Kios di Kalibata yang Terbakar Mulai Dibersihkan Petugas PPSU
Jum'at, 12 Desember 2025 - 10:18 WIB
loading...
Area kios pedagang di seberang Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan yang terbakar pada Kamis (11/12/2025) mulai dibersihkan oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Jumat (12/12/2025). Foto/Achmad Al Fiqri
A
A
A
JAKARTA - Area kios pedagang di seberang Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata , Jakarta Selatan yang terbakar pada Kamis (11/12/2025) mulai dibersihkan oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Jumat (12/12/2025). Para petugas PPSU tengah berupaya membersihkan puing kios yang terbakar dalam insiden kerusuhan yang terjadi pada kemarin malam.
Dari pantauan SindoNews, para petugas PPSU tengah menyapu dan mengangkut sisa barang atau dagangan yang terbakar. Tampak, barang dagangan seperti durian telah gosong terbakar.
Terlihat pula sejumlah tumpukan tabung gas baik ukuran 3 kg dan 12 kg hangus terbakar. Tampak, besi tenda juga tengah menumpuk.
Baca juga: Update Kasus Pengeroyokan di Kalibata, 1 Debt Collector yang Sempat Kritis Akhirnya Meninggal
Terlihat, sejumlah pedagang melihat kios yang terbakar. Sebagian dari mereka, tak berkenan untuk diwawancara lantaran masih dalam suasana berduka.
Diketahui, seorang mata elang (matel) atau debt collector tewas setelah dikeroyok pengemudi mobil di kawasan TMP Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/12/2025) sore. Setelah peristiwa itu, sejumlah orang tak dikenal (OTK) mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pembakaran terhadap warung serta kendaraan di sekitar lokasi.
Berdasarkan pantauan, tampak sejumlah warung di seberang TMP Kalibata dikobari api. Tak hanya warung, beberapa kendaraan seperti sepeda motor juga terlihat terbakar.
Warung dan kendaraan tersebut diduga dibakar OTK akibat insiden seorang matel yang tewas dan satu orang lainnya dalam kondisi koma di lokasi kejadian. Petugas kepolisian bersama warga tampak melakukan pemadaman menggunakan air seadanya lewat ember.
Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly, menyebut pembakaran terhadap warung dan kendaraan di kawasan TMP Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, diduga dilakukan oleh sekitar 100 orang tak dikenal (OTK).
"Sebenarnya kami dari pihak kepolisian sudah mengantisipasi itu, namun kekuatan pada saat itu yang tiba-tiba datang kurang lebih 100 orang itu merusak warung-warung yang ada di sekitar tempat ini," ujarnya, Kamis (11/12/2025).
Dia menuturkan, insiden perusakan dan pembakaran warung serta kendaraan milik pedagang di kawasan TMP Kalibata itu tidak menimbulkan korban jiwa, hanya kerugian material.
"Pasti kita akan melakukan proses. Ini kan dua perkara, perkara pengeroyokan dan perkara pengerusakan. Pengeroyokan yang dilakukan sehingga menyebabkan korban meninggal dunia dan luka berat. Sedangkan pengerusakan terhadap barang-barang milik warga yang diduga dilakukan oleh kelompok massa,” pungkasnya.
Terbaru, polisi menyatakan bahwa satu orang debt collector atau mata elang yang sempat kritis akibat dikeroyok di Kalibata, Jakarta Selatan, kini dinyatakan meninggal dunia. Sebelumnya, dia mendapatkan perawatan di rumah sakit (rs) terdekat.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly menyebut dengan begitu, total ada 2 debt collector yang meninggal usai dikeroyok oleh orang tak dikenal (OTK). Keduanya yang tewas berinisial MET dan NAT.
"Kedua orang yang bertugas sebagai mata elang ini dianiaya dan dikeroyok sampai satu meninggal dunia di tempat dan satu lagi meninggal di rumah sakit," kata Nicolas dikutip Jumat (12/12/2025).
Dari pantauan SindoNews, para petugas PPSU tengah menyapu dan mengangkut sisa barang atau dagangan yang terbakar. Tampak, barang dagangan seperti durian telah gosong terbakar.
Terlihat pula sejumlah tumpukan tabung gas baik ukuran 3 kg dan 12 kg hangus terbakar. Tampak, besi tenda juga tengah menumpuk.
Baca juga: Update Kasus Pengeroyokan di Kalibata, 1 Debt Collector yang Sempat Kritis Akhirnya Meninggal
Terlihat, sejumlah pedagang melihat kios yang terbakar. Sebagian dari mereka, tak berkenan untuk diwawancara lantaran masih dalam suasana berduka.
Diketahui, seorang mata elang (matel) atau debt collector tewas setelah dikeroyok pengemudi mobil di kawasan TMP Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/12/2025) sore. Setelah peristiwa itu, sejumlah orang tak dikenal (OTK) mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pembakaran terhadap warung serta kendaraan di sekitar lokasi.
Berdasarkan pantauan, tampak sejumlah warung di seberang TMP Kalibata dikobari api. Tak hanya warung, beberapa kendaraan seperti sepeda motor juga terlihat terbakar.
Warung dan kendaraan tersebut diduga dibakar OTK akibat insiden seorang matel yang tewas dan satu orang lainnya dalam kondisi koma di lokasi kejadian. Petugas kepolisian bersama warga tampak melakukan pemadaman menggunakan air seadanya lewat ember.
Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly, menyebut pembakaran terhadap warung dan kendaraan di kawasan TMP Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, diduga dilakukan oleh sekitar 100 orang tak dikenal (OTK).
"Sebenarnya kami dari pihak kepolisian sudah mengantisipasi itu, namun kekuatan pada saat itu yang tiba-tiba datang kurang lebih 100 orang itu merusak warung-warung yang ada di sekitar tempat ini," ujarnya, Kamis (11/12/2025).
Dia menuturkan, insiden perusakan dan pembakaran warung serta kendaraan milik pedagang di kawasan TMP Kalibata itu tidak menimbulkan korban jiwa, hanya kerugian material.
"Pasti kita akan melakukan proses. Ini kan dua perkara, perkara pengeroyokan dan perkara pengerusakan. Pengeroyokan yang dilakukan sehingga menyebabkan korban meninggal dunia dan luka berat. Sedangkan pengerusakan terhadap barang-barang milik warga yang diduga dilakukan oleh kelompok massa,” pungkasnya.
Terbaru, polisi menyatakan bahwa satu orang debt collector atau mata elang yang sempat kritis akibat dikeroyok di Kalibata, Jakarta Selatan, kini dinyatakan meninggal dunia. Sebelumnya, dia mendapatkan perawatan di rumah sakit (rs) terdekat.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly menyebut dengan begitu, total ada 2 debt collector yang meninggal usai dikeroyok oleh orang tak dikenal (OTK). Keduanya yang tewas berinisial MET dan NAT.
"Kedua orang yang bertugas sebagai mata elang ini dianiaya dan dikeroyok sampai satu meninggal dunia di tempat dan satu lagi meninggal di rumah sakit," kata Nicolas dikutip Jumat (12/12/2025).
(rca)
Lihat Juga :