Gotong Royong Bersama Warga, PGN Tembus Desa Putus Akses di Aceh Tamiang
Rabu, 10 Desember 2025 - 12:00 WIB
loading...
PGN menembus salah satu desa putus akses dan akses terbatas di perbatasan Sumatera Utara dan Aceh tepatnya Desa Kampung Alur Mentawak, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Selasa (9/12/2025). Foto: Ist
A
A
A
ACEH TAMIANG - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menembus salah satu desa putus akses dan akses terbatas di perbatasan Sumatera Utara dan Aceh tepatnya Desa Kampung Alur Mentawak, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Selasa (9/12/2025). Ada 3 dusun terdampak di mana salah satu dusun belum dapat diakses baik kendaraan roda dua maupun empat.
Upaya ini dilakukan bersama warga yang dengan penuh semangat bergotong royong menempuh jalur ekstrem untuk menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Tembus Akses Terputus, Pertamina Berhasil Menyalurkan BBM ke Wilayah Bireuen
Akibat akses yang masih terputus akibat longsor, tim PGN harus terlebih dahulu melangsir bantuan hingga titik terdekat yang dapat dilalui kendaraan roda empat.
Dari lokasi tersebut, dengan dukungan warga, tim PGN melanjutkan perjalanan menggunakan motor trail angkut sawit untuk menembus jalur licin dan terjal hingga mencapai permukiman warga yang membutuhkan bantuan.
Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman bersyukur atas keberhasilan penyaluran bantuan tersebut. Upaya menembus desa terisolir ini tidak mudah, namun berkat semangat gotong royong antara tim PGN dan warga, bantuan akhirnya dapat tiba di lokasi.
“Tujuan kami sederhana, memastikan bantuan benar-benar sampai ke orang-orang yang sedang berjuang di tengah situasi sulit,” ujar Fajriyah, Rabu (10/12/2025).
Pihaknya akan terus hadir dan membantu masyarakat di wilayah terdampak bencana sebagai wujud komitmen perusahaan. “Kami akan hadir sejauh yang dibutuhkan, termasuk ke lokasi-lokasi dengan akses paling terbatas. Dalam kondisi darurat seperti ini, bantuan tepat waktu adalah hal yang sangat krusial,” ucapnya.
Division Head Corporate Social Responsibility (CSR) PGN Krisdyan Widagdo Adhi menuturkan bantuan yang dibawa kali ini disiapkan berdasarkan kebutuhan mendesak warga terdampak.
Pihaknya menyalurkan berbagai kebutuhan pokok seperti 600 kilogram beras, 75 dus mi instan, 20 papan telur, 175 kilogram minyak, biskuit dan air minum 1,5 liter 200 kardus, serta perlengkapan penting lainnya seperti obat-obatan, vitamin, serta popok bayi.
Selain itu, PGN juga membawa sejumlah set kompor rumah tangga dua tungku dan set kompor tungku tunggal industri, serta pasokan gas.
Proses distribusi kali ini merupakan salah satu yang paling menantang. Menurut dia, kondisi medan yang terputus dan hanya bisa dilalui motor trail menuntut kerja sama erat antara tim PGN dan warga.
“Medan yang dilalui sangatlah berat, jalan licin dan terjal, sehingga kami harus melangsir bantuan sedikit demi sedikit. Tanpa bantuan warga dan para petani yang ikut memanggul paket bantuan mustahil kami bisa mencapai desa ini,” ujar Krisdyan.
Datok Penghulu Kampung Alur Mentawak Jajang Sunarya mengucap terima kasih yang mendalam atas bantuan dan upaya yang telah dilakukan. Kehadiran PGN dan Pertamina Peduli bersama warga sangat berarti bagi masyarakat yang memang sudah beberapa hari terisolasi.
“Akses ke kampung kami benar-benar terputus. Warga kami kesulitan mendapatkan bahan makanan. Bantuan ini tentunya sangat berarti bagi kami,” katanya.
Upaya ini dilakukan bersama warga yang dengan penuh semangat bergotong royong menempuh jalur ekstrem untuk menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Tembus Akses Terputus, Pertamina Berhasil Menyalurkan BBM ke Wilayah Bireuen
Akibat akses yang masih terputus akibat longsor, tim PGN harus terlebih dahulu melangsir bantuan hingga titik terdekat yang dapat dilalui kendaraan roda empat.
Dari lokasi tersebut, dengan dukungan warga, tim PGN melanjutkan perjalanan menggunakan motor trail angkut sawit untuk menembus jalur licin dan terjal hingga mencapai permukiman warga yang membutuhkan bantuan.
Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman bersyukur atas keberhasilan penyaluran bantuan tersebut. Upaya menembus desa terisolir ini tidak mudah, namun berkat semangat gotong royong antara tim PGN dan warga, bantuan akhirnya dapat tiba di lokasi.
“Tujuan kami sederhana, memastikan bantuan benar-benar sampai ke orang-orang yang sedang berjuang di tengah situasi sulit,” ujar Fajriyah, Rabu (10/12/2025).
Pihaknya akan terus hadir dan membantu masyarakat di wilayah terdampak bencana sebagai wujud komitmen perusahaan. “Kami akan hadir sejauh yang dibutuhkan, termasuk ke lokasi-lokasi dengan akses paling terbatas. Dalam kondisi darurat seperti ini, bantuan tepat waktu adalah hal yang sangat krusial,” ucapnya.
Division Head Corporate Social Responsibility (CSR) PGN Krisdyan Widagdo Adhi menuturkan bantuan yang dibawa kali ini disiapkan berdasarkan kebutuhan mendesak warga terdampak.
Pihaknya menyalurkan berbagai kebutuhan pokok seperti 600 kilogram beras, 75 dus mi instan, 20 papan telur, 175 kilogram minyak, biskuit dan air minum 1,5 liter 200 kardus, serta perlengkapan penting lainnya seperti obat-obatan, vitamin, serta popok bayi.
Selain itu, PGN juga membawa sejumlah set kompor rumah tangga dua tungku dan set kompor tungku tunggal industri, serta pasokan gas.
Proses distribusi kali ini merupakan salah satu yang paling menantang. Menurut dia, kondisi medan yang terputus dan hanya bisa dilalui motor trail menuntut kerja sama erat antara tim PGN dan warga.
“Medan yang dilalui sangatlah berat, jalan licin dan terjal, sehingga kami harus melangsir bantuan sedikit demi sedikit. Tanpa bantuan warga dan para petani yang ikut memanggul paket bantuan mustahil kami bisa mencapai desa ini,” ujar Krisdyan.
Datok Penghulu Kampung Alur Mentawak Jajang Sunarya mengucap terima kasih yang mendalam atas bantuan dan upaya yang telah dilakukan. Kehadiran PGN dan Pertamina Peduli bersama warga sangat berarti bagi masyarakat yang memang sudah beberapa hari terisolasi.
“Akses ke kampung kami benar-benar terputus. Warga kami kesulitan mendapatkan bahan makanan. Bantuan ini tentunya sangat berarti bagi kami,” katanya.
(jon)
Lihat Juga :