Profil Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro, Kapolda Sulsel yang Gagalkan Penculikan Anak Bilqis
Senin, 17 November 2025 - 07:59 WIB
loading...
Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menjadi sorotan publik. Jenderal polisi bintang 2 itu menggantikan Irjen Pol Rusdi Hartono. Dia mengambil tindakan cepat dalam menangani kasus penculikan anak Bilqis. Foto: Sindonews
A
A
A
MAKASSAR - Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menjadi sorotan publik. Jenderal polisi bintang 2 itu menggantikan Irjen Pol Rusdi Hartono.
Dia mengambil tindakan cepat dan tegas dalam menangani kasus penculikan anak bernama Bilqis yang menggemparkan warga Makassar, Sulsel.
Baca juga: Profil Mayjen TNI Achmad Adipati, Staf Khusus KSAD yang Hadir saat Proses Eksekusi Lahan JK
Jenderal jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 ini lahir di Magelang, 31 Mei 1969. Dia sebelumnya menjabat Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri.
Jabatan lain yang pernah diemban yakni Kasubdit IV Dittipidum Bareskrim Polri, Dirreskrimum Polda Bali, dan Dirreskrimum Polda Jawa Tengah. Posisi ini sangat penting untuk menangani kasus-kasus besar di tingkat nasional.
Dia menunjukkan kepemimpinan responsif di Sulawesi Selatan dengan menyelesaikan kasus penculikan anak yang mencemaskan publik. Di bawah kepemimpinannya, tim Polda Sulsel dengan cepat menemukan korban di wilayah Jambi setelah sebelumnya dilaporkan hilang di Taman Pakui, Makassar.
Langkah cepat ini menunjukkan bahwa Polri sangat berkomitmen melindungi anak-anak dari ancaman penculikan. Djuhandhani menegaskan tidak akan mentolerir pelanggaran terhadap perempuan dan anak.
Dia juga menekankan betapa pentingnya kerja sama masyarakat untuk menjaga keamanan lingkungan sekitar. “Kami mempertimbangkan setiap laporan masyarakat dengan cermat. Perlindungan anak adalah prioritas utama kami,” ujar Djuhandhani, beberapa waktu lalu.
Sebagai Kapolda, dia berkomitmen meningkatkan pelayanan publik berbasis teknologi dan meningkatkan profesionalisme anggota lapangan. Dia ingin Sulawesi Selatan menjadi tempat yang aman, humanis, dan bebas dari kejahatan terorganisir seperti perdagangan orang.
MG/Tasya Rosmalina
Dia mengambil tindakan cepat dan tegas dalam menangani kasus penculikan anak bernama Bilqis yang menggemparkan warga Makassar, Sulsel.
Baca juga: Profil Mayjen TNI Achmad Adipati, Staf Khusus KSAD yang Hadir saat Proses Eksekusi Lahan JK
Jenderal jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 ini lahir di Magelang, 31 Mei 1969. Dia sebelumnya menjabat Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri.
Jabatan lain yang pernah diemban yakni Kasubdit IV Dittipidum Bareskrim Polri, Dirreskrimum Polda Bali, dan Dirreskrimum Polda Jawa Tengah. Posisi ini sangat penting untuk menangani kasus-kasus besar di tingkat nasional.
Lulusan Akpol 1991
Djuhandhani menjabat Kapolda Sulawesi Selatan sejak 24 September 2025. Banyak kasus penting yang telah ditangani Djuhandhani, salah satunya kasus penculikan Bilqis.Dia menunjukkan kepemimpinan responsif di Sulawesi Selatan dengan menyelesaikan kasus penculikan anak yang mencemaskan publik. Di bawah kepemimpinannya, tim Polda Sulsel dengan cepat menemukan korban di wilayah Jambi setelah sebelumnya dilaporkan hilang di Taman Pakui, Makassar.
Langkah cepat ini menunjukkan bahwa Polri sangat berkomitmen melindungi anak-anak dari ancaman penculikan. Djuhandhani menegaskan tidak akan mentolerir pelanggaran terhadap perempuan dan anak.
Dia juga menekankan betapa pentingnya kerja sama masyarakat untuk menjaga keamanan lingkungan sekitar. “Kami mempertimbangkan setiap laporan masyarakat dengan cermat. Perlindungan anak adalah prioritas utama kami,” ujar Djuhandhani, beberapa waktu lalu.
Sebagai Kapolda, dia berkomitmen meningkatkan pelayanan publik berbasis teknologi dan meningkatkan profesionalisme anggota lapangan. Dia ingin Sulawesi Selatan menjadi tempat yang aman, humanis, dan bebas dari kejahatan terorganisir seperti perdagangan orang.
MG/Tasya Rosmalina
(jon)
Lihat Juga :