Update Korban Banjir Sumut, 147 Orang Tewas dan 147 Hilang
Sabtu, 29 November 2025 - 16:56 WIB
loading...
Polda Sumut menyatakan bencana alam banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah Sumut mengakibatkan 147 orang tewas dan 174 warga hilang. Foto/SindoNews
A
A
A
MEDAN - Polda Sumatera Utara (Sumut) menyatakan bencana alam banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah Sumut mengakibatkan 147 orang tewas dan 174 warga hilang. Hingga kini polisi bersama tim gabungan masih melakukan pencarian dan evakuasi para korban.
Dalam update terbaru yang disampaikan, Polda Sumut menyatakan situasi terkini penanganan bencana alam banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumut sejak 24 November 2025 lalu hingga Sabtu 29 November 2025.
Baca juga: Prabowo Instruksikan Kebutuhan Dasar Korban Bencana di 3 Provinsi Sumatera Terpenuhi
Selama kurun waktu enam bulan, telah terjadi 488 kali bencana alam, yakni banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan angin puting beliung. Bencana alam ini meliputi 21 wilayah hukum Polres di Polda Sumut.
Totak korban akibat bencana ini mencapai 1.076 jiwa, yang terdiri dari 147 orang meninggal dunia, 32 luka berat, 722 luka ringan, dan 174 orang hilang dan hingga kini masih dalam pencarian. Selain itu, tercatat 28.427 warga terpaksa mengungsi.
“Polda Sumut bersama seluruh Polres jajaran sejak awal terus memberikan yang terbaik. Personel kami turun melakukan SAR, evakuasi korban, membuka akses yang terputus, serta memastikan seluruh bantuan bisa sampai kepada masyarakat,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan dikutip dari iNews Medan, pada Sabtu (29/11/2025).
Dia menjelaskan bahwa Tapanuli Tengah (Tapteng) menjadi wilayah yang paling parah terdampak, yakni 56 kali bencana yang mengakibatkan 47 orang dilaporkan meninggal dunia dan 51 orang masih dalam pencarian.
Baca juga: MPR Minta Penegak Hukum Telusuri Asal-usul Kayu Gelondongan Terseret Banjir di Sumut
Sementara itu, di Kota Sibolga, 33 korban meninggal dunia dan 56 orang dilaporkan hilang. Wilayah lain seperti Tapanuli Utara (Taput), Tapanuli Selatan (Tapsel), dan Mandailing Natal (Madina) juga mengalami peningkatan jumlah longsor dan banjir yang memaksa ribuan warga mengungsi.
Polda Sumut mengerahkan 3.553 personel ke lokasi banjir untuk melakukan evakuasi, operasi SAR, pembukaan akses jalan yang terputus, distribusi logistik, pendirian dapur lapangan, serta pelayanan kesehatan bagi warga korban banjir.
“Penanganan bencana ini kami lakukan bersama BNPB, Basarnas, TNI, Pemerintah Daerah, relawan, dan seluruh unsur terkait. Kepolisian memastikan koordinasi berjalan efektif sehingga setiap upaya penyelamatan bisa dilakukan cepat dan tepat,” sebut Ferry Walintukan.
Dia menegaskan bahwa prioritas utama difokuskan untuk penyelamatan jiwa, percepatan pencarian korban hilang, dan pemulihan masyarakat terdampak.
Sedangkan untuk mengatasi masalah komunikasi, Polda Sumut mengerahkan 5 Starlink, didukung oleh 60 radio komunikasi Harris, 1 mobil repeater, 1 mobil Komob (komunikasi mobil), dan 1 drone.
Dalam update terbaru yang disampaikan, Polda Sumut menyatakan situasi terkini penanganan bencana alam banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumut sejak 24 November 2025 lalu hingga Sabtu 29 November 2025.
Baca juga: Prabowo Instruksikan Kebutuhan Dasar Korban Bencana di 3 Provinsi Sumatera Terpenuhi
Selama kurun waktu enam bulan, telah terjadi 488 kali bencana alam, yakni banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan angin puting beliung. Bencana alam ini meliputi 21 wilayah hukum Polres di Polda Sumut.
Totak korban akibat bencana ini mencapai 1.076 jiwa, yang terdiri dari 147 orang meninggal dunia, 32 luka berat, 722 luka ringan, dan 174 orang hilang dan hingga kini masih dalam pencarian. Selain itu, tercatat 28.427 warga terpaksa mengungsi.
“Polda Sumut bersama seluruh Polres jajaran sejak awal terus memberikan yang terbaik. Personel kami turun melakukan SAR, evakuasi korban, membuka akses yang terputus, serta memastikan seluruh bantuan bisa sampai kepada masyarakat,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan dikutip dari iNews Medan, pada Sabtu (29/11/2025).
Dia menjelaskan bahwa Tapanuli Tengah (Tapteng) menjadi wilayah yang paling parah terdampak, yakni 56 kali bencana yang mengakibatkan 47 orang dilaporkan meninggal dunia dan 51 orang masih dalam pencarian.
Baca juga: MPR Minta Penegak Hukum Telusuri Asal-usul Kayu Gelondongan Terseret Banjir di Sumut
Sementara itu, di Kota Sibolga, 33 korban meninggal dunia dan 56 orang dilaporkan hilang. Wilayah lain seperti Tapanuli Utara (Taput), Tapanuli Selatan (Tapsel), dan Mandailing Natal (Madina) juga mengalami peningkatan jumlah longsor dan banjir yang memaksa ribuan warga mengungsi.
Polda Sumut mengerahkan 3.553 personel ke lokasi banjir untuk melakukan evakuasi, operasi SAR, pembukaan akses jalan yang terputus, distribusi logistik, pendirian dapur lapangan, serta pelayanan kesehatan bagi warga korban banjir.
“Penanganan bencana ini kami lakukan bersama BNPB, Basarnas, TNI, Pemerintah Daerah, relawan, dan seluruh unsur terkait. Kepolisian memastikan koordinasi berjalan efektif sehingga setiap upaya penyelamatan bisa dilakukan cepat dan tepat,” sebut Ferry Walintukan.
Dia menegaskan bahwa prioritas utama difokuskan untuk penyelamatan jiwa, percepatan pencarian korban hilang, dan pemulihan masyarakat terdampak.
Sedangkan untuk mengatasi masalah komunikasi, Polda Sumut mengerahkan 5 Starlink, didukung oleh 60 radio komunikasi Harris, 1 mobil repeater, 1 mobil Komob (komunikasi mobil), dan 1 drone.
(shf)
Lihat Juga :