Prabowo Puji Sultan HB X Tampak Lebih Muda: Saya Kira Kapten Pasukan Khusus
Rabu, 19 November 2025 - 16:27 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto memuji Gubernur DIY, Sri Sultan HB X yang terlihat lebih muda. Prabowo menilai penampilan Sultan mirip seorang kapten pasukan khusus. Foto/BPMI Setpres
A
A
A
BANTUL - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pujian kepada Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X yang terlihat lebih muda. Bahkan, Prabowo menilai penampilan Sultan mirip seorang kapten pasukan khusus.
Pujian itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Jembatan Kabanaran di Bantul, DIY, pada Rabu (19/11/2025).
Baca juga: Prabowo Bakal Ganti Becak se-Indonesia dengan Tenaga Listrik, Tidak Lagi Dikayuh
Dalam acara itu, turut mendampingi Presiden Prabowo yakni Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Menutup sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Dia kemudian menyinggung Sri Sultan Hamengku Buwono X dan mengaku sempat pangling karena Sultan tampak lebih muda.
"Saya kira itu sekali lagi selamat ke semua pihak. Terima kasih. Sri Sultan, saya juga tadi panggil Sri Sultan juga tambah muda kelihatannya," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga sempat berkelakar bahwa Sri Sultan Hamengku Buwono X tampak seperti seorang kapten dari pasukan khusus sebelum menutup pidatonya.
Baca juga: Pesan Prabowo ke Bupati-Wali Kota: Kalau Saya Kunker, Anak Sekolah Tak Perlu Menyambut di Pinggir Jalan
"Saya kira tadi kapten dari pasukan khusus. Baik, saya kira demikian. Jangan lama-lama Prabowo dikasih podium," kelakarnya.
Sementara itu, Presiden Prabowo selain meresmikan Jembatan Kabanaran juga turut meresmikan empat proyek infrastruktur lain secara hybrid dari berbagai daerah di Indonesia.
Keempat proyek yang juga ikut diresmikan adalah Underpass Gatot Subroto di Provinsi Sumatera Utara, Jembatan Sungai Sambas Besar di Provinsi Kalimantan Barat, serta Underpass Joglo Surakarta dan Flyover Cangguk di Provinsi Jawa Tengah. Peresmian ini menandai peningkatan konektivitas dan memperkuat akses masyarakat terhadap jalur logistik serta mobilitas antarwilayah.
Dia juga menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan fondasi utama dalam meningkatkan pemerataan ekonomi serta kualitas hidup masyarakat.
“Ini nanti akan diharapkan mempermudah konektivitas, mempermudah akses juga kepada daerah yang begitu indah, begitu penting dalam budaya Jawa, penuh spiritualitas dan kita mendengar ada rencana-rencana untuk membangun kawasan ini untuk mendukung pariwisata, mungkin akan ada hotel-hotel yang bagus, fasilitas-fasilitas karena kita harus dorong pariwisata, karena pariwisata adalah penyumbang devisa yang sangat besar dan adalah penyerap lapangan kerja yang sangat besar pula," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dalam laporannya menyampaikan bahwa peresmian ini menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas lahan publik dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Total yang kita resmikan pada hari ini adalah 2 jembatan, 2 underpass, dan 1 flyover ada di 4 provinsi, total biaya yang kita keluarkan Rp1,97 triliun," ungkap Menteri Dody.
Peresmian jembatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah mempersiapkan kelancaran mobilitas masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Selain itu, peresmian Jembatan Kabanaran dan proyek-proyek yang diresmikan secara hybrid ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memperlancar arus barang dan jasa, serta meningkatkan keselamatan transportasi.
Jembatan Kabanaran sendiri menjadi jalur vital bagi aktivitas nelayan yang menggantungkan akses pada kawasan pesisir selatan. Selain itu, keberadaannya turut mendukung petani garam serta sentra industri rumput laut yang selama ini membutuhkan jalur distribusi yang lebih efisien. Sektor wisata pesisir juga diharapkan mendapatkan dorongan baru dengan adanya infrastruktur penghubung ini.
Sebagai simpul baru dalam jaringan konektivitas selatan Jawa, Jembatan Kabanaran memperkuat jalur logistik dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas. Hal ini sekaligus mendukung penguatan jalur selatan sebagai koridor strategis masa depan untuk pariwisata, perdagangan, dan industri.
Pujian itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Jembatan Kabanaran di Bantul, DIY, pada Rabu (19/11/2025).
Baca juga: Prabowo Bakal Ganti Becak se-Indonesia dengan Tenaga Listrik, Tidak Lagi Dikayuh
Dalam acara itu, turut mendampingi Presiden Prabowo yakni Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Menutup sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Dia kemudian menyinggung Sri Sultan Hamengku Buwono X dan mengaku sempat pangling karena Sultan tampak lebih muda.
"Saya kira itu sekali lagi selamat ke semua pihak. Terima kasih. Sri Sultan, saya juga tadi panggil Sri Sultan juga tambah muda kelihatannya," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga sempat berkelakar bahwa Sri Sultan Hamengku Buwono X tampak seperti seorang kapten dari pasukan khusus sebelum menutup pidatonya.
Baca juga: Pesan Prabowo ke Bupati-Wali Kota: Kalau Saya Kunker, Anak Sekolah Tak Perlu Menyambut di Pinggir Jalan
"Saya kira tadi kapten dari pasukan khusus. Baik, saya kira demikian. Jangan lama-lama Prabowo dikasih podium," kelakarnya.
Sementara itu, Presiden Prabowo selain meresmikan Jembatan Kabanaran juga turut meresmikan empat proyek infrastruktur lain secara hybrid dari berbagai daerah di Indonesia.
Keempat proyek yang juga ikut diresmikan adalah Underpass Gatot Subroto di Provinsi Sumatera Utara, Jembatan Sungai Sambas Besar di Provinsi Kalimantan Barat, serta Underpass Joglo Surakarta dan Flyover Cangguk di Provinsi Jawa Tengah. Peresmian ini menandai peningkatan konektivitas dan memperkuat akses masyarakat terhadap jalur logistik serta mobilitas antarwilayah.
Dia juga menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan fondasi utama dalam meningkatkan pemerataan ekonomi serta kualitas hidup masyarakat.
“Ini nanti akan diharapkan mempermudah konektivitas, mempermudah akses juga kepada daerah yang begitu indah, begitu penting dalam budaya Jawa, penuh spiritualitas dan kita mendengar ada rencana-rencana untuk membangun kawasan ini untuk mendukung pariwisata, mungkin akan ada hotel-hotel yang bagus, fasilitas-fasilitas karena kita harus dorong pariwisata, karena pariwisata adalah penyumbang devisa yang sangat besar dan adalah penyerap lapangan kerja yang sangat besar pula," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dalam laporannya menyampaikan bahwa peresmian ini menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas lahan publik dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Total yang kita resmikan pada hari ini adalah 2 jembatan, 2 underpass, dan 1 flyover ada di 4 provinsi, total biaya yang kita keluarkan Rp1,97 triliun," ungkap Menteri Dody.
Peresmian jembatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah mempersiapkan kelancaran mobilitas masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Selain itu, peresmian Jembatan Kabanaran dan proyek-proyek yang diresmikan secara hybrid ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memperlancar arus barang dan jasa, serta meningkatkan keselamatan transportasi.
Jembatan Kabanaran sendiri menjadi jalur vital bagi aktivitas nelayan yang menggantungkan akses pada kawasan pesisir selatan. Selain itu, keberadaannya turut mendukung petani garam serta sentra industri rumput laut yang selama ini membutuhkan jalur distribusi yang lebih efisien. Sektor wisata pesisir juga diharapkan mendapatkan dorongan baru dengan adanya infrastruktur penghubung ini.
Sebagai simpul baru dalam jaringan konektivitas selatan Jawa, Jembatan Kabanaran memperkuat jalur logistik dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas. Hal ini sekaligus mendukung penguatan jalur selatan sebagai koridor strategis masa depan untuk pariwisata, perdagangan, dan industri.
(shf)
Lihat Juga :