Peduli Lingkungan, Astra Dorong Anak Muda Ciptakan Solusi Berkelanjutan
Rabu, 31 Desember 2025 - 21:18 WIB
loading...
Generasi muda yang menghadirkan solusi berkelanjutan atas berbagai tantangan sosial jadi penerima penghargaan dari Astra. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Generasi muda didorong bisa berperan aktif menciptakan solusi berkelanjutan atas berbagai tantangan sosial. Solusi itu dihasilkan diharapkan berdampak nyata di berbagai bidang, di antaranya kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, dan teknologi.
Hal itu diwujudkan melalui penyelenggaraan Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2025 yang menjadi ruang apresiasi bagi anak-anak muda Indonesia yang menghadirkan solusi berkelanjutan.
Baca juga: Program Pemberdayaan Desa Astra Bangun Kemandirian Masyarakat
"Ini tidak hanya mengapresiasi gagasan, tetapi juga ketekunan dalam membangun dampak yang berkelanjutan. Inisiatif para penerima apresiasi menunjukkan bahwa perubahan sosial dapat dimulai dari kepedulian terhadap persoalan sekitar, lalu tumbuh melalui konsistensi, kolaborasi, dan keberanian mengambil peran. Astra percaya, ketika generasi muda diberi ruang dan kepercayaan, mereka mampu menjadi penggerak solusi yang relevan bagi masyarakat sekaligus fondasi penting bagi pembangunan Indonesia ke depan," ujar Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Rabu (31/12/2025).
Di bidang Kesehatan, penerima penghargaan Apresiasi SATU Indonesia Awards yakni Alvin Henri asal Sumatera Utara. Dia memulai inisiatifnya dari pengalaman pribadi saat menempuh pendidikan kedokteran. Alvin mengembangkan ruang belajar bersama yang berfokus pada pembelajaran praktis dan terstruktur. Inisiatif ini kemudian berkembang menjadi Medsense, sebuah platform edukasi medis digital yang menyediakan materi pembelajaran, latihan, serta evaluasi yang dapat diakses secara fleksibel oleh mahasiswa kedokteran hingga dokter.
Pada bidang Kewirausahaan, penerima penghargaan yakni Tatag Adi Sasono asal Jawa Timur yang mengembangkan Mitra Ternak Farm dari pengalaman menghadapi berbagai tantangan dalam merintis usaha peternakan desa. Keterbatasan modal, risiko penyakit ternak, dan rendahnya kepercayaan pasar menjadi hambatan yang harus dihadapi sejak awal.
Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Guyur Jakarta Sepanjang Hari Jelang Tahun Baru 2026
Berdasarkan pengalaman tersebut, Tatag membangun model titip ternak berbasis teknologi yang menghubungkan peternak lokal dengan mitra dari berbagai daerah, termasuk pekerjamigran Indonesia. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan antar pihak.
Sedangkan di bidang pendidikan penghargaan diberikan kepada Imelda Riris Damayanti asal DKI Jakarta asat kepeduliannya terhadap pentingnya penguatan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan dan dunia kerja. Ia menilai sejumlah kasus yang terjadi menunjukkan perlunya mekanisme penanganan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Melalui Never Okay Project, Imelda mengembangkan pendekatan pencegahan yang bersifat sistemik dengan melibatkan berbagai institusi lintas sektor seperti institusi pendidikan, organisasi tempat kerja, dan komunitas profesional.
Di bidang Lingkungan, penerima penghargaan yakni Hanzalah Rangkuti asal Sumatera Utara yang melihat persoalan
sampah plastik di kawasan wisata Bukit Lawang sebagai tantangan serius bagi kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat setempat. Kebiasaan membuang sampah ke sungai serta minimnya pengelolaan terpadu berdampak pada kualitas lingkungan dan daya tarik wisata.
Untuk menjawab persoalan tersebut, Hanzalah membangun Sumatera Trash Bank sebagai solusi pengelolaan sampah berbasis komunitas dengan pendekatan ekonomi sirkular. Inisiatif ini mendorong perubahan perilaku, menjaga kebersihan kawasan wisata, serta membuka peluang penghasilan tambahan bagi masyarakat.
Sementara itu, peraih penghargaan di bidang teknologi adalah Oka Bayu Pratama asal Jawa Timur yang mengembangkan solusi berbasis teknologi untuk mendukung perlindungan ekosistem laut.
Melalui SeeShark yang merupakan aplikasi berbasis kecerdasan buatan, Oka membantu proses identifikasi spesies hiu secara cepat dan akurat. Aplikasi ini memungkinkan nelayan untuk menghindari penangkapan spesies hiu yang dilindungi, sehingga mendukung keberlanjutan ekosistem laut.
Pemanfaatan teknologi ini berkontribusi pada peningkatan kualitas data perikanan serta mendukung praktik perikanan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Komitmen Astra untuk terus mendukung dan mengapresiasi peran aktif generasi muda dalam mencapai pembangunan Indonesia yang berkelanjutan ini sejalan dengan cita-cita untuk sejahtera bersama bangsa dan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.
Hal itu diwujudkan melalui penyelenggaraan Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2025 yang menjadi ruang apresiasi bagi anak-anak muda Indonesia yang menghadirkan solusi berkelanjutan.
Baca juga: Program Pemberdayaan Desa Astra Bangun Kemandirian Masyarakat
"Ini tidak hanya mengapresiasi gagasan, tetapi juga ketekunan dalam membangun dampak yang berkelanjutan. Inisiatif para penerima apresiasi menunjukkan bahwa perubahan sosial dapat dimulai dari kepedulian terhadap persoalan sekitar, lalu tumbuh melalui konsistensi, kolaborasi, dan keberanian mengambil peran. Astra percaya, ketika generasi muda diberi ruang dan kepercayaan, mereka mampu menjadi penggerak solusi yang relevan bagi masyarakat sekaligus fondasi penting bagi pembangunan Indonesia ke depan," ujar Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Rabu (31/12/2025).
Di bidang Kesehatan, penerima penghargaan Apresiasi SATU Indonesia Awards yakni Alvin Henri asal Sumatera Utara. Dia memulai inisiatifnya dari pengalaman pribadi saat menempuh pendidikan kedokteran. Alvin mengembangkan ruang belajar bersama yang berfokus pada pembelajaran praktis dan terstruktur. Inisiatif ini kemudian berkembang menjadi Medsense, sebuah platform edukasi medis digital yang menyediakan materi pembelajaran, latihan, serta evaluasi yang dapat diakses secara fleksibel oleh mahasiswa kedokteran hingga dokter.
Pada bidang Kewirausahaan, penerima penghargaan yakni Tatag Adi Sasono asal Jawa Timur yang mengembangkan Mitra Ternak Farm dari pengalaman menghadapi berbagai tantangan dalam merintis usaha peternakan desa. Keterbatasan modal, risiko penyakit ternak, dan rendahnya kepercayaan pasar menjadi hambatan yang harus dihadapi sejak awal.
Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Guyur Jakarta Sepanjang Hari Jelang Tahun Baru 2026
Berdasarkan pengalaman tersebut, Tatag membangun model titip ternak berbasis teknologi yang menghubungkan peternak lokal dengan mitra dari berbagai daerah, termasuk pekerjamigran Indonesia. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan antar pihak.
Sedangkan di bidang pendidikan penghargaan diberikan kepada Imelda Riris Damayanti asal DKI Jakarta asat kepeduliannya terhadap pentingnya penguatan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan dan dunia kerja. Ia menilai sejumlah kasus yang terjadi menunjukkan perlunya mekanisme penanganan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Melalui Never Okay Project, Imelda mengembangkan pendekatan pencegahan yang bersifat sistemik dengan melibatkan berbagai institusi lintas sektor seperti institusi pendidikan, organisasi tempat kerja, dan komunitas profesional.
Di bidang Lingkungan, penerima penghargaan yakni Hanzalah Rangkuti asal Sumatera Utara yang melihat persoalan
sampah plastik di kawasan wisata Bukit Lawang sebagai tantangan serius bagi kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat setempat. Kebiasaan membuang sampah ke sungai serta minimnya pengelolaan terpadu berdampak pada kualitas lingkungan dan daya tarik wisata.
Untuk menjawab persoalan tersebut, Hanzalah membangun Sumatera Trash Bank sebagai solusi pengelolaan sampah berbasis komunitas dengan pendekatan ekonomi sirkular. Inisiatif ini mendorong perubahan perilaku, menjaga kebersihan kawasan wisata, serta membuka peluang penghasilan tambahan bagi masyarakat.
Sementara itu, peraih penghargaan di bidang teknologi adalah Oka Bayu Pratama asal Jawa Timur yang mengembangkan solusi berbasis teknologi untuk mendukung perlindungan ekosistem laut.
Melalui SeeShark yang merupakan aplikasi berbasis kecerdasan buatan, Oka membantu proses identifikasi spesies hiu secara cepat dan akurat. Aplikasi ini memungkinkan nelayan untuk menghindari penangkapan spesies hiu yang dilindungi, sehingga mendukung keberlanjutan ekosistem laut.
Pemanfaatan teknologi ini berkontribusi pada peningkatan kualitas data perikanan serta mendukung praktik perikanan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Komitmen Astra untuk terus mendukung dan mengapresiasi peran aktif generasi muda dalam mencapai pembangunan Indonesia yang berkelanjutan ini sejalan dengan cita-cita untuk sejahtera bersama bangsa dan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.
(shf)
Lihat Juga :