Pramono Resmikan Embung Lapangan Merah, Dapat Kurangi Banjir di Jagakarsa
Selasa, 09 Desember 2025 - 15:04 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Embung Lapangan Merah, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (9/12/2025). Foto/Andika Rachmansyah
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Embung Lapangan Merah , Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (9/12/2025). Dia menyebut, embung seluas hampir 5.000 meter persegi itu dapat mengurangi banjir secara signifikan di 3 RW yang berada di Kecamatan Jagakarsa.
"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, hari ini Selasa tanggal 9 Desember 2025, lanskap Embung Lapangan Merah Kota Administrasi Jakarta Selatan secara resmi dinyatakan diresmikan," kata Pramono di Embung Lapangan Merah, Selasa (9/12/2025).
Pramono menjelaskan Embung Lapangan Merah akan menjadi infrastruktur untuk mengurangi banjir yang selama ini menjadi persoalan di Jagakarsa . Bukan hanya di daerah itu saja, melainkan daerah Depok juga akan merasakan dampak positifnya. Mengingat, lokasi embung tersebut berbatasan dengan Universitas Indonesia dan Depok.
Baca Juga: Berbentuk Gunungan Wayang, Ini Penampakan Embung Imogiri Bantul
"Embung ini kurang lebih luasnya 5.000, 4.900 lebih dikitlah. Dan ini akan mengurangi banjir di kecamatan ini kurang lebih 35-50 persen, dan memang catchment area-nya 87 hektare cakupannya," ujarnya.
Dengan demikian, kata Pramono, secara signifikan pasti ini akan mengurangi banjir di tempat ini, bukan hanya di Jagakarsa, tapi juga tentunya di Depok. "Karena ini pas perbatasan antara Jakarta Selatan dengan Depok," katanya.
Pramono mengatakan, sebelum embung dibangun, ada tiga RW di Kecamatan Jagakarsa yang kerap banjir. Tiga RW itu yakni RW 15, 16, dan 18. Dengan dibangunnya embung itu, dia mengklaim dapat mengurangi banjir hingga 35 persen di daerah tersebut.
Pramono meminta kepada masyarakat sekitar untuk menjaga serta merawat Embung Lapangan Merah. Sebab, embung itu dinilai memiliki peran besar karena lokasinya yang sangat strategis.
"Saya berharap bahwa jangan kita bisa membangun tapi tidak bisa merawat dengan baik. Karena saya melihat ini perannya luar biasa, tempatnya sangat strategis berbatasan dengan UI, Depok, dan sebagainya," pungkasnya.
"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, hari ini Selasa tanggal 9 Desember 2025, lanskap Embung Lapangan Merah Kota Administrasi Jakarta Selatan secara resmi dinyatakan diresmikan," kata Pramono di Embung Lapangan Merah, Selasa (9/12/2025).
Pramono menjelaskan Embung Lapangan Merah akan menjadi infrastruktur untuk mengurangi banjir yang selama ini menjadi persoalan di Jagakarsa . Bukan hanya di daerah itu saja, melainkan daerah Depok juga akan merasakan dampak positifnya. Mengingat, lokasi embung tersebut berbatasan dengan Universitas Indonesia dan Depok.
Baca Juga: Berbentuk Gunungan Wayang, Ini Penampakan Embung Imogiri Bantul
"Embung ini kurang lebih luasnya 5.000, 4.900 lebih dikitlah. Dan ini akan mengurangi banjir di kecamatan ini kurang lebih 35-50 persen, dan memang catchment area-nya 87 hektare cakupannya," ujarnya.
Dengan demikian, kata Pramono, secara signifikan pasti ini akan mengurangi banjir di tempat ini, bukan hanya di Jagakarsa, tapi juga tentunya di Depok. "Karena ini pas perbatasan antara Jakarta Selatan dengan Depok," katanya.
Pramono mengatakan, sebelum embung dibangun, ada tiga RW di Kecamatan Jagakarsa yang kerap banjir. Tiga RW itu yakni RW 15, 16, dan 18. Dengan dibangunnya embung itu, dia mengklaim dapat mengurangi banjir hingga 35 persen di daerah tersebut.
Pramono meminta kepada masyarakat sekitar untuk menjaga serta merawat Embung Lapangan Merah. Sebab, embung itu dinilai memiliki peran besar karena lokasinya yang sangat strategis.
"Saya berharap bahwa jangan kita bisa membangun tapi tidak bisa merawat dengan baik. Karena saya melihat ini perannya luar biasa, tempatnya sangat strategis berbatasan dengan UI, Depok, dan sebagainya," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :