Pengamat Ini Respons Aksi Zulkifli Hasan di Bencana Sumbar
Kamis, 04 Desember 2025 - 21:29 WIB
loading...
Pengamat pemerintahan Sugiyanto (SGY) merespons aksi Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) saat mengunjungi lokasi bencana banjir dan longsor di Lubuk Minturun, Kota Padang, Sumbar, Minggu (30/11/2025). Foto: Dok Sindonews
A
A
A
PADANG - Pengamat pemerintahan Sugiyanto (SGY) merespons aksi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) saat mengunjungi lokasi bencana banjir dan longsor di Lubuk Minturun, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). Tindakan Zulhas ramai diperbincangkan oleh masyarakat luas.
Aksi Zulhas yang terekam dalam video berdurasi 1 menit 58 detik menampilkan dirinya memanggul satu karung beras dan memberikan bantuan langsung kepada warga terdampak hingga menjadi sorotan dan memicu perdebatan.
Baca juga: Sumbar Dilanda Bencana, Resepsi Pernikahan Putri Gubernur Mahyeldi Ditunda
Sebagian pihak menilai tindakan tersebut pencitraan. Namun, SGY menilai hal itu jauh dari tudingan yang diarahkan ke Zulhas.
"Jika melihat videonya secara lengkap, kita dapat memahami bahwa tindakan Pak Zulhas memanggul beras itu bukan adegan yang dibuat-buat. Itu muncul secara spontan dalam situasi darurat ketika warga benar-benar membutuhkan uluran tangan, kehadiran pejabat, dan perhatian moral,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).
Dalam video pertama, Zulhas berdialog dengan warga dan menjelaskan kondisi rumah yang hilang akibat banjir, termasuk koordinasi dengan Wali Kota setempat untuk menyiapkan lahan relokasi dan rencana percepatan pembangunan kembali rumah warga.
Kemudian, pada video kedua, Zulhas menenangkan warga yang menangis lantaran kehilangan harta benda. Sementara, dalam video ketiga, dia bukan hanya membawa bantuan berupa beras, tetapi juga ikut membersihkan sisa lumpur di lingkungan warga.
"Dalam kondisi bencana, masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan materi, tetapi juga kehadiran figur pemerintah yang memberikan rasa aman dan empati. Tindakan Pak Zulhas mencerminkan itu. Ini lebih dari sekadar tugas formal melainkan panggilan kemanusiaan," kata SGY.
Menurut dia, mengkritik tanpa melihat konteks penuh adalah langkah yang tidak bijak. Untuk itu, lebih baik publik memberikan apresiasi kepada pejabat yang turun langsung membantu daripada mencurigai setiap tindakan positif sebagai pencitraan.
Dia berharap semua pihak, terutama warganet lebih objektif dalam menilai tindakan pejabat publik di lapangan, khususnya dalam kondisi kedaruratan. SGY juga mengajak masyarakat untuk mengutamakan solidaritas dan memberikan dukungan kepada korban bencana.
"Terpenting saat ini adalah bagaimana seluruh pihak dapat bahu-membahu membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Kritik boleh saja, tetapi harus proporsional dan tidak mengaburkan niat baik," ucapnya.
Aksi Zulhas yang terekam dalam video berdurasi 1 menit 58 detik menampilkan dirinya memanggul satu karung beras dan memberikan bantuan langsung kepada warga terdampak hingga menjadi sorotan dan memicu perdebatan.
Baca juga: Sumbar Dilanda Bencana, Resepsi Pernikahan Putri Gubernur Mahyeldi Ditunda
Sebagian pihak menilai tindakan tersebut pencitraan. Namun, SGY menilai hal itu jauh dari tudingan yang diarahkan ke Zulhas.
"Jika melihat videonya secara lengkap, kita dapat memahami bahwa tindakan Pak Zulhas memanggul beras itu bukan adegan yang dibuat-buat. Itu muncul secara spontan dalam situasi darurat ketika warga benar-benar membutuhkan uluran tangan, kehadiran pejabat, dan perhatian moral,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).
Dalam video pertama, Zulhas berdialog dengan warga dan menjelaskan kondisi rumah yang hilang akibat banjir, termasuk koordinasi dengan Wali Kota setempat untuk menyiapkan lahan relokasi dan rencana percepatan pembangunan kembali rumah warga.
Kemudian, pada video kedua, Zulhas menenangkan warga yang menangis lantaran kehilangan harta benda. Sementara, dalam video ketiga, dia bukan hanya membawa bantuan berupa beras, tetapi juga ikut membersihkan sisa lumpur di lingkungan warga.
"Dalam kondisi bencana, masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan materi, tetapi juga kehadiran figur pemerintah yang memberikan rasa aman dan empati. Tindakan Pak Zulhas mencerminkan itu. Ini lebih dari sekadar tugas formal melainkan panggilan kemanusiaan," kata SGY.
Menurut dia, mengkritik tanpa melihat konteks penuh adalah langkah yang tidak bijak. Untuk itu, lebih baik publik memberikan apresiasi kepada pejabat yang turun langsung membantu daripada mencurigai setiap tindakan positif sebagai pencitraan.
Dia berharap semua pihak, terutama warganet lebih objektif dalam menilai tindakan pejabat publik di lapangan, khususnya dalam kondisi kedaruratan. SGY juga mengajak masyarakat untuk mengutamakan solidaritas dan memberikan dukungan kepada korban bencana.
"Terpenting saat ini adalah bagaimana seluruh pihak dapat bahu-membahu membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Kritik boleh saja, tetapi harus proporsional dan tidak mengaburkan niat baik," ucapnya.
(jon)
Lihat Juga :