Ramai Warga Aceh Kibarkan Bendera Putih, Mendagri Mau Cek Dulu
Rabu, 17 Desember 2025 - 11:31 WIB
loading...
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian ikut merespons mengenai warga korban banjir Aceh yang ramai mengibarkan bendera putih. Foto/Binti Mufarida
A
A
A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian ikut merespons mengenai warga korban banjir Aceh yang ramai mengibarkan bendera putih. Dia menegaskan akan mengecek mengenai aksi dari warga Aceh tersebut.
“Saya belum tahu, saya cek dulu,” kata Tito di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip Rabu (17/12/2025).
Sebelumnya diberitakan, masyarakat di sejumlah wilayah Aceh mulai mengibarkan bendera putih setelah tiga pekan dilanda banjir bandang dan longsor. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk keputusasaan warga terhadap penanganan bencana yang dinilai belum memadai.
![Ramai Warga Aceh Kibarkan Bendera Putih, Mendagri Mau Cek Dulu]()
Baca juga: Pemulihan Akses dan Penanganan Banjir dan Longsor di Sumut Dipercepat
Bendera putih terlihat dipasang di sejumlah titik strategis, seperti jembatan dan pinggir jalan di wilayah Aceh Tamiang dan Kota Langsa. Pemandangan tersebut menjadi simbol protes sekaligus jeritan warga yang terdampak bencana berkepanjangan.
Warga menyatakan pengibaran bendera putih merupakan simbol penyerahan diri karena merasa tidak berdaya menghadapi kondisi banjir yang belum tertangani secara optimal. Bencana yang terus berulang telah mengganggu aktivitas, merusak rumah, serta memukul perekonomian masyarakat setempat.
Aksi pemasangan bendera putih ini dilakukan secara kolektif dengan harapan dapat menarik perhatian pemerintah pusat agar segera turun tangan dan memberikan penanganan yang lebih serius bagi wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh.
“Saya belum tahu, saya cek dulu,” kata Tito di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip Rabu (17/12/2025).
Sebelumnya diberitakan, masyarakat di sejumlah wilayah Aceh mulai mengibarkan bendera putih setelah tiga pekan dilanda banjir bandang dan longsor. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk keputusasaan warga terhadap penanganan bencana yang dinilai belum memadai.

Baca juga: Pemulihan Akses dan Penanganan Banjir dan Longsor di Sumut Dipercepat
Bendera putih terlihat dipasang di sejumlah titik strategis, seperti jembatan dan pinggir jalan di wilayah Aceh Tamiang dan Kota Langsa. Pemandangan tersebut menjadi simbol protes sekaligus jeritan warga yang terdampak bencana berkepanjangan.
Warga menyatakan pengibaran bendera putih merupakan simbol penyerahan diri karena merasa tidak berdaya menghadapi kondisi banjir yang belum tertangani secara optimal. Bencana yang terus berulang telah mengganggu aktivitas, merusak rumah, serta memukul perekonomian masyarakat setempat.
Aksi pemasangan bendera putih ini dilakukan secara kolektif dengan harapan dapat menarik perhatian pemerintah pusat agar segera turun tangan dan memberikan penanganan yang lebih serius bagi wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh.
(rca)
Lihat Juga :