18 Jembatan Putus di Padang Pariaman Diterjang Banjir-Longsor Sumatera
Sabtu, 29 November 2025 - 23:37 WIB
loading...
Terjangan banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera Barat mengakibatkan putusnya beberapa jembatan penghubung. Foto/BPNB
A
A
A
PADANG PARIAMAN - Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari meninjau langsung kondisi infrastruktur yang rusak akibat banjir dan longsor di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Sabtu (29/11/2025). Kunjungan dilakukan di kawasan Jembatan Batang Anai yang menjadi salah satu titik terparah pasca bencana alam.
![18 Jembatan Putus di Padang Pariaman Diterjang Banjir-Longsor Sumatera]()
Dari tinjauan lapangan dan laporan pemda, diketahui bahwa sedikitnya 18 jembatan di Padang Pariaman mengalami kerusakan, termasuk 4 jembatan besar di sepanjang Sungai Batang Anai serta 14 jembatan kecil yang ambruk diterjang arus. Selain itu, 14 hingga 16 ruas jalan putus dan sejumlah kawasan sempat terisolasi.
Baca juga: Update Korban Banjir dan Longsor Sumbar, BNPB: 90 Orang Tewas dan 85 Warga Hilang
"Topik dasar hari ini adalah melihat langsung kondisi infrastruktur di Padang Pariaman, terutama jembatan-jembatan yang putus. Semua data akan dirangkum supaya mendapatkan perhatian dan perbaikan pada waktunya," kata Qodari.
Ia juga turut mengecek kondisi warga. Menurutnya, 80 persen warga sudah kembali ke rumah. Mereka yang masih di pengungsian, warga yang rumahnya berada di area rawan atau hanyut terbawa arus.
Dalam kesempatan itu, Qodari juga menyoroti dampak ekonomi akibat terputusnya jalur utama seperti Jalan Lintas Utama di kawasan Lembah Anai. Banyak warung dan usaha kecil tutup karena sepinya arus kendaraan.
Baca juga: Prabowo Instruksikan Penanganan Serius Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
“Perbaikan perlu segera, bukan hanya untuk mobilitas tetapi untuk menggerakkan kembali ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia memastikan bahwa seluruh temuan dan laporan di lapangan akan dibawa ke pemerintah pusat untuk ditindaklanjuti secara koordinatif, sehingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan cepat, tepat, dan terpadu.
“Ini semua nanti akan direview secara keseluruhan. Penanganan tidak hanya di Sumatera Barat, tetapi juga Sumatera Utara dan Aceh,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Padang Pariaman John Kennedy Azis menjelaskan bahwa kerusakan jembatan menjadi tantangan besar karena berdampak langsung pada akses warga. Bahkan di beberapa wilayah, warga harus memutar hingga 20 kilometer akibat jembatan utama terputus.
"Ada sekitar 18 jembatan yang putus, termasuk empat jembatan besar di sepanjang Sungai Batang Anai. Selain itu, ada 14 sampai 16 titik jalan yang hancur," ujar Azis.

Dari tinjauan lapangan dan laporan pemda, diketahui bahwa sedikitnya 18 jembatan di Padang Pariaman mengalami kerusakan, termasuk 4 jembatan besar di sepanjang Sungai Batang Anai serta 14 jembatan kecil yang ambruk diterjang arus. Selain itu, 14 hingga 16 ruas jalan putus dan sejumlah kawasan sempat terisolasi.
Baca juga: Update Korban Banjir dan Longsor Sumbar, BNPB: 90 Orang Tewas dan 85 Warga Hilang
"Topik dasar hari ini adalah melihat langsung kondisi infrastruktur di Padang Pariaman, terutama jembatan-jembatan yang putus. Semua data akan dirangkum supaya mendapatkan perhatian dan perbaikan pada waktunya," kata Qodari.
Ia juga turut mengecek kondisi warga. Menurutnya, 80 persen warga sudah kembali ke rumah. Mereka yang masih di pengungsian, warga yang rumahnya berada di area rawan atau hanyut terbawa arus.
Dalam kesempatan itu, Qodari juga menyoroti dampak ekonomi akibat terputusnya jalur utama seperti Jalan Lintas Utama di kawasan Lembah Anai. Banyak warung dan usaha kecil tutup karena sepinya arus kendaraan.
Baca juga: Prabowo Instruksikan Penanganan Serius Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
“Perbaikan perlu segera, bukan hanya untuk mobilitas tetapi untuk menggerakkan kembali ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia memastikan bahwa seluruh temuan dan laporan di lapangan akan dibawa ke pemerintah pusat untuk ditindaklanjuti secara koordinatif, sehingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan cepat, tepat, dan terpadu.
“Ini semua nanti akan direview secara keseluruhan. Penanganan tidak hanya di Sumatera Barat, tetapi juga Sumatera Utara dan Aceh,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Padang Pariaman John Kennedy Azis menjelaskan bahwa kerusakan jembatan menjadi tantangan besar karena berdampak langsung pada akses warga. Bahkan di beberapa wilayah, warga harus memutar hingga 20 kilometer akibat jembatan utama terputus.
"Ada sekitar 18 jembatan yang putus, termasuk empat jembatan besar di sepanjang Sungai Batang Anai. Selain itu, ada 14 sampai 16 titik jalan yang hancur," ujar Azis.
(shf)
Lihat Juga :