Akses Internet di Desa-desa Terpencil Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat
Sabtu, 22 November 2025 - 13:54 WIB
loading...
Diskominfo Pemprov Kaltim bersinergi dengan Telkomsat terus mempercepat pembangunan jaringan internet desa, terutama di daerah terpencil. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Tersedianya akses internet di desa-desa terpencil dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, meningkatkan akses pendidikan dan kesehatan, serta membuka peluang ekonomi baru. Ketersediaan internet itulah yang saat ini terus diupayakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim).
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemprov Kaltim menyatakan akan terus mempercepat pembangunan jaringan internet desa. Hingga November 2025, realisasi pemasangan internet desa telah mencapai 80%, atau setara 672 desa dari total target tahun ini.
Baca juga: SMA di Pelosok Maluku Utara Semakin Banyak Bisa Akses Internet
Upaya Pemprov Kaltim sejalan dengan peran penting yang dimainkan oleh Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) dalam memperluas konektivitas internet di Indonesia. Bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah, Telkomsat terus berupaya meningkatkan akses internet di desa-desa terpencil di wilayah Indonesia.
Direktur Utama PT Telkom Satelit Indonesia Lukman Hakim Abd Rauf menyampaikan apresiasi atas komitmen kuat pemerintah pusat dan daerah dalam memperluas akses digital bagi masyarakat.
Tersedianya akses internet di desa-desa terpencil dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, meningkatkan akses pendidikan dan kesehatan, serta membuka peluang ekonomi baru.
Baca juga: Longsor Banjarnegara, 12 Korban Tewas Ditemukan, 18 Warga Masih Hilang
“Kami akan terus mendukung transformasi digital dengan teknologi satelit yang mampu menjangkau seluruh penjuru daratan dan perairan Indonesia yang belum atau tidak terjangkau oleh jaringan kabel dan seluler,” ungkap Lukman dalam keterangannya, dikutip Sabtu (22/11/2025).
Lukman menambahkan, berdasarkan riset nasional, masih terdapat banyak wilayah di Nusantara, yang tergolong area minim sinyal atau blank spot. Oleh karena itu, peran satelit menjadi kunci dalam mewujudkan keadilan akses informasi di seluruh pelosok negeri.
“Kami tidak hanya fokus pada sektor industri, tetapi juga berperan aktif membantu pemerintah provinsi memperluas konektivitas bagi masyarakat,” imbuhnya.
Dengan teknologi satelit, pihaknya telah menjangkau 78 desa di Kalimantan Timur termasuk memperluas jangkauan internet hingga ke daerah terpencil. Untuk dapat menjangkau hingga ke pelosok desa terpencil yang tidak terjangkau jaringan kabel dan selular, maka teknologi satelit dapat mewujudkan realisasi pemerataan konektivitas internet di wilayah Kalimantan Timur yang mencakup desa-desa di beberapa kabupaten seperti Berau; Kutai Barat; Kutai Kartanegara; Kutai Timur; Mahakam Ulu; Paser dan Penajam Paser Utara.
Meski capaian keseluruhan sudah 80%, namun desa-desa yang tersisa merupakan wilayah tersulit yang tidak terjangkau kabel FO/kabel dan selular. Maka diperlukan teknologi alternatif menggunakan atelit.
Program internet desa menargetkan percepatan penuntasan titik blank spot dan peningkatan kualitas akses internet yang dipastikan akan terus berlanjut pada 2026. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah maupun pusat, tidak hanya memperluas jangkauan internet, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, memperkuat layanan publik berbasis teknologi, dan mendorong terciptanya inklusi digital yang berkelanjutan di seluruh penjuru negeri.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemprov Kaltim menyatakan akan terus mempercepat pembangunan jaringan internet desa. Hingga November 2025, realisasi pemasangan internet desa telah mencapai 80%, atau setara 672 desa dari total target tahun ini.
Baca juga: SMA di Pelosok Maluku Utara Semakin Banyak Bisa Akses Internet
Upaya Pemprov Kaltim sejalan dengan peran penting yang dimainkan oleh Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) dalam memperluas konektivitas internet di Indonesia. Bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah, Telkomsat terus berupaya meningkatkan akses internet di desa-desa terpencil di wilayah Indonesia.
Direktur Utama PT Telkom Satelit Indonesia Lukman Hakim Abd Rauf menyampaikan apresiasi atas komitmen kuat pemerintah pusat dan daerah dalam memperluas akses digital bagi masyarakat.
Tersedianya akses internet di desa-desa terpencil dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, meningkatkan akses pendidikan dan kesehatan, serta membuka peluang ekonomi baru.
Baca juga: Longsor Banjarnegara, 12 Korban Tewas Ditemukan, 18 Warga Masih Hilang
“Kami akan terus mendukung transformasi digital dengan teknologi satelit yang mampu menjangkau seluruh penjuru daratan dan perairan Indonesia yang belum atau tidak terjangkau oleh jaringan kabel dan seluler,” ungkap Lukman dalam keterangannya, dikutip Sabtu (22/11/2025).
Lukman menambahkan, berdasarkan riset nasional, masih terdapat banyak wilayah di Nusantara, yang tergolong area minim sinyal atau blank spot. Oleh karena itu, peran satelit menjadi kunci dalam mewujudkan keadilan akses informasi di seluruh pelosok negeri.
“Kami tidak hanya fokus pada sektor industri, tetapi juga berperan aktif membantu pemerintah provinsi memperluas konektivitas bagi masyarakat,” imbuhnya.
Dengan teknologi satelit, pihaknya telah menjangkau 78 desa di Kalimantan Timur termasuk memperluas jangkauan internet hingga ke daerah terpencil. Untuk dapat menjangkau hingga ke pelosok desa terpencil yang tidak terjangkau jaringan kabel dan selular, maka teknologi satelit dapat mewujudkan realisasi pemerataan konektivitas internet di wilayah Kalimantan Timur yang mencakup desa-desa di beberapa kabupaten seperti Berau; Kutai Barat; Kutai Kartanegara; Kutai Timur; Mahakam Ulu; Paser dan Penajam Paser Utara.
Meski capaian keseluruhan sudah 80%, namun desa-desa yang tersisa merupakan wilayah tersulit yang tidak terjangkau kabel FO/kabel dan selular. Maka diperlukan teknologi alternatif menggunakan atelit.
Program internet desa menargetkan percepatan penuntasan titik blank spot dan peningkatan kualitas akses internet yang dipastikan akan terus berlanjut pada 2026. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah maupun pusat, tidak hanya memperluas jangkauan internet, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, memperkuat layanan publik berbasis teknologi, dan mendorong terciptanya inklusi digital yang berkelanjutan di seluruh penjuru negeri.
(shf)
Lihat Juga :