Masyarakat Desak Gubernur Jabar Atasi Macet Horor di Cileungsi
Sabtu, 06 Desember 2025 - 18:46 WIB
loading...
Kemacetan terjadi di Jalan Cileungsi Raya akibat pembangunan Jembatan Cileungsi II di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, yang belum rampung. Foto/istimewa
A
A
A
BOGOR - Jalan Cileungsi Raya bak neraka bagi masyarakat sekitar. Pasalnya, proyek pembangunan Jembatan Cileungsi II di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang tak kunjung rampung mengakibatkan kemacetan panjang setiap harinya.
Warga Cileungs Rendi, menyebut kemacetan yang terjadi sudah di luar nalar. Rendi yang sehari-hari bekerja di Jakarta mengaku stres menghadapi situasi tersebut lantaran kemacetan tak hanya terjadi pada pagi hari, melainkan juga malam hari.
"Macetnya sudah gak kira-kira karena gak cuma pagi saja, tapi dari pagi sampai tengah malam jam 24.00 pun masih macet. Artinya macet sepanjang hari, pejabat harus ke sini biar tau penderitaan masyarakat," keluh Rendi, Sabtu (6/12/2025).
Baca juga: Jalan Ampera Raya Ditutup, Arus Lalin di Jalan Madrasah dan Benda Raya Macet
Masyarakat mempertanyakan ketidakbecusan pelaksana proyek dalam mengerjakan Jembatan Cileungsi II tersebut. Keluhan hingga sumpah serapah pun dilontarkan masyarakat melalui berbagai platform media sosial.
"Sumpah ya ini ga kelar2 kerjanya. Macet banget woi," tulis akun @ayu** lewat Instagram.
"Gak ada perbaikan aja macetnya pwoll, apalagi perbaikan gini," keluh @zwi***
Seorang warga Cileungsi, Fikri, mengaku tak habis pikir dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bogor. Fikri mengatakan jembatan sejatinya telah berfungsi dan bisa digunakan saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto menghadiri serah terima 25.000 kunci rumah subsidi di Cileungsi, Bogor pada September lalu.
Baca juga: Jalan Rasuna Said Kuningan Macet Parah setelah Hujan Deras
"Taunya itu belum rampung proyeknya, cuma karena presiden mau datang seolah-olah sudah beres. Setelah presiden pulang, kusut lagi. Perlu diaudit kayaknya nih proyek," geram Fikri.
Warganet juga membanjiri media sosial dengan menyebut atau mention akun Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM. Publik meminta KDM turun langsung melihat kondisi horornya kemacetan di Cileungsi.
"Kang @dedimulyadi71 @lapor_pakbupati kenapa lama banget... itu padahal dah jadi jalanannya, tapi baru beberapa hari ambles lagi, emang enggak ada cek n riceknya setiap pembangunan daerah gitu," tulis @gro***
"Ga kelar2, project ghoib @dedimulyadi17," tulis cha**
"@dedimulyadi17 mungkin harus kesini lagi sidak? Masa baru dikerjakan kmrn udah rusak lagi," ungkap @yong***
Kegeraman .asyarakat bisa dipahami mengingat Jembatan Cileungsi II menjadi infrastruktur vital di kawasan timur Kabupaten Bogor. Jembatan ini menjadi akses utama warga menuju Jakarta dan Cibubur, serta jalur logistik penting yang menghubungkan kawasan industri dengan permukiman.
Sebagai informasi, proyek pembangunan jembatan dengan nilai kontrak Rp 1,336 miliar ini adalah program Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tujuannya adalah memperkuat konektivitas antardaerah, mengurangi risiko banjir dan kemacetan, serta meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.
Proyek ini sejatinya dijadwalkan rampung pada 26 September 2025 setelah dimulai sejak 22 Agustus 2025 lalu. Namun, kerusakan struktur yang terjadi memaksa pembangunan kembali ke tahap awal dan terancam molor dari target yang ditetapkan.
Warga Cileungs Rendi, menyebut kemacetan yang terjadi sudah di luar nalar. Rendi yang sehari-hari bekerja di Jakarta mengaku stres menghadapi situasi tersebut lantaran kemacetan tak hanya terjadi pada pagi hari, melainkan juga malam hari.
"Macetnya sudah gak kira-kira karena gak cuma pagi saja, tapi dari pagi sampai tengah malam jam 24.00 pun masih macet. Artinya macet sepanjang hari, pejabat harus ke sini biar tau penderitaan masyarakat," keluh Rendi, Sabtu (6/12/2025).
Baca juga: Jalan Ampera Raya Ditutup, Arus Lalin di Jalan Madrasah dan Benda Raya Macet
Masyarakat mempertanyakan ketidakbecusan pelaksana proyek dalam mengerjakan Jembatan Cileungsi II tersebut. Keluhan hingga sumpah serapah pun dilontarkan masyarakat melalui berbagai platform media sosial.
"Sumpah ya ini ga kelar2 kerjanya. Macet banget woi," tulis akun @ayu** lewat Instagram.
"Gak ada perbaikan aja macetnya pwoll, apalagi perbaikan gini," keluh @zwi***
Seorang warga Cileungsi, Fikri, mengaku tak habis pikir dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bogor. Fikri mengatakan jembatan sejatinya telah berfungsi dan bisa digunakan saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto menghadiri serah terima 25.000 kunci rumah subsidi di Cileungsi, Bogor pada September lalu.
Baca juga: Jalan Rasuna Said Kuningan Macet Parah setelah Hujan Deras
"Taunya itu belum rampung proyeknya, cuma karena presiden mau datang seolah-olah sudah beres. Setelah presiden pulang, kusut lagi. Perlu diaudit kayaknya nih proyek," geram Fikri.
Warganet juga membanjiri media sosial dengan menyebut atau mention akun Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM. Publik meminta KDM turun langsung melihat kondisi horornya kemacetan di Cileungsi.
"Kang @dedimulyadi71 @lapor_pakbupati kenapa lama banget... itu padahal dah jadi jalanannya, tapi baru beberapa hari ambles lagi, emang enggak ada cek n riceknya setiap pembangunan daerah gitu," tulis @gro***
"Ga kelar2, project ghoib @dedimulyadi17," tulis cha**
"@dedimulyadi17 mungkin harus kesini lagi sidak? Masa baru dikerjakan kmrn udah rusak lagi," ungkap @yong***
Kegeraman .asyarakat bisa dipahami mengingat Jembatan Cileungsi II menjadi infrastruktur vital di kawasan timur Kabupaten Bogor. Jembatan ini menjadi akses utama warga menuju Jakarta dan Cibubur, serta jalur logistik penting yang menghubungkan kawasan industri dengan permukiman.
Sebagai informasi, proyek pembangunan jembatan dengan nilai kontrak Rp 1,336 miliar ini adalah program Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tujuannya adalah memperkuat konektivitas antardaerah, mengurangi risiko banjir dan kemacetan, serta meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.
Proyek ini sejatinya dijadwalkan rampung pada 26 September 2025 setelah dimulai sejak 22 Agustus 2025 lalu. Namun, kerusakan struktur yang terjadi memaksa pembangunan kembali ke tahap awal dan terancam molor dari target yang ditetapkan.
(cip)
Lihat Juga :