Imbas Pembatasan Aktivitas di Depok, Idris: Kalau Bicara Rugi, Semuanya Merugi

Selasa, 15 September 2020 - 14:52 WIB
loading...
Imbas Pembatasan Aktivitas...
Wali Kota Depok Mohammad Idris. Foto: Dok SINDOnews
A A A
DEPOK - Wali Kota Depok Mohammad Idris meminta masyarakat memahami soal penerapan pembatasan aktivitas warga (PAW) yang sudah berjalan dua pekan. Pemberlakukan PAW kerap dianggap merugikan pelaku usaha. Namun, dia mengingatkan bahwa banyak juga kalangan yang terdampak karena harus memantau pelaksanaan PAW.

“Kalau bicara rugi, semuanya rugi. Aparat juga yang paling rugi karena tenaganya dan meninggalkan keluarga. Segala macam ini sangat rugi, kalau bicara masalah rugi. Jadi, tolong kita seimbangkan antara perhatian terhadap kesehatan dan kita tidak akan mematikan usaha siapapun,” ujar Idris, Selasa (15/9/2020). (Baca juga: 15 Pasien Terpapar Covid-19 Lakukan Isolasi di Hotel Ibis Grogol)

Dia mengaku banyak yang mengeluh padanya termasuk penjual Pecel Lele di Sawangan. Namun, pihaknya pun tak hanya diam. Ada hal yang masih bisa dilakukan yaitu buka, tapi tidak boleh makan di tempat.

“Itu (keluhan) kita dengarkan. Nanti secara implementasi keluhannya apa dan bisa kita kasihkan jalan keluar. Misalnya tukang Pecel Lele kemarin yang ngadu ke saya di Sawangan, dia bilang bukanya jam 4 sore melayani langsung makan di situ boleh dengan protokol kesehatan sampai pukul 18.00 bapak alihkan untuk take away. Itu bisa sampai pukul 20.00 WIB, jadi bisa disiasati seperti itu,” kata Idris.

Untuk lokasi wisata, Pemkot Depok masih memperbolehkan buka, namun tidak semua bisa buka. Pihaknya memberlakukan protokol kesehatan yang ketat di sana. (Baca juga: 7 Tempat Makan di Jakarta Timur Langgar Protokol Kesehatan, 5 Ditutup)

“Protokolnya masih ada tempat-tempat yang memungkinkan untuk dibuka, tetapi kalau taman atau wisata air khususnya renang itu belum bisa. Kalau setu kan ngga berenang,” katanya.

Pemkot Depok bakal memberlakukan PSBB Proporsional atau PSKS hingga 29 September 2020. Dia berharap tidak ada lagi perpanjangan. “PSBM sementara kalau dari provinsi masih sampai tanggal 29 September. Mudah-mudahan ngga ditambah lagi,” ucapnya.

Menurut Idris, saat ini Depok masih zona merah sehingga diberlakukan PAW. Jika didiamkan saja kemungkinan bisa menjadi zona hitam.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PHK Massal Berisiko...
PHK Massal Berisiko Gerus Kelas Menengah, Sekjen Perindo Ferry Kurnia Dorong Insentif Dunia Usaha
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
Pemerintah dan Dunia...
Pemerintah dan Dunia Usaha Perkuat Kolaborasi pada Perayaan Hari Susu Nusantara 2026
Rekomendasi
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Berangkatkan Umrah Gratis untuk Guru PAUD
Bareskrim: Alamat Server...
Bareskrim: Alamat Server Judi Online Hayam Wuruk di Brasil, China, hingga Vietnam
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Berita Terkini
Licin! Markas Judi Online...
Licin! Markas Judi Online di Hayam Wuruk Kelola 145 Website untuk Hindari Pemblokiran
Sambut HUT Jakarta,...
Sambut HUT Jakarta, Ratusan Sispala Ikuti Lomba Dayung di BKT Jaktim
MNC University Bersama...
MNC University Bersama MNC Peduli Salurkan 2 Ton Beras untuk Warga Kelurahan Kebon Sirih
Gelar Nikah Massal,...
Gelar Nikah Massal, PGN Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved