Tangerang Tuan Rumah Pertemuan Akbar Bertema Ibadah Murni, Dihadiri 21 Negara
Minggu, 23 November 2025 - 14:53 WIB
loading...
Sejumlah delegasi dari berbagai negara akan menghadiri Pertemuan Istimewa Saksi-Saksi Yehuwa 2025 bertema Ibadah Murni di Tangerang, tepatnya ICE BSD pada 12-14 Desember dan 26-28 Desember 2025. Foto: Ist
A
A
A
TANGERANG - Sejumlah delegasi dari berbagai negara akan menghadiri Pertemuan Istimewa Saksi-Saksi Yehuwa 2025 bertema Ibadah Murni di Tangerang, tepatnya ICE BSD pada 12-14 Desember dan 26-28 Desember 2025. Tangerang menjadi salah satu dari 14 kota penyelenggara pertemuan internasional pada 2025 dan menunjukkan posisi strategis Indonesia di kancah global.
Negara-negara yang akan mengirimkan perwakilannya antara lain Australia, Jepang, Malaysia, Myanmar, Belanda, Filipina, Taiwan, Thailand. Kemudian, Brasil, Kanada, Jerman, Swiss, Austria, Liechtenstein, Luksemburg, Kolombia, India, Italia, Sri Lanka, dan Amerika Serikat.
Kedatangan ribuan delegasi internasional ke Jakarta dan Tangerang ini memberi dampak sangat positif bagi perekonomian lokal, di mana perputaran ekonomi akan menyentuh angka USD27 juta atau sekitar Rp440 miliar. Dana sebesar ini akan mengalir ke berbagai sektor usaha, mulai transportasi lokal, industri kuliner, akomodasi perhotelan, hingga belanja dan pariwisata, memberikan stimulus vital, terutama bagi sektor-sektor yang mungkin terdampak fluktuasi ekonomi.
Industri perhotelan diperkirakan mengalami lonjakan okupansi, restoran dan kafe akan ramai dikunjungi, dan UMKM mendapatkan peluang besar untuk menjajakan produk lokal kepada pasar internasional.
Dampak ekonomi yang masif ini membuktikan bahwa acara keagamaan berskala besar juga mampu berperan sebagai motor penggerak perekonomian regional, menjadikan Tangerang dan Jakarta sebagai destinasi yang menguntungkan secara finansial.
Acara tahunan ini secara konsisten menempatkan fokus pada isu-isu substantif yang relevan dengan kehidupan rohani dan sehari-hari para hadirin. Tema Ibadah Murni pada 2025 secara khusus berupaya mengupas tuntas tentang pengabdian sejati, bagaimana cara memperkuat iman, dan praktik ibadah yang menyegarkan dalam kehidupan yang serba cepat.
"Banyak orang punya keinginan tulus untuk benar-benar mengabdi kepada Pencipta dan ingin memperkuat iman mereka. Acara tahun ini akan membahas bagaimana kita bisa mengutamakan ibadah yang sejati dalam kehidupan kita dan bagaimana itu bisa membantu kita punya harapan masa depan," ujar juru bicara nasional Saksi-Saksi Yehuwa.
Josafat, warga Jakarta mengaku antusias untuk menghadiri acara ini. "Kesempatan melihat begitu banyak budaya indah dipersatukan dalam acara yang menguatkan ini menjadi salah satu hal istimewa dalam pertemuan tersebut," katanya.
Negara-negara yang akan mengirimkan perwakilannya antara lain Australia, Jepang, Malaysia, Myanmar, Belanda, Filipina, Taiwan, Thailand. Kemudian, Brasil, Kanada, Jerman, Swiss, Austria, Liechtenstein, Luksemburg, Kolombia, India, Italia, Sri Lanka, dan Amerika Serikat.
Kedatangan ribuan delegasi internasional ke Jakarta dan Tangerang ini memberi dampak sangat positif bagi perekonomian lokal, di mana perputaran ekonomi akan menyentuh angka USD27 juta atau sekitar Rp440 miliar. Dana sebesar ini akan mengalir ke berbagai sektor usaha, mulai transportasi lokal, industri kuliner, akomodasi perhotelan, hingga belanja dan pariwisata, memberikan stimulus vital, terutama bagi sektor-sektor yang mungkin terdampak fluktuasi ekonomi.
Industri perhotelan diperkirakan mengalami lonjakan okupansi, restoran dan kafe akan ramai dikunjungi, dan UMKM mendapatkan peluang besar untuk menjajakan produk lokal kepada pasar internasional.
Dampak ekonomi yang masif ini membuktikan bahwa acara keagamaan berskala besar juga mampu berperan sebagai motor penggerak perekonomian regional, menjadikan Tangerang dan Jakarta sebagai destinasi yang menguntungkan secara finansial.
Acara tahunan ini secara konsisten menempatkan fokus pada isu-isu substantif yang relevan dengan kehidupan rohani dan sehari-hari para hadirin. Tema Ibadah Murni pada 2025 secara khusus berupaya mengupas tuntas tentang pengabdian sejati, bagaimana cara memperkuat iman, dan praktik ibadah yang menyegarkan dalam kehidupan yang serba cepat.
"Banyak orang punya keinginan tulus untuk benar-benar mengabdi kepada Pencipta dan ingin memperkuat iman mereka. Acara tahun ini akan membahas bagaimana kita bisa mengutamakan ibadah yang sejati dalam kehidupan kita dan bagaimana itu bisa membantu kita punya harapan masa depan," ujar juru bicara nasional Saksi-Saksi Yehuwa.
Josafat, warga Jakarta mengaku antusias untuk menghadiri acara ini. "Kesempatan melihat begitu banyak budaya indah dipersatukan dalam acara yang menguatkan ini menjadi salah satu hal istimewa dalam pertemuan tersebut," katanya.
(jon)
Lihat Juga :