Prabowo Minta Seluruh Kekuatan Nasional Dikerahkan Tangani Bencana di Sumatera
Senin, 01 Desember 2025 - 07:19 WIB
loading...
Menko PMK Pratikno menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan untuk mengerahkan seluruh kekuatan nasional demi percepatan penanganan bencana yang melanda Aceh, Sumut dan Sumbar. Foto/Ist
A
A
A
MEDAN - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk mengerahkan seluruh kekuatan nasional demi percepatan penanganan bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar). Data dari BNPB, bencana alam banjir dan longsor ini mengakibatkan 442 orang meninggal dunia, dan 402 warga hilang.
"Presiden meminta untuk mengerahkan seluruh kekuatan nasional dalam penanganan tanggap darurat bencana. Seluruh kementerian sudah turun ke lapangan," tegas Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat mengunjungi lokasi bencana di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Sibolga, pada Minggu (30/11/2025).
Baca juga: Update Bencana Aceh, Sumut, Sumbar: 442 Orang Meninggal, 402 Masih Hilang
Ia menjelaskan jajaran pusat dan daerah terus melakukan pendampingan masyarakat, dari seluruh Kementerian dan lembaga, termasuk dari Kapolri, Kepala BNPB, Pangdam, Kapolda, hingga Sekda Provinsi.
"Ini menunjukkan bahwa seluruh K/L berusaha keras semaksimal mungkin mengerahkan kekuatan yang ada untuk membantu masyarakat bersama-sama dengan pemda, TNI, Polri yang sejak awal di hari pertama membantu masyarakat," ujarnya.
Lebih lanjut, Pratikno menyebut masih banyak pekerjaan mendesak dalam tahap tanggap darurat, seperti pembersihan material, penguatan layanan pengungsian, tambahan tenda, logistik, listrik, air, maupun BBM. Bantuan dari berbagai instansi juga terus mengalir ke lokasi-lokasi terdampak.
Dia pun menyampaikan bahwa seluruh sumber daya pemerintah, termasuk aparat TNI, Polri, pemda, dan relawan, terus bekerja di semua posko. Tahap tanggap darurat menjadi prioritas utama, namun pemerintah juga menyiapkan skenario rehabilitasi dan rekonstruksi.
Baca juga: Vladimir Putin Sampaikan Belasungkawa Atas Bencana Banjir dan Longsor Sumatera
"Kita fokus ke tanggap darurat. Pada saat bersamaan tanggap darurat kita juga merancang rehab rekon. Penyediaan huntara, penyediaan hunian tetap, perbaikan infrastruktur, pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat," jelasnya.
Ia menargetkan tahapan tanggap darurat dapat diselesaikan secepat mungkin agar wilayah terdampak segera masuk proses pemulihan.
"Karena kita ingin tanggap darurat bisa segera selesai. Bisa masuk tahap rehab rekon dalam waktu secepat-cepatnya agar masyarakat segera pulih beraktivitas seperti biasa dan lebih tangguh dalam menghadapi bencana ke depan," ungkapnya.
Menko PMK juga mengingatkan bahwa bencana yang terjadi akibat dampak Siklon Tropis Senyar merupakan pembelajaran penting untuk memperkuat kesiapsiagaan nasional. "Jadi kami mengharapkan semua pihak membantu. Seluruh jajaran pemerintah bekerja keras," ungkapnya.
"Mohon pengertiannya kepada masyarakat, banyak sekali kendala yang kita hadapi di lapangan, misalnya pengerahan alat berat yang tidak mudah. Tapi akan terus menerus kita upayakan," sebutnya.
"Presiden meminta untuk mengerahkan seluruh kekuatan nasional dalam penanganan tanggap darurat bencana. Seluruh kementerian sudah turun ke lapangan," tegas Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat mengunjungi lokasi bencana di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Sibolga, pada Minggu (30/11/2025).
Baca juga: Update Bencana Aceh, Sumut, Sumbar: 442 Orang Meninggal, 402 Masih Hilang
Ia menjelaskan jajaran pusat dan daerah terus melakukan pendampingan masyarakat, dari seluruh Kementerian dan lembaga, termasuk dari Kapolri, Kepala BNPB, Pangdam, Kapolda, hingga Sekda Provinsi.
"Ini menunjukkan bahwa seluruh K/L berusaha keras semaksimal mungkin mengerahkan kekuatan yang ada untuk membantu masyarakat bersama-sama dengan pemda, TNI, Polri yang sejak awal di hari pertama membantu masyarakat," ujarnya.
Lebih lanjut, Pratikno menyebut masih banyak pekerjaan mendesak dalam tahap tanggap darurat, seperti pembersihan material, penguatan layanan pengungsian, tambahan tenda, logistik, listrik, air, maupun BBM. Bantuan dari berbagai instansi juga terus mengalir ke lokasi-lokasi terdampak.
Dia pun menyampaikan bahwa seluruh sumber daya pemerintah, termasuk aparat TNI, Polri, pemda, dan relawan, terus bekerja di semua posko. Tahap tanggap darurat menjadi prioritas utama, namun pemerintah juga menyiapkan skenario rehabilitasi dan rekonstruksi.
Baca juga: Vladimir Putin Sampaikan Belasungkawa Atas Bencana Banjir dan Longsor Sumatera
"Kita fokus ke tanggap darurat. Pada saat bersamaan tanggap darurat kita juga merancang rehab rekon. Penyediaan huntara, penyediaan hunian tetap, perbaikan infrastruktur, pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat," jelasnya.
Ia menargetkan tahapan tanggap darurat dapat diselesaikan secepat mungkin agar wilayah terdampak segera masuk proses pemulihan.
"Karena kita ingin tanggap darurat bisa segera selesai. Bisa masuk tahap rehab rekon dalam waktu secepat-cepatnya agar masyarakat segera pulih beraktivitas seperti biasa dan lebih tangguh dalam menghadapi bencana ke depan," ungkapnya.
Menko PMK juga mengingatkan bahwa bencana yang terjadi akibat dampak Siklon Tropis Senyar merupakan pembelajaran penting untuk memperkuat kesiapsiagaan nasional. "Jadi kami mengharapkan semua pihak membantu. Seluruh jajaran pemerintah bekerja keras," ungkapnya.
"Mohon pengertiannya kepada masyarakat, banyak sekali kendala yang kita hadapi di lapangan, misalnya pengerahan alat berat yang tidak mudah. Tapi akan terus menerus kita upayakan," sebutnya.
(shf)
Lihat Juga :