Kementerian Pemberdayaan Masyarakat Cek Kesiapan Rekontruksi Pesantren Al Khoziny
Kamis, 13 November 2025 - 11:19 WIB
loading...
Kementerian Pemberdayaan Masyarakat (PM) mengecek kesiapan rekonstruksi Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. Foto/istimewa
A
A
A
SIDOARJO - Kementerian Pemberdayaan Masyarakat (PM) mengecek kesiapan rekonstruksi Pondok Pesantren Al Khoziny , Sidoarjo, Jawa Timur. Hal itu dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan bagi para santri.
Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Haris menyampaikan tujuan pengecekan langsung ini dilakukan dalam rangka persiapan proses rekonstruksi bangunan pesantren Al Khoziny. Hal itu untuk mengembalikan fungsi dari salah satu bangunan yang ambruk.
Pelaksanaan rekontruksi harus dilaksanakan secara clear and clean agar tidak terjadi permasalahan di kemudian hari. "Kunjungan ini juga dilakukan untuk mengecek legalitas lahan dan rancangan desain di lokasi rekonstruksi,” katanya, Kamis (13/11/2025).
Baca juga: Tindak Lanjuti Arahan Prabowo, Cak Imin Pimpin Rapat Bahas Kerawanan Ponpes Roboh
Pengurus Pesantren, kata Abdul Haris, menyambut baik rencana rekonstruksi. Dampak paling signifikan dirasakan oleh para santri putra. Saat ini, mereka tidak memiliki tempat yang cukup dan layak untuk ditinggali.
“Para santri telah berdatangan dari berbagai daerah untuk menimba ilmu di Pesantren Al Khoziny. Saat ini mereka ditampung di beberapa rumah warga sekitar pondok,” katanya.
Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Dewi Chomistriana menyampaikan persiapan rekonstruksi tengah dimatangkan oleh Kementerian PU sehingga proses rekonstruksi bangunan Al Khoziny akan mulai dilakukan pada tahun ini.
Baca juga: 63 Santri Korban Meninggal Akibat Runtuhnya Musala Ponpes Al Khoziny Teridentifikasi
“Rekonstruksi bangunan Pesantren Al Khoziny dilakukan di lokasi baru yang berjarak sekitar 300 meter dari kompleks utama. Bangunan ini akan menggantikan fungsi dari salah satu bangunan pesanten yang ambruk,” ujar Dewi.
Perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga menyampaikan dukungannya dalam percepatan rekonstruksi bangunan pesantren Al Khoziny.
Senada, Sesmenko Pemberdayaan Masyarakat Andie Megantara menyampaikan berbagai upaya yang telah dilakukan Kemenko Pemberdayaan Masyarakat bersama Kementerian/Lembaga terkait sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Rekonstruksi Pesantren Al Khoziny merupakan langkah awal tindak lanjut instruksi Presiden untuk memastikan keamanan bangunan pesantren dan keselamatan santri di Indonesia,” katanya.
Hadir dalam pengecekan tersebut antara lain, Sesmenko Pemberdayaan Masyarakat, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Daerah Tertentu Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum.
Termasuk Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Masyarakat Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintah Daerah II Kementerian Dalam Negeri, Direktur Pesantren Kementerian Agama, serta pengasuh pesantren.
Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Haris menyampaikan tujuan pengecekan langsung ini dilakukan dalam rangka persiapan proses rekonstruksi bangunan pesantren Al Khoziny. Hal itu untuk mengembalikan fungsi dari salah satu bangunan yang ambruk.
Pelaksanaan rekontruksi harus dilaksanakan secara clear and clean agar tidak terjadi permasalahan di kemudian hari. "Kunjungan ini juga dilakukan untuk mengecek legalitas lahan dan rancangan desain di lokasi rekonstruksi,” katanya, Kamis (13/11/2025).
Baca juga: Tindak Lanjuti Arahan Prabowo, Cak Imin Pimpin Rapat Bahas Kerawanan Ponpes Roboh
Pengurus Pesantren, kata Abdul Haris, menyambut baik rencana rekonstruksi. Dampak paling signifikan dirasakan oleh para santri putra. Saat ini, mereka tidak memiliki tempat yang cukup dan layak untuk ditinggali.
“Para santri telah berdatangan dari berbagai daerah untuk menimba ilmu di Pesantren Al Khoziny. Saat ini mereka ditampung di beberapa rumah warga sekitar pondok,” katanya.
Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Dewi Chomistriana menyampaikan persiapan rekonstruksi tengah dimatangkan oleh Kementerian PU sehingga proses rekonstruksi bangunan Al Khoziny akan mulai dilakukan pada tahun ini.
Baca juga: 63 Santri Korban Meninggal Akibat Runtuhnya Musala Ponpes Al Khoziny Teridentifikasi
“Rekonstruksi bangunan Pesantren Al Khoziny dilakukan di lokasi baru yang berjarak sekitar 300 meter dari kompleks utama. Bangunan ini akan menggantikan fungsi dari salah satu bangunan pesanten yang ambruk,” ujar Dewi.
Perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga menyampaikan dukungannya dalam percepatan rekonstruksi bangunan pesantren Al Khoziny.
Senada, Sesmenko Pemberdayaan Masyarakat Andie Megantara menyampaikan berbagai upaya yang telah dilakukan Kemenko Pemberdayaan Masyarakat bersama Kementerian/Lembaga terkait sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Rekonstruksi Pesantren Al Khoziny merupakan langkah awal tindak lanjut instruksi Presiden untuk memastikan keamanan bangunan pesantren dan keselamatan santri di Indonesia,” katanya.
Hadir dalam pengecekan tersebut antara lain, Sesmenko Pemberdayaan Masyarakat, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Daerah Tertentu Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum.
Termasuk Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Masyarakat Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintah Daerah II Kementerian Dalam Negeri, Direktur Pesantren Kementerian Agama, serta pengasuh pesantren.
(cip)
Lihat Juga :