Penerapan Otsus Dorong Pendidikan di Papua Maju Pesat
Selasa, 25 November 2025 - 18:13 WIB
loading...
Dinas Pendidikan Provinsi Papua menyebut penerapan Otsus mendorong pendidikan di Tanah Papua. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Dinas Pendidikan Provinsi Papua menegaskan komitmen dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan bagi Orang Asli Papua (OAP) . Hal itu dalam rangka mewujudkan generasi emas Papua.
Kepala Bidang Mutu dan Layanan Pendidikan Dinas Pendidikan Papua Elia Waromi menuturkan, selama 24 tahun implementasi Otonomi Khusus (Otsus), berbagai program afirmasi telah memberikan dampak besar bagi generasi muda Papua.
”Sebagai orang asli Papua, kami merasakan langsung kemajuan pembangunan pendidikan sejak Otsus diberlakukan. Banyak anak Papua kini bisa mengenyam pendidikan tinggi hingga luar negeri,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).
Menurut Elia dukungan tersebut merupakan bagian dari amanah UUD 1945, UU No. 2 Tahun 2021 tentang Otsus Papua, serta Asta Cita Presiden Prabowo yang menempatkan pembangunan manusia sebagai prioritas utama.
Baca juga: Penyaluran Dana Otsus Diusulkan lewat BLT ke Rakyat Papua
Berbagai program seperti Afirmasi Pendidikan Menengah (Adem) dan Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADiK) membuka peluang besar bagi putra-putri OAP untuk mengenyam pendidikan di kampus-kampus terkemuka.
Dalam dua dekade terakhir, ribuan pelajar Papua telah menyelesaikan studi hingga jenjang sarjana, magister, doktor, bahkan mencapai profesi dan kepakaran akademik.
“Keberhasilan ini menjadi bukti kuat bahwa Otsus menghadirkan perubahan positif dan membuka ruang luas bagi kemajuan pendidikan OAP,” kata Elia.
Baca juga: Freeport Apresiasi 3 Anak Muda Papua dari Suku Amungme dan Kamoro Raih Gelar Dokter
Selain memperluas akses pendidikan tinggi, Pemerintah Provinsi Papua juga memperkuat layanan pendidikan inklusif melalui program kelas terintegrasi bagi anak putus sekolah, korban kasus sosial, dan siswa yang membutuhkan pendekatan alternatif.
Program yang diinisiasi bersama Wahana Visi Indonesia (WVI) ini menjadi langkah strategis untuk memastikan tidak ada anak di Papua yang tertinggal dalam mendapatkan hak pendidikan.
“Kami sangat mendukung program ini karena menyangkut masa depan generasi Papua. Setiap anak, apa pun latar belakangnya, harus diberi kesempatan untuk kembali ke sekolah,” ujar Elia.
Elia menegaskan keberhasilan program ini memerlukan kolaborasi berbagai pihak mulai dari Dinas Sosial, DP3AKB, pemerintah daerah, hingga para guru di sekolah-sekolah sasaran. Program ini akan dijalankan hingga 2027 dengan evaluasi berkala bersama pemerintah daerah dan WVI.
Kepala SMKS YPK 2 Teknologi dan Rekayasa Biak Numfor Soleman Salomo Sroyer menyatakan kesiapan sekolahnya untuk menjadi pilot project kelas terintegrasi. Nantinya, pendekatan pada siswa di kelas ini berbeda.
“Kami menyiapkan metode dan fasilitas belajar yang disesuaikan kebutuhan mereka agar kembali percaya diri dan mampu menyelesaikan pendidikan,” ungkapnya.
Soleman berharap hadirnya kelas terintegrasi menjadi ruang baru untuk membangkitkan semangat belajar anak-anak Papua. Berbagai upaya pemerintah melalui Otsus, afirmasi pendidikan, dan program kelas terintegrasi kini semakin mempercepat kemajuan pendidikan Papua.
Dampak positif terlihat dari meningkatnya angka partisipasi sekolah, lahirnya generasi muda berprestasi, serta semakin terbukanya akses pendidikan berkualitas hingga pelosok daerah.
“Pembangunan pendidikan yang konsisten dan terarah ini menjadi fondasi kuat bagi lahirnya generasi emas Papua yang siap berkontribusi bagi pembangunan daerah dan kemajuan Indonesia,” katanya.
Kepala Bidang Mutu dan Layanan Pendidikan Dinas Pendidikan Papua Elia Waromi menuturkan, selama 24 tahun implementasi Otonomi Khusus (Otsus), berbagai program afirmasi telah memberikan dampak besar bagi generasi muda Papua.
”Sebagai orang asli Papua, kami merasakan langsung kemajuan pembangunan pendidikan sejak Otsus diberlakukan. Banyak anak Papua kini bisa mengenyam pendidikan tinggi hingga luar negeri,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).
Menurut Elia dukungan tersebut merupakan bagian dari amanah UUD 1945, UU No. 2 Tahun 2021 tentang Otsus Papua, serta Asta Cita Presiden Prabowo yang menempatkan pembangunan manusia sebagai prioritas utama.
Baca juga: Penyaluran Dana Otsus Diusulkan lewat BLT ke Rakyat Papua
Berbagai program seperti Afirmasi Pendidikan Menengah (Adem) dan Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADiK) membuka peluang besar bagi putra-putri OAP untuk mengenyam pendidikan di kampus-kampus terkemuka.
Dalam dua dekade terakhir, ribuan pelajar Papua telah menyelesaikan studi hingga jenjang sarjana, magister, doktor, bahkan mencapai profesi dan kepakaran akademik.
“Keberhasilan ini menjadi bukti kuat bahwa Otsus menghadirkan perubahan positif dan membuka ruang luas bagi kemajuan pendidikan OAP,” kata Elia.
Baca juga: Freeport Apresiasi 3 Anak Muda Papua dari Suku Amungme dan Kamoro Raih Gelar Dokter
Selain memperluas akses pendidikan tinggi, Pemerintah Provinsi Papua juga memperkuat layanan pendidikan inklusif melalui program kelas terintegrasi bagi anak putus sekolah, korban kasus sosial, dan siswa yang membutuhkan pendekatan alternatif.
Program yang diinisiasi bersama Wahana Visi Indonesia (WVI) ini menjadi langkah strategis untuk memastikan tidak ada anak di Papua yang tertinggal dalam mendapatkan hak pendidikan.
“Kami sangat mendukung program ini karena menyangkut masa depan generasi Papua. Setiap anak, apa pun latar belakangnya, harus diberi kesempatan untuk kembali ke sekolah,” ujar Elia.
Elia menegaskan keberhasilan program ini memerlukan kolaborasi berbagai pihak mulai dari Dinas Sosial, DP3AKB, pemerintah daerah, hingga para guru di sekolah-sekolah sasaran. Program ini akan dijalankan hingga 2027 dengan evaluasi berkala bersama pemerintah daerah dan WVI.
Kepala SMKS YPK 2 Teknologi dan Rekayasa Biak Numfor Soleman Salomo Sroyer menyatakan kesiapan sekolahnya untuk menjadi pilot project kelas terintegrasi. Nantinya, pendekatan pada siswa di kelas ini berbeda.
“Kami menyiapkan metode dan fasilitas belajar yang disesuaikan kebutuhan mereka agar kembali percaya diri dan mampu menyelesaikan pendidikan,” ungkapnya.
Soleman berharap hadirnya kelas terintegrasi menjadi ruang baru untuk membangkitkan semangat belajar anak-anak Papua. Berbagai upaya pemerintah melalui Otsus, afirmasi pendidikan, dan program kelas terintegrasi kini semakin mempercepat kemajuan pendidikan Papua.
Dampak positif terlihat dari meningkatnya angka partisipasi sekolah, lahirnya generasi muda berprestasi, serta semakin terbukanya akses pendidikan berkualitas hingga pelosok daerah.
“Pembangunan pendidikan yang konsisten dan terarah ini menjadi fondasi kuat bagi lahirnya generasi emas Papua yang siap berkontribusi bagi pembangunan daerah dan kemajuan Indonesia,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :