Kogabwilhan III Beri Bantuan Nelayan Sembako dan Jaket Pelampung
Senin, 22 Desember 2025 - 20:44 WIB
loading...
Kogabwilhan III memberikan bantuan sembako dan life vest atau jaket pelampung kepada nelayan dan keluarganya di sekitar perairan Sidangoli Dehe, Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Foto: Ist
A
A
A
HALMAHERA BARAT - Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III memberikan bantuan sembako dan life vest atau jaket pelampung. Bantuan diberikan kepada ratusan nelayan dan keluarganya yang bermukim di sekitar perairan Sidangoli Dehe, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.
Kepala Staf Kogabwilhan III Marsekal Muda TNI Joko Sugeng Sriyanto mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk wujud nyata hadirnya negara di tengah masyarakat.
Baca juga: Kembali ke Almamater, AHY Serahkan Sertifikat Markas Kogabwilhan II
“Mewakili Pangkogabwilhan III Letjen TNI Bambang Trisnohadi, kami sampaikan bantuan ini merupakan simbol perhatian negara terhadap keselamatan nelayan sekaligus dukungan sosial untuk masyarakat pesisir,” ujar Joko, Senin (22/12/2025).
Dia menjelaskan life vest bantuan dari pihak swasta yakni PT Position untuk meningkatkan keselamatan nelayan saat melaut. Sementara paket sembako berupa beras disalurkan bagi masyarakat pesisir khususnya keluarga para nelayan.
Kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan sekadar agenda formal melainkan wujud nyata kebersamaan, kepedulian dan hadirnya TNI sebagai penyelenggara negara Sidangoli Dehe, Jailolo Selatan, Halmahera Barat.
Joko memandang nelayan khususnya nelayan tradisional yang kerap melaut ke samudera lepas hingga perbatasan negara sebagai bagian dari TNI karena merupakan penjaga kedaulatan negara.
“Hampir sebagian besar nelayan sering singgah dan menginap di pulau-pulau terluar saat berlayar mencari ikan. Penakluk samudera ini selalu memberikan informasi kepada negara apabila ada kapal asing yang mencoba masuk wilayah Indonesia,” ungkap Joko.
“Dengan tekad kuat dan keberanian yang luar biasa meski bermodalkan mesin usang di kapal reyot miliknya tidak sedikit nelayan kita yang melaut di tengah samudera hingga perbatasan negara tegas menghadang bahkan mengusir kapal-kapal asing yang masuk dalam teritorial NKRI,” lanjutnya.
Dia juga mengingatkan kepada semua nelayan khususnya di perairan Sidangoli Dehe untuk mengenakan perlengkapan keselamatan yang sesuai standar saat pergi melaut, salah satunya life vest.
“Kepada saudara-saudara kami para nelayan, mohon berhati-hati mengingat BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Ambon telah mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Maluku akhir tahun ini,” kata Joko.
Kepala Staf Kogabwilhan III Marsekal Muda TNI Joko Sugeng Sriyanto mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk wujud nyata hadirnya negara di tengah masyarakat.
Baca juga: Kembali ke Almamater, AHY Serahkan Sertifikat Markas Kogabwilhan II
“Mewakili Pangkogabwilhan III Letjen TNI Bambang Trisnohadi, kami sampaikan bantuan ini merupakan simbol perhatian negara terhadap keselamatan nelayan sekaligus dukungan sosial untuk masyarakat pesisir,” ujar Joko, Senin (22/12/2025).
Dia menjelaskan life vest bantuan dari pihak swasta yakni PT Position untuk meningkatkan keselamatan nelayan saat melaut. Sementara paket sembako berupa beras disalurkan bagi masyarakat pesisir khususnya keluarga para nelayan.
Kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan sekadar agenda formal melainkan wujud nyata kebersamaan, kepedulian dan hadirnya TNI sebagai penyelenggara negara Sidangoli Dehe, Jailolo Selatan, Halmahera Barat.
Joko memandang nelayan khususnya nelayan tradisional yang kerap melaut ke samudera lepas hingga perbatasan negara sebagai bagian dari TNI karena merupakan penjaga kedaulatan negara.
“Hampir sebagian besar nelayan sering singgah dan menginap di pulau-pulau terluar saat berlayar mencari ikan. Penakluk samudera ini selalu memberikan informasi kepada negara apabila ada kapal asing yang mencoba masuk wilayah Indonesia,” ungkap Joko.
“Dengan tekad kuat dan keberanian yang luar biasa meski bermodalkan mesin usang di kapal reyot miliknya tidak sedikit nelayan kita yang melaut di tengah samudera hingga perbatasan negara tegas menghadang bahkan mengusir kapal-kapal asing yang masuk dalam teritorial NKRI,” lanjutnya.
Dia juga mengingatkan kepada semua nelayan khususnya di perairan Sidangoli Dehe untuk mengenakan perlengkapan keselamatan yang sesuai standar saat pergi melaut, salah satunya life vest.
“Kepada saudara-saudara kami para nelayan, mohon berhati-hati mengingat BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Ambon telah mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Maluku akhir tahun ini,” kata Joko.
(jon)
Lihat Juga :