Bahas Penambahan ICU RSUD Kota Depok, Gubernur Minta Tenaga Kesehatan Diperhatikan

Selasa, 15 September 2020 - 22:31 WIB
loading...
Bahas Penambahan ICU...
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan membahas hal teknis dengan pihak RSUD Depok soal rencana penambahan ruang ICU. Foto/Dok/SINDOnews
A A A
DEPOK - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan membahas hal teknis dengan pihak RSUD Depok soal rencana penambahan ruang ICU. Gubernur Jawa Barat yang biasa disapa Emil minta tenaga kesheatan diperhatikan dengan menyediakan ruang khusus jika ada yang terpapar COVID-19.

“Untuk pasien dengan gejala berat itu memerlukan ICU, itu yang perlu ditingkatkan. Kalau untuk yang ringan dan sedang relatif lebih terkendali,” katanya di RSUD Depok, Selasa (15/9/2020). (Baca juga; 69% Tingkat Kesembuhan Pasien COVID-19 di Depok, Ridwan Kamil Sebut di Atas Jabar )

Diketahui jumlah ICU di Kota Depok saat ini terbatas dan sudah penuh untuk merawat pasien COVID-19 dengan gejala berat. Saat berkunjunga ke RSUD Depok, Emil juga menemui ada salah satu tenaga kesehatan yang terpapar COVID-29 juga.

Dia meminta kasus ini menjadi bahan evaluasinya agar ke depan para tenaga kesehatan ini menjadi lebih aman dan nyaman dalam menangani pasien COVID-19. “Contoh di atas, ada satu ruangan yang terpapar adalah nakes. Itu sedang kita evaluasi supaya tenaga kesehatan juga merasa aman tenang nyaman dalam mengendalikan COVID-19,” tukasnya.

Kepada Pemkot Depok, Emil meminta disiapkan skenario jika terjadi peningkatan angka pasien COVID-19. Mulai dari rekayasa ruangan dan lainnya. Dia juga meminta dilakukan pengetatan di zona merah, karena penyebaran di klaster rumah tangga dan perkantoran cukup tinggi.

“Yang kerja di Jakarta tapi KTP Depok ternyata prosentasenya tinggi. Jadi PSBM mikro yang ketat. Semoga dengan koordinasi sebagai satu kesatuan lebih mudah,” tambahnya. (Baca juga; Tambah 1.027 Kasus Positif COVID-19, Kapasitas Isolasi RS di Jakarta Tinggal 25% )

Terkait PSBB ketat, memang sudah pasti berdampak pada sektor informal. Dengan kondisi itu, Emil meminta pada Wali Kota Depok untuk menghitung dampak dari pengetatan tersebut.

“Semakin ketat pasti ada dampak. Dampak itu yang saya minta Pak Wali menghitung. Jumlahnya itu seribu, dua ribu, seratus ribu, itu saya nggak tahu,” pungkasnya. (Baca juga; Imbas Pembatasan Aktivitas di Depok, Idris: Kalau Bicara Rugi, Semuanya Merugi )
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
47 Sekolah Swasta Gratis...
47 Sekolah Swasta Gratis di Depok 2026, dari Pancoran Mas, Beji, hingga Cinere
Ayu Aulia Minta Maaf...
Ayu Aulia Minta Maaf ke Ridwan Kamil dan Roby Kurniawan, Akui Unggahan soal Kehamilan Hanya Halusinasi
Ramadan Pertama Tanpa...
Ramadan Pertama Tanpa Ridwan Kamil, Atalia Praratya Pilih Fokus Ibadah
Rekomendasi
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Mesir vs Iran: Misi...
Mesir vs Iran: Misi Bersejarah Tim Melli Berlanjut atau Berakhir?
MSIN Putuskan Tak Bagi...
MSIN Putuskan Tak Bagi Dividen, Fokus Perkuat Platform Digital
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
7 Tantangan Zohran Mamdani...
7 Tantangan Zohran Mamdani Memimpin Kota New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved