PLTBg di Simalungun Raih SPE dari Kementerian Lingkungan Hidup
Rabu, 05 November 2025 - 23:11 WIB
loading...
Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Sei Mangkei yang berlokasi di Simalungun, Sumatera Utara. Foto/Istimewa
A
A
A
SIMALUNGUN - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) resmi menerbitkan Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Sei Mangkei yang berlokasi di Simalungun, Sumatera Utara. Pembangkit ini berhasil menurunkan emisi sebesar 35.475 ton CO₂e, setara dengan emisi tahunan lebih dari delapan ribu mobil bensin atau penanaman 570 ribu pohon.
Capaian itu adalah kontribusi konkret terhadap target nasional pengurangan emisi dan ketahanan energi yang dicanangkan Presiden Prabowo melalui agenda Asta Cita, yang salah satunya kemandirian energi sebagai prioritas utama.
PLTBg Sei Mangkei memanfaatkan biogas (gas metana) dari limbah cair pabrik kelapa sawit milik PTPN III. Gas yang dulunya terbuang ke udara sekarang menjadi sumber listrik bersih. Dengan teknologi covered lagoon, gas metana ditangkap dan diubah menjadi Listrik ramah lingkungan berkapasitas 2,4 MW, cukup untuk menyalakan lebih dari tiga ribu rumah setiap harinya.
Baca juga: MNC Group Kembangkan Strategi Multiformat, Raup 1,6 Miliar Tontonan YouTube
Direktur Utama Pertamina NRE John Anis menyampaikan, terbitnya SPE dari KLH menjadi bukti bahwa dampak lingkungan dari proyek ini juga diakui secara ekonomi. Kredit karbon dari PLTBg Sei Mangkei telah resmi tercatat di bursa karbon nasional (IDXCarbon).
“SPE ini merupakan hasil nyata dari kolaborasi yang telah terjalin sejak 2018. Proyek ini tidak hanya berhasil menghasilkan listrik hijau, tetapi juga diakui secara resmi oleh pemerintah atas kontribusinya menurunkan emisi. Ini adalah langkah penting menuju Net Zero Emissions (NZE) pada 2060,” ujar John dalam keterangannya, Rabu (5/11/2025).
Direktur Bisnis PTPN III Ryanto Wisnuardhy menegaskan bahwa keberhasilan ini selaras dengan visi pihaknya mewujudkan bisnis perkebunan yang berkelanjutan. PTPN III tidak hanya mengelola limbah secara bertanggung jawab, tetapi juga menciptakan nilai tambah melalui energi hijau dan kredit karbon.
“Ini mewakili semangat Asta Cita untuk membangun industri berbasis sumber daya alam yang tangguh dan berkelanjutan,” jelasnya.
Penerbitan SPE oleh KLH ini juga memperkuat posisi Pertamina NRE dan PTPN III sebagai pelopor kolaborasi lintas sektor BUMN dalam dekarbonisasi industri. Ke depannya, kedua perusahaan ini terus berkomitmen melanjutkan pengembangan proyek-proyek energi baru terbarukan lainnya.
Capaian itu adalah kontribusi konkret terhadap target nasional pengurangan emisi dan ketahanan energi yang dicanangkan Presiden Prabowo melalui agenda Asta Cita, yang salah satunya kemandirian energi sebagai prioritas utama.
PLTBg Sei Mangkei memanfaatkan biogas (gas metana) dari limbah cair pabrik kelapa sawit milik PTPN III. Gas yang dulunya terbuang ke udara sekarang menjadi sumber listrik bersih. Dengan teknologi covered lagoon, gas metana ditangkap dan diubah menjadi Listrik ramah lingkungan berkapasitas 2,4 MW, cukup untuk menyalakan lebih dari tiga ribu rumah setiap harinya.
Baca juga: MNC Group Kembangkan Strategi Multiformat, Raup 1,6 Miliar Tontonan YouTube
Direktur Utama Pertamina NRE John Anis menyampaikan, terbitnya SPE dari KLH menjadi bukti bahwa dampak lingkungan dari proyek ini juga diakui secara ekonomi. Kredit karbon dari PLTBg Sei Mangkei telah resmi tercatat di bursa karbon nasional (IDXCarbon).
“SPE ini merupakan hasil nyata dari kolaborasi yang telah terjalin sejak 2018. Proyek ini tidak hanya berhasil menghasilkan listrik hijau, tetapi juga diakui secara resmi oleh pemerintah atas kontribusinya menurunkan emisi. Ini adalah langkah penting menuju Net Zero Emissions (NZE) pada 2060,” ujar John dalam keterangannya, Rabu (5/11/2025).
Direktur Bisnis PTPN III Ryanto Wisnuardhy menegaskan bahwa keberhasilan ini selaras dengan visi pihaknya mewujudkan bisnis perkebunan yang berkelanjutan. PTPN III tidak hanya mengelola limbah secara bertanggung jawab, tetapi juga menciptakan nilai tambah melalui energi hijau dan kredit karbon.
“Ini mewakili semangat Asta Cita untuk membangun industri berbasis sumber daya alam yang tangguh dan berkelanjutan,” jelasnya.
Penerbitan SPE oleh KLH ini juga memperkuat posisi Pertamina NRE dan PTPN III sebagai pelopor kolaborasi lintas sektor BUMN dalam dekarbonisasi industri. Ke depannya, kedua perusahaan ini terus berkomitmen melanjutkan pengembangan proyek-proyek energi baru terbarukan lainnya.
(rca)
Lihat Juga :