Polda Metro Jaya: Orang Tua Pelaku Peledakan SMAN 72 Jakarta dari Kalangan Sipil
Selasa, 11 November 2025 - 08:38 WIB
loading...
Polda Metro Jaya memastikan orang tua pelaku peledakan SMAN 72 Jakarta dari kalangan sipil.
A
A
A
JAKARTA - Polda Metro Jaya memastikan orang tua pelaku peledakan SMAN 72 Jakarta dari kalangan sipil. Hal itu menjawab informasi yang berkembang di media sosial (medsos) soal latar belakang orang tua terduga pelaku.
“Yang pasti dari swasta, sipil,” kata Kabid Humas Polda Metro, Kombes Pol Budi Hermanto, Selasa (11/11/2025).
Budi menjelaskan alasan terduga pelaku dipindahkan RS Polri Kramat Jati. Menurut Budi, terduga pelaku dipindahkan ke rumah sakit tersebut dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya, agar pihak kepolisian dapat dengan mudah melakukan penyidikan.
Baca juga: Densus 88 Antiteror: Pelaku Peledakan SMAN 72 Rakit Bom Sendiri, Belajar dari Internet
"Apa alasan anak dipindahkan ke RS Polri? Di RS Polri kita sudah membentuk tim terpadu. Selain dari penanganan medis, tapi juga psikis. Dan juga guna menghindari, kalau di RS sebelumnya anak ini ditaruh dalam satu ruangan yang ada beberapa orang. Sehingga untuk mencegah terjadinya infeksi, makannya di RS Polri dalam satu ruangan," ujar dia.
"Selanjutnya memudahkan juga penyidik untuk bisa mendalami informasi. Karena yang bersangkutan sudah dalam kondisi sadar. Apabila dalam perkembangan kondisi kesehatan semakin baik, itu akan lebih memudahkan penyidik untuk meminta keterangan," sambungnya.
Baca juga: Densus 88 Ungkap Terduga Pelaku Ledakan SMA 72 Jakarta Kerap Kunjungi Dark Web
Sebagai informasi, ledakan tersebut terjadi di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Jumat, 7 November 2025 lalu. Tidak ada korban meninggal dunia dalam insiden itu. Namun, korban luka dalam peristiwa itu tercatat ada sebanyak 96 orang.
Densus 88 Antiteror Polri menyebut terdapat tujuh peledak yang dibawa oleh terduga pelaku ke SMAN 72 Jakarta. Dari total peledak yang dibawa terduga pelaku, empat di antaranya meledak di dua lokasi yang berbeda.
Sementara untuk tiga peledak lainnya belum digunakan dan sudah disita oleh petugas untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
“Yang pasti dari swasta, sipil,” kata Kabid Humas Polda Metro, Kombes Pol Budi Hermanto, Selasa (11/11/2025).
Budi menjelaskan alasan terduga pelaku dipindahkan RS Polri Kramat Jati. Menurut Budi, terduga pelaku dipindahkan ke rumah sakit tersebut dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya, agar pihak kepolisian dapat dengan mudah melakukan penyidikan.
Baca juga: Densus 88 Antiteror: Pelaku Peledakan SMAN 72 Rakit Bom Sendiri, Belajar dari Internet
"Apa alasan anak dipindahkan ke RS Polri? Di RS Polri kita sudah membentuk tim terpadu. Selain dari penanganan medis, tapi juga psikis. Dan juga guna menghindari, kalau di RS sebelumnya anak ini ditaruh dalam satu ruangan yang ada beberapa orang. Sehingga untuk mencegah terjadinya infeksi, makannya di RS Polri dalam satu ruangan," ujar dia.
"Selanjutnya memudahkan juga penyidik untuk bisa mendalami informasi. Karena yang bersangkutan sudah dalam kondisi sadar. Apabila dalam perkembangan kondisi kesehatan semakin baik, itu akan lebih memudahkan penyidik untuk meminta keterangan," sambungnya.
Baca juga: Densus 88 Ungkap Terduga Pelaku Ledakan SMA 72 Jakarta Kerap Kunjungi Dark Web
Sebagai informasi, ledakan tersebut terjadi di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Jumat, 7 November 2025 lalu. Tidak ada korban meninggal dunia dalam insiden itu. Namun, korban luka dalam peristiwa itu tercatat ada sebanyak 96 orang.
Densus 88 Antiteror Polri menyebut terdapat tujuh peledak yang dibawa oleh terduga pelaku ke SMAN 72 Jakarta. Dari total peledak yang dibawa terduga pelaku, empat di antaranya meledak di dua lokasi yang berbeda.
Sementara untuk tiga peledak lainnya belum digunakan dan sudah disita oleh petugas untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
(cip)
Lihat Juga :