BGN Minta Maaf soal Mobil MBG Tabrak Puluhan Siswa SD di Jakarta Utara
Kamis, 11 Desember 2025 - 18:26 WIB
loading...
Kepala BGN, Dadan Hindayana menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa mobil pengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) menabrak SDN Kalibaru 01, Jakarta Utara. Foto/Riyan Rizki Roshali
A
A
A
JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa mobil pengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak SDN Kalibaru 01, Jakarta Utara. Permohonan maaf itu langsung disampaikan Kepala BGN, Dadan Hindayana.
"Pertama saya sampaikan keprihatinan mendalam ya, dan tentu saja permohonan maaf atas kelalaian tugas kami ya," ujar Dadan kepada wartawan di RSUD Koja Jakarta Utara, Kamis (11/12/2025).
Baca juga: Kepala BGN Ungkap Pengemudi Mobil MBG yang Tabrak Siswa di Cilincing Sopir Cadangan: Salah Menginjak Pedal
Dadan menjelaskan pelayanan MBG di sekolah itu sudah dimulai sejak 24 Maret 2025 lalu. Dalam pelaksanaannya, proses MBG di sekolah itu tidak pernah ada masalah.
Namun, dalam dua hari ini, sopir yang bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani sekolah itu menderita sakit. Alhasil, sopir cadangan pun harus dipilih untuk mengganti sopir utama itu.
"Sopir utamanya sakit sehingga Kepala SPPG memutuskan untuk ada sopir cadangan. Setelah kami cek, alhamdulillah sopirnya memiliki SIM ya, mungkin hanya kurang pengalaman," tambah dia.
Dadan menduga sopir tersebut panik saat hendak memindahkan perseneling hingga membuatnya sopir itu salah menginjak pedal.
Baca juga: Kronologi Mobil MBG Hantam Gerbang Sekolah hingga Tabrak Puluhan Siswa SDN 01 Kalibaru Jakut
"Memang jalannya agak menanjak dan kami perkirakan ada kepanikan ketika pindah gigi dari dua ke satu, sehingga salah menginjak pedal," sebut Dadan.
"Pertama saya sampaikan keprihatinan mendalam ya, dan tentu saja permohonan maaf atas kelalaian tugas kami ya," ujar Dadan kepada wartawan di RSUD Koja Jakarta Utara, Kamis (11/12/2025).
Baca juga: Kepala BGN Ungkap Pengemudi Mobil MBG yang Tabrak Siswa di Cilincing Sopir Cadangan: Salah Menginjak Pedal
Dadan menjelaskan pelayanan MBG di sekolah itu sudah dimulai sejak 24 Maret 2025 lalu. Dalam pelaksanaannya, proses MBG di sekolah itu tidak pernah ada masalah.
Namun, dalam dua hari ini, sopir yang bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani sekolah itu menderita sakit. Alhasil, sopir cadangan pun harus dipilih untuk mengganti sopir utama itu.
"Sopir utamanya sakit sehingga Kepala SPPG memutuskan untuk ada sopir cadangan. Setelah kami cek, alhamdulillah sopirnya memiliki SIM ya, mungkin hanya kurang pengalaman," tambah dia.
Dadan menduga sopir tersebut panik saat hendak memindahkan perseneling hingga membuatnya sopir itu salah menginjak pedal.
Baca juga: Kronologi Mobil MBG Hantam Gerbang Sekolah hingga Tabrak Puluhan Siswa SDN 01 Kalibaru Jakut
"Memang jalannya agak menanjak dan kami perkirakan ada kepanikan ketika pindah gigi dari dua ke satu, sehingga salah menginjak pedal," sebut Dadan.
(shf)
Lihat Juga :