisi ini jauh berbeda dengan akhir November 2025 lalu saat banjir bandang dan longsor meluluhlantakkan Aceh. Bencana tersebut tidak hanya merusak rumah dan jalan, tetapi juga melumpuhkan tempat ibadah. Masjid terendam lumpur, instalasi listrik rusak, dan pengeras suara mati total.
Baca juga: Prabowo Janji Perbaiki Jembatan dan Bendungan di Aceh yang Terdampak Banjir
Merespons kondisi tersebut, PT PLN (Persero) hadir mempercepat pemulihan. Di sela tugas utama memulihkan sistem kelistrikan, tim PLN berinisiatif membersihkan sarana ibadah yang terdampak.
Sejak Selasa (16/12/2025), PLN mengerahkan lebih dari 140 relawan dari seluruh Indonesia. Bekerja sama dengan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, mereka membersihkan material lumpur sekaligus memastikan keamanan instalasi listrik di rumah ibadah.
Berbekal sekop dan selang pemadam, tim PLN bahu-membahu bersama warga agar masjid dapat kembali menjadi pusat aktivitas keagamaan. Aksi ini difokuskan pada lima wilayah terdampak terparah yakni Aceh Tamiang, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Timur, dan Aceh Tengah.
Hingga saat ini, 15 masjid telah pulih sepenuhnya. "Masjid adalah urat nadi kehidupan masyarakat Aceh sekaligus simbol kebangkitan pascabencana. PLN tidak tinggal diam. Relawan kami kerahkan untuk menyisir setiap lokasi yang terdampak parah," ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo.
Selain pembersihan fisik, PLN juga menyalurkan bantuan Al-Qur'an, peralatan salat, paket sound system, hingga kubah masjid.
Kerinduan masyarakat untuk salat berjamaah kini terobati. Sulaiman, jemaah Masjid Al-Huda di Kuala Simpang mengungkapkan rasa syukurnya.
"Selama dua minggu kami berusaha membersihkan secara mandiri, namun keterbatasan alat membuat kami kewalahan. Kehadiran tim PLN dengan alat berat sangat membantu menyingkirkan lumpur tebal, sehingga kami bisa kembali melaksanakan salat Jumat," ujar Sulaiman.
Apresiasi senada datang dari Rudi Muharram, pengurus Masjid Al-Ikhwan Bener Meriah. Dia berterima kasih atas bantuan alat ibadah dan pemulihan fasilitas yang membuat masjid mereka kembali hidup.
(jon)
Lihat Juga :