Nazaellya Sempat Minta Maaf ke Ibu Sebelum Jadi Korban Tewas Kebakaran Gedung Terra Drone
Rabu, 10 Desember 2025 - 17:19 WIB
loading...
Keluarga menyebut Nazaellya Tsabita Nurazisha (27) sempat meminta maaf kepada ibunya sebelum menjadi korban tewas kebakaran Gedung Terra Drone. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Keluarga salah satu korban meninggal akibat kebakaran Gedung Terra Drone, Cempaka Putih, Kemayoran, Jakarta Pusat mengungkap detik-detik mencekam saat kejadian.
Suara minta tolong dan permohonan maaf menjadi pesan terakhir yang diterima pihak keluarga korban bernama Nazaellya Tsabita Nurazisha (27).
Warga Tanah Abang, Jakarta Pusat, sempat menghubungi ibunya beberapa saat sebelum kebakaran membesar. Hal ini diungkap oleh adik korban, Daffa (18), saat ditemui di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Baca juga: Pembangunan Gedung Drone yang Terbakar Tak Sesuai Aturan, Pramono: Tangganya Kecil Banget
"Dapat kabarnya itu kemarin, pas jam makan siang. Kakak nelepon mama," ujar Daffa di Rumah Sakit (RS) Polri Keramat Jati, Jakarta Timur pada Rabu, (10/12/2025).
Dalam percakapan itu, Nazaellya terdengar panik dengan napas yang terengah-engah. Dia meminta pertolongan dari dalam gedung yang mulai dipenuhi kepulan asap. "Dia bilang, ‘minta tolong, kak, enggak bisa napas.’ Katanya posisi di lantai tiga," tutur Daffa.
Tak hanya meminta pertolongan, Nazaellya juga sempat meminta maaf kepada sang ibu. Kalimat itu pun hingga kini menghantui pihak keluarga. "Masih sempat bilang, ‘maaf ya, ma, kalau kakak ada salah',"kata Daffa lirih.
Tak lama, sambungan telepon dari korban pun terputus. Pihak keluarga saat itu langsung bergegas menuju lokasi kebakaran bersama Daffa.
Baca juga: RS Polri Identifikasi 7 Jenazah Korban Kebakaran Gedung Terra Drone, Ini Identitasnya
Setibanya di tiba, api sudah berhasil dipadamkan namun masih tampak asap tebal masih mengepul dari dalam gedung, sementara proses evakuasi korban terus dilakukan petugas. "Apinya sudah reda, tapi asap masih banyak. Korban juga masih ada di atas," ungkap Daffa.
Daffa saat itu tidak sempat bertemu langsung dengan Nazaellya. Ia hanya melihat kantong-kantong jenazah yang diturunkan satu per satu. "Sama sekali enggak ketemu. Saya cuma lihat kantong mayat. Hampir lima belas kali saya lihat," kata dia.
Dengan perasaan cemas, Daffa masih menunggu kakaknya dievakuasi dalam kondisi hidup. Akan tetapi, takdir pun berkata lain. "Awalnya nunggu, katanya masih ada orang di atas. Tapi yang turun bukan kakak saya. Akhirnya saya berani nanya. Saya tanya, ‘Pak, kakak saya gimana?’ Dijawab, ‘Udah nggak ada.’ Dari situ saya langsung ke rumah sakit," jelas Daffa.
Suara minta tolong dan permohonan maaf menjadi pesan terakhir yang diterima pihak keluarga korban bernama Nazaellya Tsabita Nurazisha (27).
Warga Tanah Abang, Jakarta Pusat, sempat menghubungi ibunya beberapa saat sebelum kebakaran membesar. Hal ini diungkap oleh adik korban, Daffa (18), saat ditemui di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Baca juga: Pembangunan Gedung Drone yang Terbakar Tak Sesuai Aturan, Pramono: Tangganya Kecil Banget
"Dapat kabarnya itu kemarin, pas jam makan siang. Kakak nelepon mama," ujar Daffa di Rumah Sakit (RS) Polri Keramat Jati, Jakarta Timur pada Rabu, (10/12/2025).
Dalam percakapan itu, Nazaellya terdengar panik dengan napas yang terengah-engah. Dia meminta pertolongan dari dalam gedung yang mulai dipenuhi kepulan asap. "Dia bilang, ‘minta tolong, kak, enggak bisa napas.’ Katanya posisi di lantai tiga," tutur Daffa.
Tak hanya meminta pertolongan, Nazaellya juga sempat meminta maaf kepada sang ibu. Kalimat itu pun hingga kini menghantui pihak keluarga. "Masih sempat bilang, ‘maaf ya, ma, kalau kakak ada salah',"kata Daffa lirih.
Tak lama, sambungan telepon dari korban pun terputus. Pihak keluarga saat itu langsung bergegas menuju lokasi kebakaran bersama Daffa.
Baca juga: RS Polri Identifikasi 7 Jenazah Korban Kebakaran Gedung Terra Drone, Ini Identitasnya
Setibanya di tiba, api sudah berhasil dipadamkan namun masih tampak asap tebal masih mengepul dari dalam gedung, sementara proses evakuasi korban terus dilakukan petugas. "Apinya sudah reda, tapi asap masih banyak. Korban juga masih ada di atas," ungkap Daffa.
Daffa saat itu tidak sempat bertemu langsung dengan Nazaellya. Ia hanya melihat kantong-kantong jenazah yang diturunkan satu per satu. "Sama sekali enggak ketemu. Saya cuma lihat kantong mayat. Hampir lima belas kali saya lihat," kata dia.
Dengan perasaan cemas, Daffa masih menunggu kakaknya dievakuasi dalam kondisi hidup. Akan tetapi, takdir pun berkata lain. "Awalnya nunggu, katanya masih ada orang di atas. Tapi yang turun bukan kakak saya. Akhirnya saya berani nanya. Saya tanya, ‘Pak, kakak saya gimana?’ Dijawab, ‘Udah nggak ada.’ Dari situ saya langsung ke rumah sakit," jelas Daffa.
(cip)
Lihat Juga :