Hari Kelima Pencarian KM Putri Sakinah Tenggelam di Labuan Bajo, 1 Korban Ditemukan
Selasa, 30 Desember 2025 - 11:59 WIB
loading...
Proses pencarian KM Putri Sakinah yang tenggelam di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, NTT memasuki hari kelima. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Proses pencarian KM Putri Sakinah yang tenggelam di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) memasuki hari kelima. Hari ini Selasa (30/12/2025), proses pencarian menemukan serpihan dinding KM Putri Sakinah.
"Pukul 08.12 WITA, Tim RBB Dipolair Polda NTT kembali menemukan serpihan KM Putri Sakinah (bagian dinding kapal)," kata Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman.
Fathur juga mengonfirmasi perihal penemuan korban tenggelam merupakan satu dari empat warga negara asing (WNA) dari Spanyol. Diketahui, korban tersebut belakangan diketahui merupakan putri Pelatih Valencia CF Femenino B, Martín Carreras Fernando bernamaMartines Ortuno Maria Lia.
Baca juga: TIM SAR Temukan Barang dan Serpihan KM Putri Sakinah yang Angkut 4 Turis Spanyol
"Saat ini Tim berfokus pada pencarian 3 WNA Spanyol dengan melaksanakan fokus penyisiran di pulau terdekat dari Pulau Padar dan fokus penyelaman," ujarnya.
Fathur menjelaskan, jumlah penyelam hari ini pun ditambah 11 orang dari sejumlah komunitas. "Para penyelam terbagi pada 3 titik penyelaman SRU 1 di Perairan Utara Pulau Serai, SRU 2 Perairan Timur Pulau Padar, dan SRU 3 di Perairan selatan Pulau Serai," ucapnya.
Fathur menjelaskan, Tim SAR Gabungan hari ini mengerahkan alat-alat seabob dan sonar milik Ditpolair Polda NTT di lokasi tenggelam guna untuk mendapatkan bangkai kapal KM Putri Sakinah yang diduga tenggelam didasar laut lokasi kejadian.
Baca juga: 4 Turis Asal Spanyol Hilang usai Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo
Selain itu, 12 Ulunit Kapal yang dikerahkan pada hari ini melakukan penyisiran berfokus di pulau-pulau terdekat dari Utara Pulau Padar serta pengerahan drone thermal.
Diberitakan sebelumnya, Kapal wisata KM Putri Sakinah dilaporkan tenggelam di Selat Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat, 26 Desember 2025 malam. Insiden ini diduga terjadi akibat kapal mengalami mati mesin saat berlayar, hingga akhirnya tenggelam.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, menjelaskan kapal tersebut mengalami gangguan mesin sekitar pukul 20.30 WITA saat dalam perjalanan wisata. “Sekitar pukul 20.30 WITA kapal mengalami mati mesin dan kemudian tenggelam,” ujar Fathur, Sabtu, 27 Desember 2025.
Menurutnya, KM Putri Sakinah bertolak dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar sekitar pukul 20.00 WITA untuk melanjutkan agenda wisata. Namun, belum lama berlayar, kapal mengalami kendala teknis pada mesin yang menyebabkan kapal tidak dapat bermanuver dan akhirnya tenggelam di perairan Selat Pulau Padar.
“Kapal berangkat dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar, namun nahas mengalami mati mesin dan tenggelam di tengah perjalanan,” jelasnya.
Saat kejadian, kapal mengangkut 11 orang, terdiri dari enam wisatawan WNA asal Spanyol, empat kru kapal, serta satu pemandu wisata. Dari jumlah tersebut, tujuh orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat pada Sabtu dini hari.
“Tiga orang dievakuasi oleh Kapal Nepton, sementara empat orang lainnya dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan,” ungkap Fathur.
Sementara itu, empat WNA asal Spanyol masih dinyatakan hilang dan hingga kini dalam proses pencarian. Keempat korban diketahui merupakan satu keluarga, yakni Martin Carreras Fernando, Martines Ortuno Maria Lia, serta Martin Garcia Mateo dan Martinez Ortuno Enriquejavier.
"Pukul 08.12 WITA, Tim RBB Dipolair Polda NTT kembali menemukan serpihan KM Putri Sakinah (bagian dinding kapal)," kata Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman.
Fathur juga mengonfirmasi perihal penemuan korban tenggelam merupakan satu dari empat warga negara asing (WNA) dari Spanyol. Diketahui, korban tersebut belakangan diketahui merupakan putri Pelatih Valencia CF Femenino B, Martín Carreras Fernando bernamaMartines Ortuno Maria Lia.
Baca juga: TIM SAR Temukan Barang dan Serpihan KM Putri Sakinah yang Angkut 4 Turis Spanyol
"Saat ini Tim berfokus pada pencarian 3 WNA Spanyol dengan melaksanakan fokus penyisiran di pulau terdekat dari Pulau Padar dan fokus penyelaman," ujarnya.
Fathur menjelaskan, jumlah penyelam hari ini pun ditambah 11 orang dari sejumlah komunitas. "Para penyelam terbagi pada 3 titik penyelaman SRU 1 di Perairan Utara Pulau Serai, SRU 2 Perairan Timur Pulau Padar, dan SRU 3 di Perairan selatan Pulau Serai," ucapnya.
Fathur menjelaskan, Tim SAR Gabungan hari ini mengerahkan alat-alat seabob dan sonar milik Ditpolair Polda NTT di lokasi tenggelam guna untuk mendapatkan bangkai kapal KM Putri Sakinah yang diduga tenggelam didasar laut lokasi kejadian.
Baca juga: 4 Turis Asal Spanyol Hilang usai Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo
Selain itu, 12 Ulunit Kapal yang dikerahkan pada hari ini melakukan penyisiran berfokus di pulau-pulau terdekat dari Utara Pulau Padar serta pengerahan drone thermal.
Diberitakan sebelumnya, Kapal wisata KM Putri Sakinah dilaporkan tenggelam di Selat Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat, 26 Desember 2025 malam. Insiden ini diduga terjadi akibat kapal mengalami mati mesin saat berlayar, hingga akhirnya tenggelam.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, menjelaskan kapal tersebut mengalami gangguan mesin sekitar pukul 20.30 WITA saat dalam perjalanan wisata. “Sekitar pukul 20.30 WITA kapal mengalami mati mesin dan kemudian tenggelam,” ujar Fathur, Sabtu, 27 Desember 2025.
Menurutnya, KM Putri Sakinah bertolak dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar sekitar pukul 20.00 WITA untuk melanjutkan agenda wisata. Namun, belum lama berlayar, kapal mengalami kendala teknis pada mesin yang menyebabkan kapal tidak dapat bermanuver dan akhirnya tenggelam di perairan Selat Pulau Padar.
“Kapal berangkat dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar, namun nahas mengalami mati mesin dan tenggelam di tengah perjalanan,” jelasnya.
Saat kejadian, kapal mengangkut 11 orang, terdiri dari enam wisatawan WNA asal Spanyol, empat kru kapal, serta satu pemandu wisata. Dari jumlah tersebut, tujuh orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat pada Sabtu dini hari.
“Tiga orang dievakuasi oleh Kapal Nepton, sementara empat orang lainnya dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan,” ungkap Fathur.
Sementara itu, empat WNA asal Spanyol masih dinyatakan hilang dan hingga kini dalam proses pencarian. Keempat korban diketahui merupakan satu keluarga, yakni Martin Carreras Fernando, Martines Ortuno Maria Lia, serta Martin Garcia Mateo dan Martinez Ortuno Enriquejavier.
(cip)
Lihat Juga :