Sampaikan Duka Mendalam, Mardiono Instruksikan Kader PPP Bantu Korban Bencana di Sumatera
Jum'at, 28 November 2025 - 20:51 WIB
loading...
Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono menginstruksikan kader membantu korban banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Foto banjir dan lumpur di kawasan Lubuk Minturun, Koto Tengah, Kota Padang. Foto/BNPB
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono menyampaikan dukacita mendalam atas musibah bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Bencana yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini menimbulkan korban jiwa, kerusakan fasilitas publik, serta mengharuskan banyak warga mengungsi.
Mardiono menegaskan bahwa duka ini bukan hanya milik masyarakat setempat, tetapi juga menjadi duka seluruh bangsa Indonesia. “Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga Allah SWT memberi kekuatan, perlindungan, dan ketabahan bagi saudara-saudara kita yang tengah menghadapi ujian ini,” ujar Mardiono, Jumat (28/11/2025).
Baca juga: Update Bencana Banjir di Sumbar: 23 Orang Tewas, 12 Masih Hilang
Dia memanjatkan doa agar masyarakat yang terdampak diberikan keselamatan dan kemudahan dalam proses pemulihan menuju kondisi semula.“Kita berdoa bersama agar musibah ini segera berlalu, warga yang terluka diberikan kesembuhan, dan mereka yang kehilangan tempat tinggal segera mendapatkan tempat yang aman,” ungkapnya.
Mardiono menginstruksikan seluruh struktur kader di daerah atau wilayah terdampak untuk sigap turun membantu warga. Seperti menyalurkan bantuan logistik, relawan, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah.
“PPP sebagai partai umat Insya Allah akan hadir dalam situasi darurat seperti ini. Kami bergerak cepat untuk memberikan dukungan nyata,” tegasnya.
Sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Mardiono juga mengaku bahwa pemerintah terus berkomitmen memberikan pertolongan terbaik. Salah satunya memastikan akses pangan tetap terjaga bagi masyarakat yang terdampak.
Baca juga: Wali Kota Sibolga Hilang Kontak sejak Selasa, Pesan Terakhir Terjebak Banjir dan Longsor di Sitahuis
“Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto agar seluruh unsur pemerintah fokus dan memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dan penangan dilakukan tanpa penundaan. Ketahanan pangan bukan hanya program, tetapi wujud kepedulian agar setiap warga tetap kuat menghadapi situasi yang sulit,” lanjutnya.
Terakhir, Mardiono mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk saling menguatkan dan membantu saudara sebangsa yang sedang mengalami musibah. “Ini saatnya kita mempererat persaudaraan dan solidaritas. Semoga Allah SWT memudahkan setiap langkah bangsa ini dalam menghadapi ujian,” pungkasnya.
Mardiono menegaskan bahwa duka ini bukan hanya milik masyarakat setempat, tetapi juga menjadi duka seluruh bangsa Indonesia. “Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga Allah SWT memberi kekuatan, perlindungan, dan ketabahan bagi saudara-saudara kita yang tengah menghadapi ujian ini,” ujar Mardiono, Jumat (28/11/2025).
Baca juga: Update Bencana Banjir di Sumbar: 23 Orang Tewas, 12 Masih Hilang
Dia memanjatkan doa agar masyarakat yang terdampak diberikan keselamatan dan kemudahan dalam proses pemulihan menuju kondisi semula.“Kita berdoa bersama agar musibah ini segera berlalu, warga yang terluka diberikan kesembuhan, dan mereka yang kehilangan tempat tinggal segera mendapatkan tempat yang aman,” ungkapnya.
Mardiono menginstruksikan seluruh struktur kader di daerah atau wilayah terdampak untuk sigap turun membantu warga. Seperti menyalurkan bantuan logistik, relawan, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah.
“PPP sebagai partai umat Insya Allah akan hadir dalam situasi darurat seperti ini. Kami bergerak cepat untuk memberikan dukungan nyata,” tegasnya.
Sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Mardiono juga mengaku bahwa pemerintah terus berkomitmen memberikan pertolongan terbaik. Salah satunya memastikan akses pangan tetap terjaga bagi masyarakat yang terdampak.
Baca juga: Wali Kota Sibolga Hilang Kontak sejak Selasa, Pesan Terakhir Terjebak Banjir dan Longsor di Sitahuis
“Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto agar seluruh unsur pemerintah fokus dan memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dan penangan dilakukan tanpa penundaan. Ketahanan pangan bukan hanya program, tetapi wujud kepedulian agar setiap warga tetap kuat menghadapi situasi yang sulit,” lanjutnya.
Terakhir, Mardiono mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk saling menguatkan dan membantu saudara sebangsa yang sedang mengalami musibah. “Ini saatnya kita mempererat persaudaraan dan solidaritas. Semoga Allah SWT memudahkan setiap langkah bangsa ini dalam menghadapi ujian,” pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :