Perayaan Tahun Baru 2026 di Jakarta, Pramono: Nggak Perlu Pesta Kembang Api
Jum'at, 19 Desember 2025 - 13:27 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah memikirkan konsep malam perayaan Tahun Baru 2026 di Jakarta. Malam pergantian tahun akan digelar secara sederhana. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah memikirkan konsep malam perayaan Tahun Baru 2026 di Jakarta. Malam pergantian tahun akan digelar secara sederhana.
"Yang pertama yang paling utama adalah nggak ada kemeriahan yang berlebihan yang bersifat mewah-mewah, saya nggak mau," ujar Pramono, Jumat (19/12/2025).
Baca juga: Tol Balikpapan–IKN Dioperasikan Terbatas saat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
Dia menegaskan acara tahun baru di Jakarta akan diputuskan secepat mungkin. Sebelum memutuskan secara pasti, Pramono merasa kemeriahan malam pergantian tahun tidak memerlukan pesta kembang api.
"Saya segera memutuskan kembang api menurut saya juga nggak perlu ada. Jadi pakai drone saja cukup. Karena bagaimana pun Jakarta sebagai ibu kota negara akan dilihat negara-negara lain," tuturnya.
Penyambutan tahun baru tetap dilakukan mengingat Jakarta sebagai ibu kota negara menjadi perhatian dan sorotan dunia. Namun, acaranya nanti tidak akan menampakkan kemewahan yang berlebihan.
"Jadi sekali lagi hari Senin (22/12/2025) saya akan putuskan bagaimana bentuk menyambut tahun baru," ucapnya.
Dalam situasi duka yang melanda Pulau Sumatera, malam pergantian tahun di Jakarta akan mengadakan acara khusus doa bersama.
"Pasti nanti akan ada tempat secara khusus untuk kita merenung berdoa, kontemplasi, terutama berkaitan dengan peristiwa yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, serta Sumatera Utara," katanya.
"Yang pertama yang paling utama adalah nggak ada kemeriahan yang berlebihan yang bersifat mewah-mewah, saya nggak mau," ujar Pramono, Jumat (19/12/2025).
Baca juga: Tol Balikpapan–IKN Dioperasikan Terbatas saat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
Dia menegaskan acara tahun baru di Jakarta akan diputuskan secepat mungkin. Sebelum memutuskan secara pasti, Pramono merasa kemeriahan malam pergantian tahun tidak memerlukan pesta kembang api.
"Saya segera memutuskan kembang api menurut saya juga nggak perlu ada. Jadi pakai drone saja cukup. Karena bagaimana pun Jakarta sebagai ibu kota negara akan dilihat negara-negara lain," tuturnya.
Penyambutan tahun baru tetap dilakukan mengingat Jakarta sebagai ibu kota negara menjadi perhatian dan sorotan dunia. Namun, acaranya nanti tidak akan menampakkan kemewahan yang berlebihan.
"Jadi sekali lagi hari Senin (22/12/2025) saya akan putuskan bagaimana bentuk menyambut tahun baru," ucapnya.
Dalam situasi duka yang melanda Pulau Sumatera, malam pergantian tahun di Jakarta akan mengadakan acara khusus doa bersama.
"Pasti nanti akan ada tempat secara khusus untuk kita merenung berdoa, kontemplasi, terutama berkaitan dengan peristiwa yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, serta Sumatera Utara," katanya.
(jon)
Lihat Juga :