Bantuan Datang Cepat, Warga Agam Berharap Bisa Mulai Bangun Rumah dan Usaha Lagi

Jum'at, 05 Desember 2025 - 17:56 WIB
loading...
Bantuan Datang Cepat,...
Suasana pengungsian korban banjir dan longsor di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Agam, Sumatera Barat. Foto/Istimewa
A A A
AGAM - Yuni Efnita (40), warga Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Agam, Sumatera Barat, masih merasa bersalah terhadap 15 karyawannya karena bencana banjir dan longsor menghancurkan tempat usahanya. Meski dia sendiri juga korban banjir, dia tak tega pegawai yang menggantungkan hidup pada usaha pinang dan kedai makanannya harus kehilangan penghasilan.

"Ya, permintaannya itu cepat (perbaiki) rumah. Biar bisa kami berusaha lagi," kata Yuni ditemui di lokasi pengungsian, Nagari Salareh Aia, Agam, Kamis (4/12).

Sejak kejadian banjir pada Kamis (27/11/2025) sore, Yuni sudah tinggal di pos pengungsian tak jauh dari rumahnya. Dia tinggal bersama puluhan warga lain di ruang kelas sebuah sekolah dasar, termasuk dengan beberapa pegawainya.

Bantuan Datang Cepat, Warga Agam Berharap Bisa Mulai Bangun Rumah dan Usaha Lagi

Yuni Efnita (40).

Baca juga: Bantuan Makan-Minum Aman Tersedia, Kini Warga Agam Butuh Rumah Sementara



Tak hanya tempat tinggal, seluruh sumber penghidupan keluarga Yuni pun musnah. Yuni memiliki usaha membeli dan mengolah pinang. Dia juga punya kedai di ruko yang bagian atasnya menjadi rumah. Sementara itu, suaminya bekerja membuka bengkel las.

Bantuan Datang Cepat, Warga Agam Berharap Bisa Mulai Bangun Rumah dan Usaha Lagi


"Mesin-mesin suami habis semua, tak ada satu pun terselamatkan. Usaha saya juga. Banyak orang bergantung sama saya, ada 15 orang bekerja dengan saya. Sekarang mereka pun kehilangan mata pencaharian," ucap Yuni.

Ia mengaku sedih membayangkan nasib para pekerja yang selama puluhan tahun menggantungkan hidup pada usahanya. "Saya susah begini, tapi saya pikir juga orang-orang itu nanti makan apa, kerja di mana,” ujarnya.

Yuni mengaku senang karena bantuan tanggap bencana dari pemerintah cepat datang. Pengiriman sembako dari berbagai pihak pun lancar. Bahkan, bantuan sudah datang sehari setelah kejadian. "Bantuan seperti beras, pakaian, semua ada. Makan tinggal ambil," kata dia.

Kini, harapan terbesar Yuni hanya satu, tanah dan rumah untuk memulai kembali kehidupan.

Rumah habis, usaha lenyap, tapi anak-anak selamat

Yuni masih ingat suara dentuman keras dari arah perbukitan menjadi tanda awal sebelum bencana besar itu datang. Dia tak pernah menyangka suara itu merupakan pertanda longsor besar yang akan menghancurkan rumah, usaha, dan kehidupan keluarganya.

"Seperti hutan itu berjalan dari atas ke bawah, setinggi tiang listrik. Belum sempat lari ke bukit, arus lumpur sudah datang duluan. Banyak korban karena semuanya tak sempat menyelamatkan diri," ujar Yuni mengingat hari kejadian bencana.

Di rumah, Yuni tinggal bersama suami dan tiga anaknya. Sejumlah anak tetangga juga biasa bermain di rumahnya. Saat longsor menerjang, keluarga Yuni terseret arus. Anak kedua dan ketiganya berhasil mencapai puncak bukit setelah diselamatkan warga.

Namun, anak pertamanya sempat ikut terseret lumpur bersama dia. "Anak saya yang pertama terseret juga. Arusnya cuma sebentar, tapi kuat sekali. Saya heran kepala saya tidak terendam, hanya badan saya ke bawah saja,” kata dia.

Yuni mengaku membutuhkan hampir dua jam untuk keluar dari tumpukan lumpur dan mencapai bukit. Dia merasa seluruh badannya sakit semua. "Kaki saya sakit semua, ketusuk-ketusuk entah apa. Saya lihat banyak material, batu, kayu, semuanya bercampur."

Di tengah kekacauan itu, Yuni dan suaminya juga sempat menolong seorang tetangga yang terimpit reruntuhan tembok rumah. "Dia tertimbun. Saya bersihkan dulu mukanya. Suami bantu tarik keluar. Alhamdulillah selamat."

Yuni berharap pemerintah mencarikan warga korban bencana tempat tinggal baru. Dia ingin bisa membangun usaha lagi dan memulihkan ekonomi keluarga serta para pekerjanya.

"Terima kasih banyak sudah datang dan membantu. Mudah-mudahan semuanya dipercepat," ujarnya.

Di tengah sisa lumpur dan puing-puing yang pernah menjadi rumahnya, Yuni tetap bersyukur anak-anaknya selamat. "Rumah habis, usaha hilang. Tapi anak-anak selamat, itu yang paling penting," katanya.

Banjir bandang atau galodo yang berasal dari Sungai Alahan Anggang (Nanggang) menghujam permukiman di Palembayan pada Kamis (27/11) sekitar pukul 17.00 WIB. Dua nagari terparah disapu galodo yaitu Salareh Aia dan Salareh Aia Timur.

Posko Basarnas di Palembayan mencatat jumlah korban dalam pencarian sebanyak 60 orang hingga Selasa (2/12). Di Kabupaten Agam, jumlah korban jiwa pada banjir bandang dan longsor mencapai 139 orang dan korban hilang 86 orang.

Adapun di Sumbar, hingga Selasa (2/12) pukul 21.00 WIB, jumlah korban mencapai 194 korban jiwa dan 116 korban hilang. Lebih dari separuh korban jiwa dan hilang berasal dari bencana di Agam.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
Ini Analisa BMKG Terkait...
Ini Analisa BMKG Terkait Gempa Besar M5,4 di Sarmi Papua
Gempa M4,5 Guncang Kendari,...
Gempa M4,5 Guncang Kendari, Berpusat di Darat Akibat Sesar Aktif
Cuaca Ekstrem Picu Banjir...
Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah dalam 2 Hari
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
KPK Telusuri Pembelian...
KPK Telusuri Pembelian Rumah Rp4 Miliar Fadia Arafiq di Cibubur
Rekomendasi
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Berita Terkini
3 Mantan Kapolda Jabar...
3 Mantan Kapolda Jabar yang Duduk di Kabinet Prabowo, 1 di Antaranya Wakapolri
BEM UI: Ekonomi Hanya...
BEM UI: Ekonomi Hanya Tumbuh di Atas Kertas, di Meja Makan Rakyat Tidak Ada yang Berubah
BEM UI Gelar Aksi di...
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Pengendara Diimbau Cari Rute Alternatif
Mahasiswa Turun ke Jalan...
Mahasiswa Turun ke Jalan Hari Ini, 4.151 Personel Gabungan Dikerahkan
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Infografis
Dirjen Dukcapil: Bisa...
Dirjen Dukcapil: Bisa Cetak Lagi dan Gratis untuk E-KTP Hilang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved