Prabowo Beri Atensi Bencana Longsor Cilacap, Minta Penanganan Darurat Optimal
Jum'at, 14 November 2025 - 14:41 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto memberikan atensi bencana longsor di Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (14/11/2025). Berdasarkan laporan sementara, 3 orang meninggal dan 20 lainnya hilang tertimbun material longsoran. Foto: BNPB
A
A
A
CILACAP - Presiden Prabowo Subianto memberikan atensi bencana tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap , Jawa Tengah, Jumat (14/11/2025). Berdasarkan laporan sementara, 3 orang meninggal dunia dan 20 lainnya hilang tertimbun material longsoran.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto dijadwalkan berangkat menuju lokasi terdampak bencana tanah longsor atas arahan Presiden Prabowo. Misinya membawa misi memastikan seluruh penanganan darurat bencana berjalan secara optimal, terpadu, serta menyeluruh.
Baca juga: Update Longsor Cilacap: 3 Orang Meninggal Dunia, 20 Lainnya Masih Hilang
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) termasuk sejumlah personel Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) telah diperintahkan Kepala BNPB untuk berangkat lebih awal pada hari ini.
Setibanya di sana, dia langsung melihat kondisi, memberikan dukungan logistik dan peralatan serta melakukan koordinasi awal dengan lintas instansi terkait.
Terkait upaya penanganan darurat bencana yang dipicu faktor cuaca dan kondisi topografi perbukitan yang kritis serta tanah labil, Kepala BNPB mengatakan pencarian dan pertolongan (Search and Rescue) menjadi prioritas utama.
Dalam proses SAR itu sebanyak 200 personel Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tagana, PMI, TNI, Polri, dan relawan serta masyarakat sekitar berjuang bersama.
“Semoga seluruh warga yang hilang dapat segera ditemukan. Kami datangkan alat berat, pompa alkon, dan warga di sekitar juga kami pastikan kebutuhan dasarnya tercukupi,” ujar Suharyanto.
Ke depannya, BNPB juga akan mengambil langkah relokasi kepada warga yang tinggal di wilayah kritis agar lebih aman dan tidak kembali terancam. Terdapat 28 warga yang saat ini tinggal di kawasan rawan bencana longsor.
Tiga korban meninggal dunia telah dibawa ke Rumah Sakit Majenang dan 20 warga yang selamat telah mengungsi ke rumah kerabat terdekat.
Adapun kerugian material meliputi 12 rumah rusak berat karena tertimbun material longsor dan 16 rumah yang berada di Dusun Cibuyut dan Dusun Tarukahan, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, terancam longsor.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto dijadwalkan berangkat menuju lokasi terdampak bencana tanah longsor atas arahan Presiden Prabowo. Misinya membawa misi memastikan seluruh penanganan darurat bencana berjalan secara optimal, terpadu, serta menyeluruh.
Baca juga: Update Longsor Cilacap: 3 Orang Meninggal Dunia, 20 Lainnya Masih Hilang
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) termasuk sejumlah personel Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) telah diperintahkan Kepala BNPB untuk berangkat lebih awal pada hari ini.
Setibanya di sana, dia langsung melihat kondisi, memberikan dukungan logistik dan peralatan serta melakukan koordinasi awal dengan lintas instansi terkait.
Terkait upaya penanganan darurat bencana yang dipicu faktor cuaca dan kondisi topografi perbukitan yang kritis serta tanah labil, Kepala BNPB mengatakan pencarian dan pertolongan (Search and Rescue) menjadi prioritas utama.
Dalam proses SAR itu sebanyak 200 personel Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tagana, PMI, TNI, Polri, dan relawan serta masyarakat sekitar berjuang bersama.
“Semoga seluruh warga yang hilang dapat segera ditemukan. Kami datangkan alat berat, pompa alkon, dan warga di sekitar juga kami pastikan kebutuhan dasarnya tercukupi,” ujar Suharyanto.
Ke depannya, BNPB juga akan mengambil langkah relokasi kepada warga yang tinggal di wilayah kritis agar lebih aman dan tidak kembali terancam. Terdapat 28 warga yang saat ini tinggal di kawasan rawan bencana longsor.
Tiga korban meninggal dunia telah dibawa ke Rumah Sakit Majenang dan 20 warga yang selamat telah mengungsi ke rumah kerabat terdekat.
Adapun kerugian material meliputi 12 rumah rusak berat karena tertimbun material longsor dan 16 rumah yang berada di Dusun Cibuyut dan Dusun Tarukahan, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, terancam longsor.
(jon)
Lihat Juga :