Bantu Masyarakat Dapatkan Air Bersih, Kapolda NTT Resmikan 9 Sumur Bor
Kamis, 11 Desember 2025 - 16:36 WIB
loading...
Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko bangun sembilan titik sumur bor di Kelurahan Oesapa Barat. Foto/istimewa
A
A
A
NTT - Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko bangun sembilan titik sumur bor di Kelurahan Oesapa Barat. Pembangunan ini diharapkan membantu masyarakat untuk mendapatkan pasokan air bersih.
Selama ini, banyak keluarga harus berjalan jauh mencari air dan membeli air bersih dengan harga yang tidak murah. Situasi yang berkepanjangan ini bukan hanya menimbulkan kesulitan, tetapi juga menggerus martabat masyarakat yang harus bertahan dalam kondisi serba terbatas.
Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko menegaskan komitmennya dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Menurut Rui, air bersih bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga simbol kehidupan dan martabat manusia.
Baca juga: Kepemimpinan Inklusif, Kapolda NTT Raih Penghargaan dari Kapolri
“Air adalah hidup. Di banyak tempat, air bersih bisa didapatkan dengan mudah, tetapi di NTT, air adalah perjuangan. Kami ingin menghentikan perjuangan itu. Kami ingin ibu-ibu tidak lagi berjalan jauh sambil memikul jeriken, kami ingin anak-anak bisa mandi sebelum berangkat sekolah, dan kami ingin setiap keluarga hidup dengan lebih layak,” ujarnya, Kamis (11/12/2025).
“Inilah bentuk kehadiran kami, menghadirkan solusi, bukan sekadar janji. Semoga setiap tetes air bersih dari sumur ini membawa harapan baru, kesehatan baru, dan kehidupan yang lebih bermartabat bagi saudara-saudara kami di NTT,” sambungnya.
Peresmian sembilan titik sumur bor ini merupakan kelanjutan dari tiga titik yang sebelumnya telah diresmikan, sehingga total sembilan titik kini mulai beroperasi secara penuh di hari yang sama.
Titik-titik tersebut tersebar di Kelurahan Oesapa Barat RT 002, Oesapa Selatan Jl. Bumi RT 007/003, Lasiana Jl. Johanes RT 030/RW 008, Namosain RT 004/002, Liliba Belakang Pos Kamling RT 041, Fatukoa RT 010/003, Naikoten RT 028/010, Sikumana RT 023/009, dan Manulai II RT 010/004.
Baca juga: Profil Irjen Rudi Darmoko, Peraih Adhi Makayasa 1993 yang Kini Pimpin Polda NTT
“Dengan tambahan sembilan lokasi ini, total sudah ada 18 sumur bor bantuan Kapolda NTT yang aktif melayani masyarakat, sementara lima titik lainnya tengah dalam proses pengerjaan dan mulai menunjukkan tanda-tanda keluarnya air,” katanya.
Warga RT 030 Kelurahan Lasiana Samuel Hanas tidak mampu menyembunyikan rasa bahagianya atas hadirnya sumur bor tersebut. Selama ini, warga harus hidup dengan segala keterbatasan berhemat saat mandi, menunggu tangki air yang kadang tak datang, hingga melewati hari tanpa air sama sekali.
“Hari ini, untuk pertama kalinya kami melihat air mengalir dari tanah kami sendiri. Rasanya seperti beban lama terangkat. Terima kasih Bapak Kapolda, bagi kami ini bukan sekadar bantuan, tapi anugerah besar,” tuturnya.
Usai peresmian, acara dilanjutkan dengan penyerahan paket bantuan sosial kepada sembilan perwakilan masyarakat dari masing-masing kelurahan lokasi pembangunan sumur bor.
“Penyerahan ini menjadi simbol kehangatan dan kepedulian Polri terhadap masyarakat NTT kehadiran polisi tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga membawa kepedulian sosial yang menyentuh langsung kebutuhan paling mendasar, air bersih,” katanya.
Peresmian sembilan sumur bor ini bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi sebuah gerakan kemanusiaan yang benar-benar mengalirkan harapan baru bagi masyarakat Kupang. Ini adalah wujud nyata dari komitmen untuk memanusiakan manusia mengembalikan martabat dalam bentuk yang paling sederhana namun paling vital, yakni akses terhadap air bersih.
“Hari ini, di Kota Kupang, sebuah sejarah kecil namun sangat bermakna telah tercipta, air mengalir, harapan tumbuh, dan kehidupan masyarakat NTT memasuki babak baru yang lebih layak dan penuh asa,” ucapnya.
Selama ini, banyak keluarga harus berjalan jauh mencari air dan membeli air bersih dengan harga yang tidak murah. Situasi yang berkepanjangan ini bukan hanya menimbulkan kesulitan, tetapi juga menggerus martabat masyarakat yang harus bertahan dalam kondisi serba terbatas.
Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko menegaskan komitmennya dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Menurut Rui, air bersih bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga simbol kehidupan dan martabat manusia.
Baca juga: Kepemimpinan Inklusif, Kapolda NTT Raih Penghargaan dari Kapolri
“Air adalah hidup. Di banyak tempat, air bersih bisa didapatkan dengan mudah, tetapi di NTT, air adalah perjuangan. Kami ingin menghentikan perjuangan itu. Kami ingin ibu-ibu tidak lagi berjalan jauh sambil memikul jeriken, kami ingin anak-anak bisa mandi sebelum berangkat sekolah, dan kami ingin setiap keluarga hidup dengan lebih layak,” ujarnya, Kamis (11/12/2025).
“Inilah bentuk kehadiran kami, menghadirkan solusi, bukan sekadar janji. Semoga setiap tetes air bersih dari sumur ini membawa harapan baru, kesehatan baru, dan kehidupan yang lebih bermartabat bagi saudara-saudara kami di NTT,” sambungnya.
Peresmian sembilan titik sumur bor ini merupakan kelanjutan dari tiga titik yang sebelumnya telah diresmikan, sehingga total sembilan titik kini mulai beroperasi secara penuh di hari yang sama.
Titik-titik tersebut tersebar di Kelurahan Oesapa Barat RT 002, Oesapa Selatan Jl. Bumi RT 007/003, Lasiana Jl. Johanes RT 030/RW 008, Namosain RT 004/002, Liliba Belakang Pos Kamling RT 041, Fatukoa RT 010/003, Naikoten RT 028/010, Sikumana RT 023/009, dan Manulai II RT 010/004.
Baca juga: Profil Irjen Rudi Darmoko, Peraih Adhi Makayasa 1993 yang Kini Pimpin Polda NTT
“Dengan tambahan sembilan lokasi ini, total sudah ada 18 sumur bor bantuan Kapolda NTT yang aktif melayani masyarakat, sementara lima titik lainnya tengah dalam proses pengerjaan dan mulai menunjukkan tanda-tanda keluarnya air,” katanya.
Warga RT 030 Kelurahan Lasiana Samuel Hanas tidak mampu menyembunyikan rasa bahagianya atas hadirnya sumur bor tersebut. Selama ini, warga harus hidup dengan segala keterbatasan berhemat saat mandi, menunggu tangki air yang kadang tak datang, hingga melewati hari tanpa air sama sekali.
“Hari ini, untuk pertama kalinya kami melihat air mengalir dari tanah kami sendiri. Rasanya seperti beban lama terangkat. Terima kasih Bapak Kapolda, bagi kami ini bukan sekadar bantuan, tapi anugerah besar,” tuturnya.
Usai peresmian, acara dilanjutkan dengan penyerahan paket bantuan sosial kepada sembilan perwakilan masyarakat dari masing-masing kelurahan lokasi pembangunan sumur bor.
“Penyerahan ini menjadi simbol kehangatan dan kepedulian Polri terhadap masyarakat NTT kehadiran polisi tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga membawa kepedulian sosial yang menyentuh langsung kebutuhan paling mendasar, air bersih,” katanya.
Peresmian sembilan sumur bor ini bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi sebuah gerakan kemanusiaan yang benar-benar mengalirkan harapan baru bagi masyarakat Kupang. Ini adalah wujud nyata dari komitmen untuk memanusiakan manusia mengembalikan martabat dalam bentuk yang paling sederhana namun paling vital, yakni akses terhadap air bersih.
“Hari ini, di Kota Kupang, sebuah sejarah kecil namun sangat bermakna telah tercipta, air mengalir, harapan tumbuh, dan kehidupan masyarakat NTT memasuki babak baru yang lebih layak dan penuh asa,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :