BNPB Sebut 269 KK Terdampak Longsor Cilacap Bakal Direlokasi
Selasa, 18 November 2025 - 09:44 WIB
loading...
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebut 269 KK terdampak longsor Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah bakal direlokasi. Foto/istimewa.
A
A
A
CILACAP - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) melaporkan terdapat 269 Kepala Keluarga (KK) terdampak longsor Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto membeberkan jumlah ini baik yang kehilangan tempat tinggal akibat tertimbun material longsor maupun yang tinggal di kawasan risiko ancaman tinggi.
Berdasarkan keterangan tertulis analisa kejadian longsor di Kecamatan Majenang oleh Badan Geologi, wilayah sekitar lokasi terdampak longsor pada Kamis, 13 November 2025 itu masih berpotensi terjadi gerakan tanah susulan.
Baca juga: 2 Jenazah Kembali Ditemukan, Total Korban Meninggal Longsor Cilacap Jadi 13 Orang
Wilayah ini masuk dalam zona prakiraan gerakan tanah menengah. Hal ini berdasarkan data morfologi lokasi yang diperkirakan berupa perbukitan dengan kemiringan landai-curam.
Secara geologi, tanah di area ini merupakan tanah pelapukan tebal, berwarna cokelat, gembur, lepas, dan jenuh air dengan ketebalan lebih dari 10 meter.
Lalu, saat relokasi tidak lagi menjadi pilihan, namun menjadi keharusan bagi warga di wilayah terdampak, persiapan lahan relokasi menjadi hal pertama yang diperhatikan.
Baca juga: Awas Longsor Susulan! Dwikorita: Terdeteksi Retakan Tapal Kuda di Atas Lokasi Longsor
"Saya senang di Cilacap ini Pak Bupati sigap mencari lahan relokasi bagi warga terdampak. Laporan yang saya terima, lokasinya sudah ada dan tidak jauh, sekitar 2,5 kilometer," kata Suharyanto, Selasa (18/11/2025.
"Meskipun demikian, yang penting juga diperhatikan adalah keamanan lahan relokasi. Pastikan telah disurvei oleh Badan Geologi untuk tingkat potensi risiko bencananya. Jangan sampai kejadian yang sama berulang di lokasi yang baru," tegas Kepala BNPB.
BNPB siap membangun hunian sementara (huntara) jika lahan relokasi telah siap. Rencananya huntara ini selanjutnya akan menjadi rumah tumbuh untuk dibangunkan kembali sebagai hunian tetap (huntap). "Huntara nanti BNPB yang akan membangun dibantu oleh TNI dan Polri. Kapan waktunya? Secepatnya," ujarnya.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto membeberkan jumlah ini baik yang kehilangan tempat tinggal akibat tertimbun material longsor maupun yang tinggal di kawasan risiko ancaman tinggi.
Berdasarkan keterangan tertulis analisa kejadian longsor di Kecamatan Majenang oleh Badan Geologi, wilayah sekitar lokasi terdampak longsor pada Kamis, 13 November 2025 itu masih berpotensi terjadi gerakan tanah susulan.
Baca juga: 2 Jenazah Kembali Ditemukan, Total Korban Meninggal Longsor Cilacap Jadi 13 Orang
Wilayah ini masuk dalam zona prakiraan gerakan tanah menengah. Hal ini berdasarkan data morfologi lokasi yang diperkirakan berupa perbukitan dengan kemiringan landai-curam.
Secara geologi, tanah di area ini merupakan tanah pelapukan tebal, berwarna cokelat, gembur, lepas, dan jenuh air dengan ketebalan lebih dari 10 meter.
Lalu, saat relokasi tidak lagi menjadi pilihan, namun menjadi keharusan bagi warga di wilayah terdampak, persiapan lahan relokasi menjadi hal pertama yang diperhatikan.
Baca juga: Awas Longsor Susulan! Dwikorita: Terdeteksi Retakan Tapal Kuda di Atas Lokasi Longsor
"Saya senang di Cilacap ini Pak Bupati sigap mencari lahan relokasi bagi warga terdampak. Laporan yang saya terima, lokasinya sudah ada dan tidak jauh, sekitar 2,5 kilometer," kata Suharyanto, Selasa (18/11/2025.
"Meskipun demikian, yang penting juga diperhatikan adalah keamanan lahan relokasi. Pastikan telah disurvei oleh Badan Geologi untuk tingkat potensi risiko bencananya. Jangan sampai kejadian yang sama berulang di lokasi yang baru," tegas Kepala BNPB.
BNPB siap membangun hunian sementara (huntara) jika lahan relokasi telah siap. Rencananya huntara ini selanjutnya akan menjadi rumah tumbuh untuk dibangunkan kembali sebagai hunian tetap (huntap). "Huntara nanti BNPB yang akan membangun dibantu oleh TNI dan Polri. Kapan waktunya? Secepatnya," ujarnya.
(cip)
Lihat Juga :