Seskab Teddy: Jembatan Bailey Rampung Bertahap, Konektivitas Sumatera Mulai Pulih
Senin, 15 Desember 2025 - 21:09 WIB
loading...
Sekretaris Kabinet (Seskan) Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa tujuh jembatan dari 50 jembatan yang akan dibangun pada Desember ini telah rampung. Foto/Tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Pembangunan jembatan darurat jenis bailey di sejumlah wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera terus menunjukkan progres signifikan. Sebelum Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (15/12/2025) dimulai, ditayangkan video yang memperlihatkan capaian pembangunan sejumlah jembatan bailey yang telah selesai dibangun.
Pada awal Sidang Kabinet, Sekretaris Kabinet (Seskan) Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa tujuh jembatan dari 50 jembatan yang akan dibangun pada Desember ini telah rampung. “Berikut kami tayangkan 4 video dari tujuh Jembatan Bailey yang sudah jadi terhitung kemarin, dari 50 jembatan yang sedang dibangun pada bulan Desember ini,” ucap Seskab Teddy.
Menurut Seskab, seluruh material jembatan diangkut dari Jakarta menuju wilayah terdampak bencana guna memulihkan akses transportasi dan mobilitas masyarakat. “Untuk satu jembatan mempunyai berat antara 30 sampai 50 ton, diangkut dari jakarta menuju ke tiga provinsi terdampak,” lanjutnya.
Baca juga: Proyek Jembatan Bailey di Aceh Dikebut di Titik-Titik Kritis
Salah satu jembatan yang telah terbangun adalah Jembatan Bailey Teupin Mane di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Per 14 Desember kemarin, akses bagi kendaraan roda dua dan pejalan kaki telah tersambung, sementara untuk kendaraan roda empat diharapkan dapat segera difungsikan penuh.
Selain itu, Jembatan Bailey Anggoli di Kabupaten Tapanuli Tengah telah terpasang dengan bentang sepanjang 33 meter. Sementara di Sumatera Barat, Jembatan Bailey Bawah Kubang di Nagari Selayo dan Jembatan Bailey Sikabau di Nagari Sikabau juga telah mulai berfungsi kembali.
Seskab Teddy menambahkan bahwa melalui sinergi TNI, Polri, serta dukungan aktif masyarakat setempat, pembangunan jembatan tersebut dapat diselesaikan lebih cepat. “Biasanya pemasangan memakan waktu minimal satu bulan, tetapi berkat kerja sama TNI, Polri, dan warga alhamdulillah dapat selesai dalam waktu satu minggu ini,” tandasnya.
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dalam laporannya menyampaikan sebanyak 35 ribu personel TNI telah diturunkan di wilayah terdampak bencana. Penambahan empat batalion juga telah dilakukan untuk membantu pembuatan jembatan bailey.
"Baru saja kita tambahkan 4 batalion, yaitu 3 batalion zeni dan 1 batalyon teritorial pembangunan. Nanti batalyon tersebut akan membantu dalam pembuatan jembatan bailey yang sekarang sedang dibangun, kemudian juga pembersihan lumpur dan kayu-kayu, dan membantu pembuatan huntara (hunian sementara) dan huntap (hunian tetap)," ujarnya.
Pada awal Sidang Kabinet, Sekretaris Kabinet (Seskan) Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa tujuh jembatan dari 50 jembatan yang akan dibangun pada Desember ini telah rampung. “Berikut kami tayangkan 4 video dari tujuh Jembatan Bailey yang sudah jadi terhitung kemarin, dari 50 jembatan yang sedang dibangun pada bulan Desember ini,” ucap Seskab Teddy.
Menurut Seskab, seluruh material jembatan diangkut dari Jakarta menuju wilayah terdampak bencana guna memulihkan akses transportasi dan mobilitas masyarakat. “Untuk satu jembatan mempunyai berat antara 30 sampai 50 ton, diangkut dari jakarta menuju ke tiga provinsi terdampak,” lanjutnya.
Baca juga: Proyek Jembatan Bailey di Aceh Dikebut di Titik-Titik Kritis
Salah satu jembatan yang telah terbangun adalah Jembatan Bailey Teupin Mane di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Per 14 Desember kemarin, akses bagi kendaraan roda dua dan pejalan kaki telah tersambung, sementara untuk kendaraan roda empat diharapkan dapat segera difungsikan penuh.
Selain itu, Jembatan Bailey Anggoli di Kabupaten Tapanuli Tengah telah terpasang dengan bentang sepanjang 33 meter. Sementara di Sumatera Barat, Jembatan Bailey Bawah Kubang di Nagari Selayo dan Jembatan Bailey Sikabau di Nagari Sikabau juga telah mulai berfungsi kembali.
Seskab Teddy menambahkan bahwa melalui sinergi TNI, Polri, serta dukungan aktif masyarakat setempat, pembangunan jembatan tersebut dapat diselesaikan lebih cepat. “Biasanya pemasangan memakan waktu minimal satu bulan, tetapi berkat kerja sama TNI, Polri, dan warga alhamdulillah dapat selesai dalam waktu satu minggu ini,” tandasnya.
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dalam laporannya menyampaikan sebanyak 35 ribu personel TNI telah diturunkan di wilayah terdampak bencana. Penambahan empat batalion juga telah dilakukan untuk membantu pembuatan jembatan bailey.
"Baru saja kita tambahkan 4 batalion, yaitu 3 batalion zeni dan 1 batalyon teritorial pembangunan. Nanti batalyon tersebut akan membantu dalam pembuatan jembatan bailey yang sekarang sedang dibangun, kemudian juga pembersihan lumpur dan kayu-kayu, dan membantu pembuatan huntara (hunian sementara) dan huntap (hunian tetap)," ujarnya.
(rca)
Lihat Juga :