Longsor di Depok, Rumah Ini Nyaris Roboh
Jum'at, 05 Desember 2025 - 10:23 WIB
loading...
Peristiwa longsor terjadi di Kecamatan Sukamaju Baru, Tapos, Depok, Jawa Barat. Foto/Ravie Mulia Wardani
A
A
A
DEPOK - Hujan deras di sejumlah wilayah pada Kamis, 4 Desember 2025 menimbulkan sejumlah dampak mulai dari kemacetan lalu lintas hingga longsor. Kejadian longsor terjadi di Kecamatan Sukamaju Baru, Tapos, Depok , Jawa Barat.
Kejadian itu berlangsung, Kamis (4/12/2025) siang. Pantauan SindoNews, terlihat runtuhan tanah ambruk ke Kali Cipinang yang mengalir di sepanjang wilayah tersebut.
Kuat dugaan, longsor dipicu lantaran intensitas hujan yang tinggi sejak beberapa lalu. Nur Wahyono (60), warga RT 05, RW 06, Sukamaju Baru, Tapos, Depok, saksi mata saat terjadinya longsor, mengaku sangat ketakutan lantaran rumahnya berada persis di bawah tebing.
Baca Juga: Mencekam! Ini Penampakan Longsor di Natuna, BPBD Khawatir Longsor Susulan
"Hujan deras kemarin, singkat aja kejadiannya, begitu ambrol, saya takut, langsung saya telepon RT kita," katanya, Jumat (5/12/2025).
Nur Wahyono mengatakan, dirinya langsung berteriak minta tolong. "Aku teriak-teriak tuh pada datang ke sini, pada ngeliat ke sini, yang utama pada nyingkirin balok-balok supaya enggak menghalangi air jalan."
Baca Juga: Dema FISIP UIN Minta Pemerintah Libatkan Mahasiswa Rumuskan Kebijakan Ketenagakerjaan
Pagi ini, Nur Wahyono terus memantau area longsor guna mengantisipasi kemungkinan terburuk. Terlebih, hujan di Depok, Jawa Barat pada Kamis kemarin berlangsung hingga malam hari.
Dia mengaku cukup lega lantaran pihak RT dan RW setempat sudah meninjau lokasi. "Langsung Pak RW di atas datang, Pak Lurah datang, Ketua LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) juga, terus Tagana (Taruna Siaga Bencana) juga datang," tandasnya.
Ketua RT tersebut, Supran, mengatakan warga sudah melakukan antisipasi longsor dengan membersihkan sampah di area tebing pinggir Kali Cipinang yang mengalir di lingkungannya.
"Kejadian longsor ini sebenarnya sudah ada antisipasi sebelumnya, ada wacana (untuk perbaikan tebing). Lingkungan kami di RT 06 RW 05 yang terkena imbas sebenarnya, jadi berseberangan dengan kali ya, itu sebenarnya lingkungan kejadiannya di RT 05 RW 03, masih di kelurahan yang sama," jelas Supran.
Supran mengatakan, warga sudah membersihkan pinggiran kali seperti bambu-bambu dan akan ditindaklanjuti oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU). "Namun belum keburu, hujan datang dan longsor," katanya.
Supran menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan ketua RT di lingkungan longsor serta pihak terkait guna menanggulangi kejadian tersebut. Dia pun berharap adanya tindakan cepat dari pemerintah untuk menangani longsor di wilayah ini.
"Jadi nanti kita berkoordinasi sama RT tersebut. Hari ini kita tunggu tindakan dan solusi apa, mudah-mudahan secepatnya, karena ini darurat ya. Sebenarnya di sini ada komunitas Tagana (Taruna Siaga Bencana), juga ada komunitas Kali Cipinang, ada satgas dan lain-lainnya, semua RT terlibat juga di situ."
Kejadian itu berlangsung, Kamis (4/12/2025) siang. Pantauan SindoNews, terlihat runtuhan tanah ambruk ke Kali Cipinang yang mengalir di sepanjang wilayah tersebut.
Kuat dugaan, longsor dipicu lantaran intensitas hujan yang tinggi sejak beberapa lalu. Nur Wahyono (60), warga RT 05, RW 06, Sukamaju Baru, Tapos, Depok, saksi mata saat terjadinya longsor, mengaku sangat ketakutan lantaran rumahnya berada persis di bawah tebing.
Baca Juga: Mencekam! Ini Penampakan Longsor di Natuna, BPBD Khawatir Longsor Susulan
"Hujan deras kemarin, singkat aja kejadiannya, begitu ambrol, saya takut, langsung saya telepon RT kita," katanya, Jumat (5/12/2025).
Nur Wahyono mengatakan, dirinya langsung berteriak minta tolong. "Aku teriak-teriak tuh pada datang ke sini, pada ngeliat ke sini, yang utama pada nyingkirin balok-balok supaya enggak menghalangi air jalan."
Baca Juga: Dema FISIP UIN Minta Pemerintah Libatkan Mahasiswa Rumuskan Kebijakan Ketenagakerjaan
Pagi ini, Nur Wahyono terus memantau area longsor guna mengantisipasi kemungkinan terburuk. Terlebih, hujan di Depok, Jawa Barat pada Kamis kemarin berlangsung hingga malam hari.
Dia mengaku cukup lega lantaran pihak RT dan RW setempat sudah meninjau lokasi. "Langsung Pak RW di atas datang, Pak Lurah datang, Ketua LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) juga, terus Tagana (Taruna Siaga Bencana) juga datang," tandasnya.
Ketua RT tersebut, Supran, mengatakan warga sudah melakukan antisipasi longsor dengan membersihkan sampah di area tebing pinggir Kali Cipinang yang mengalir di lingkungannya.
"Kejadian longsor ini sebenarnya sudah ada antisipasi sebelumnya, ada wacana (untuk perbaikan tebing). Lingkungan kami di RT 06 RW 05 yang terkena imbas sebenarnya, jadi berseberangan dengan kali ya, itu sebenarnya lingkungan kejadiannya di RT 05 RW 03, masih di kelurahan yang sama," jelas Supran.
Supran mengatakan, warga sudah membersihkan pinggiran kali seperti bambu-bambu dan akan ditindaklanjuti oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU). "Namun belum keburu, hujan datang dan longsor," katanya.
Supran menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan ketua RT di lingkungan longsor serta pihak terkait guna menanggulangi kejadian tersebut. Dia pun berharap adanya tindakan cepat dari pemerintah untuk menangani longsor di wilayah ini.
"Jadi nanti kita berkoordinasi sama RT tersebut. Hari ini kita tunggu tindakan dan solusi apa, mudah-mudahan secepatnya, karena ini darurat ya. Sebenarnya di sini ada komunitas Tagana (Taruna Siaga Bencana), juga ada komunitas Kali Cipinang, ada satgas dan lain-lainnya, semua RT terlibat juga di situ."
(zik)
Lihat Juga :