Sandination Academy dan YIS Gelar Master Class Financial di Jaksel
Senin, 03 November 2025 - 20:33 WIB
loading...
Kegiatan bertajuk Wawasan IPO, Keuangan dan Perbankan Syariah serta Go Global untuk Youthpreneurs Rocket Acceleration ini diikuti 50 wirausaha muda terpilih dari program Rocket Acceleration. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Sandination Academy bekerja sama dengan Yayasan Indonesia Setara (YIS) menggelar Master Class Financial & Investment Series di Aula At-Taqwa, Jalan Jenggala II, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel). Program tersebut bertujuan memberikan wawasan praktis bagi pelaku usaha muda mengenai pengelolaan keuangan, strategi investasi, serta kesiapan menembus pasar global.
Kegiatan bertajuk 'Wawasan IPO, Keuangan dan Perbankan Syariah serta Go Global untuk Youthpreneurs Rocket Acceleration' ini diikuti 50 wirausaha muda terpilih dari program Rocket Acceleration.
Founder Yayasan Indonesia Setara Sandiaga Uno menjelaskan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menciptakan transformasi ekonomi umat, melalui perubahan dari Mustahiq (penerima manfaat) menjadi Muzakki (pemberi manfaat).
Baca juga: Pelatihan Aneka Kue Tradisional di Semarang, Sandiaga Uno: Ibu-ibu Mandiri Ekonomi
"Melalui semangat dan keteladanan, program ini diharapkan mampu mewujudkan transformasi Mustahiq to Muzakki. Kami ingin para pelaku usaha muda tidak hanya berdaya secara ekonomi, tetapi juga menjadi pemberi manfaat bagi lingkungannya," ujar Sandiaga Uno dalam siaran pers, Senin (3/11/2025).
Program Master Class Financial & Investment ini juga berfokus pada dampak sosial dan pemberdayaan ekonomi. Berdasarkan evaluasi Sandination Academy dan YIS, sebanyak 50 brand peserta menunjukkan peningkatan signifikan dalam omzet, inovasi produk, dan digitalisasi usaha.
Seperti Es Teler Bahagia, Fla Rabbit, dan Amertha yang omsetnya naik 100 persen, serta kenaikan engagement digital mencapai lebih dari 1,3 juta views di media sosial. Seiring dengan kampanye digital marketing di Instagram, TikTok, dan Shopee, 82 persen peserta mengalami peningkatan rata-rata followers hingga 30 persen.
Lewat pendampingan, terjalin kolaborasi bisnis antar brand seperti Macwish x Zanjus, Hey Soya x JBowl Banana Chips, dan Fla Rabbit x Aruna Farm yang meningkatkan daya saing dan nilai ekonomi produk lokal. Total nilai ekonomi langsung mencapai sekira Rp2 miliar, termasuk peningkatan penjualan, akses pendanaan, dan bantuan modal usaha.
Program ini turut menciptakan lebih dari 150 lapangan kerja baru di berbagai sektor, memperkuat kolaborasi antar-brand, serta meningkatkan literasi keuangan dan investasi syariah di kalangan wirausaha muda. "Kami ingin membangun ekosistem bisnis muda yang kuat, mandiri, dan berlandaskan nilai syariah. Bukan hanya sukses secara ekonomi, tapi juga memberi manfaat sosial yang luas," jelasnya.
Sesi pertama menghadirkan Frits Hendrico Tarihoran, konsultan IPO yang memaparkan pentingnya pemahaman fundamental tentang Initial Public Offering (IPO) sebagai strategi pendanaan jangka panjang.
Menurut Frits, IPO bukan sekadar menjual saham ke publik, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan kredibilitas perusahaan, memperluas akses modal, serta menumbuhkan nilai bisnis secara berkelanjutan. "Dengan transparansi dan tata kelola yang baik, perusahaan dapat tumbuh lebih besar dan berkontribusi lebih luas," jelasnya.
Ia juga menguraikan pentingnya IPO Readiness, yakni mencakup kesiapan hukum, keuangan, serta tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) sebelum melantai di bursa. Peserta pun diajak memahami perbedaan antara equity financing dan debt financing, serta menentukan waktu yang tepat untuk go public.
Rangkaian berikutnya menghadirkan Ahmad Fauqi, Sharia Compliance Advisory Team Leader Bank Syariah Indonesia (BSI). Dirinya menjelaskan konsep keuangan syariah sebagai sistem ekonomi yang adil, transparan, dan bebas riba.
Ia menekankan tiga pilar utama dalam penerapan prinsip syariah, yakni menghindari transaksi terlarang (riba, gharar, maysir, suap, dan pendapatan tidak halal), memenuhi ketentuan kontrak syariah seperti murabahah, musyarakah, dan mudharabah, serta menegakkan etika bisnis Islam yang jujur dan profesional.
Sebagai bentuk dukungan nyata, BSI memberikan bantuan modal usaha senilai Rp150 juta kepada 50 brand peserta melalui Project Collaboration Challenge, serta memfasilitasi pembukaan rekening syariah bagi seluruh peserta.
Kegiatan bertajuk 'Wawasan IPO, Keuangan dan Perbankan Syariah serta Go Global untuk Youthpreneurs Rocket Acceleration' ini diikuti 50 wirausaha muda terpilih dari program Rocket Acceleration.
Founder Yayasan Indonesia Setara Sandiaga Uno menjelaskan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menciptakan transformasi ekonomi umat, melalui perubahan dari Mustahiq (penerima manfaat) menjadi Muzakki (pemberi manfaat).
Baca juga: Pelatihan Aneka Kue Tradisional di Semarang, Sandiaga Uno: Ibu-ibu Mandiri Ekonomi
"Melalui semangat dan keteladanan, program ini diharapkan mampu mewujudkan transformasi Mustahiq to Muzakki. Kami ingin para pelaku usaha muda tidak hanya berdaya secara ekonomi, tetapi juga menjadi pemberi manfaat bagi lingkungannya," ujar Sandiaga Uno dalam siaran pers, Senin (3/11/2025).
Program Master Class Financial & Investment ini juga berfokus pada dampak sosial dan pemberdayaan ekonomi. Berdasarkan evaluasi Sandination Academy dan YIS, sebanyak 50 brand peserta menunjukkan peningkatan signifikan dalam omzet, inovasi produk, dan digitalisasi usaha.
Seperti Es Teler Bahagia, Fla Rabbit, dan Amertha yang omsetnya naik 100 persen, serta kenaikan engagement digital mencapai lebih dari 1,3 juta views di media sosial. Seiring dengan kampanye digital marketing di Instagram, TikTok, dan Shopee, 82 persen peserta mengalami peningkatan rata-rata followers hingga 30 persen.
Lewat pendampingan, terjalin kolaborasi bisnis antar brand seperti Macwish x Zanjus, Hey Soya x JBowl Banana Chips, dan Fla Rabbit x Aruna Farm yang meningkatkan daya saing dan nilai ekonomi produk lokal. Total nilai ekonomi langsung mencapai sekira Rp2 miliar, termasuk peningkatan penjualan, akses pendanaan, dan bantuan modal usaha.
Program ini turut menciptakan lebih dari 150 lapangan kerja baru di berbagai sektor, memperkuat kolaborasi antar-brand, serta meningkatkan literasi keuangan dan investasi syariah di kalangan wirausaha muda. "Kami ingin membangun ekosistem bisnis muda yang kuat, mandiri, dan berlandaskan nilai syariah. Bukan hanya sukses secara ekonomi, tapi juga memberi manfaat sosial yang luas," jelasnya.
Sesi pertama menghadirkan Frits Hendrico Tarihoran, konsultan IPO yang memaparkan pentingnya pemahaman fundamental tentang Initial Public Offering (IPO) sebagai strategi pendanaan jangka panjang.
Menurut Frits, IPO bukan sekadar menjual saham ke publik, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan kredibilitas perusahaan, memperluas akses modal, serta menumbuhkan nilai bisnis secara berkelanjutan. "Dengan transparansi dan tata kelola yang baik, perusahaan dapat tumbuh lebih besar dan berkontribusi lebih luas," jelasnya.
Ia juga menguraikan pentingnya IPO Readiness, yakni mencakup kesiapan hukum, keuangan, serta tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) sebelum melantai di bursa. Peserta pun diajak memahami perbedaan antara equity financing dan debt financing, serta menentukan waktu yang tepat untuk go public.
Rangkaian berikutnya menghadirkan Ahmad Fauqi, Sharia Compliance Advisory Team Leader Bank Syariah Indonesia (BSI). Dirinya menjelaskan konsep keuangan syariah sebagai sistem ekonomi yang adil, transparan, dan bebas riba.
Ia menekankan tiga pilar utama dalam penerapan prinsip syariah, yakni menghindari transaksi terlarang (riba, gharar, maysir, suap, dan pendapatan tidak halal), memenuhi ketentuan kontrak syariah seperti murabahah, musyarakah, dan mudharabah, serta menegakkan etika bisnis Islam yang jujur dan profesional.
Sebagai bentuk dukungan nyata, BSI memberikan bantuan modal usaha senilai Rp150 juta kepada 50 brand peserta melalui Project Collaboration Challenge, serta memfasilitasi pembukaan rekening syariah bagi seluruh peserta.
(rca)
Lihat Juga :