Pelatihan Aneka Kue Tradisional di Semarang, Sandiaga Uno: Ibu-ibu Mandiri Ekonomi

Minggu, 02 November 2025 - 16:12 WIB
loading...
Pelatihan Aneka Kue...
YIS bekerja sama dengan ESPAS Indonesia menggelar Pelatihan Aneka Produk Lokal Minuman Herbal dan Kue Tradisional di Pendopo Taman Pelangi, Jalan Ringin Bhakti Raya, Tembalang, Semarang, Jumat (31/10/2025). Foto: Ist
A A A
SEMARANG - Yayasan Indonesia Setara (YIS) bekerja sama dengan ESPAS Indonesia menggelar Pelatihan Aneka Produk Lokal Minuman Herbal dan Kue Tradisional di Pendopo Taman Pelangi, Jalan Ringin Bhakti Raya, Kramas, Tembalang, Semarang, Jumat (31/10/2025). Kegiatan bertajuk 'Warisan Rasa, Buka Peluang Usaha dan Lapangan Kerja' ini diikuti 50 pelaku UMKM.

Para peserta mendapat pelatihan membuat berbagai produk minuman herbal dan kue tradisional sekaligus diperkenalkan pada penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung pemasaran produk mereka.

Baca juga: UMPRI-YIS Gelar Workshop UMKM dan Mahasiswa di Lampung, Sandiaga Uno: Buka Lapangan Kerja

Founder Yayasan Indonesia Setara Sandiaga Uno mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen YIS dalam membuka kesetaraan kesempatan kerja, terutama bagi anak muda, penyandang disabilitas, dan perempuan.

"Kami ingin perempuan dapat mandiri secara ekonomi dan memiliki kesetaraan dalam berkarya," ujar Sandiaga Uno, Sabtu (1/11/2025).

Pelatihan semacam ini tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga mendapatkan akses terhadap peluang usaha yang nyata. Pelatihan di bidang kuliner menjadi salah satu program yang paling diminati dan berdampak karena mudah dipraktikkan serta cepat menghasilkan.

"Dengan dukungan AI, para ibu juga bisa lebih mudah mempromosikan produknya secara daring," katanya.

Ketua Umum ESPAS Indonesia Dewi Herawati menjelaskan dalam sesi Kick-Off Program, peserta dilatih membuat minuman herbal berbasis rempah yang memiliki khasiat bagi kesehatan dan kebugaran. Menariknya, bahan-bahan yang sama kemudian diolah menjadi kue tradisional sehingga tidak ada bahan yang terbuang.

Selain keterampilan memasak, peserta juga diajarkan menggunakan aplikasi ChatGPT untuk membuat konten promosi digital. Mereka bahkan langsung ditantang membuka pre-order produk pada hari yang sama. Hasilnya, total 52 pesanan berhasil diperoleh dalam sehari. Setelah sesi pelatihan tatap muka, kegiatan akan dilanjutkan dengan pendampingan intensif selama tiga minggu.

Dalam periode tersebut, peserta akan mendapatkan bimbingan mengenai strategi pemasaran digital, pembuatan konten promosi, serta pendampingan langsung dari para pelatih.

"Pendampingan ini menjadi ruang berbagi pengalaman dan solusi atas tantangan bisnis yang dihadapi peserta. Kami ingin memastikan bahwa ilmu yang diberikan benar-benar bisa diterapkan secara berkelanjutan," ujar Dewi.

Ketua Panti Pelayanan Sosial (PPS) Penyandang Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT) Semarang Elliya Chariroh mengapresiasi Yayasan Indonesia Setara dan ESPAS Indonesia atas pelaksanaan kegiatan pelatihan pengembangan produk berbasis empon-empon.

Dia bangga karena kegiatan tersebut melibatkan Taman Pelangi sebagai lokasi pelatihan. Menurut dia, tempat tersebut menjadi pilihan yang tepat karena memiliki nilai historis serta suasana yang mendukung proses pembelajaran bagi peserta dari berbagai latar belakang.

“Materi yang diberikan sangat relevan untuk pengembangan produk empon-empon. Selain bernilai ekonomi, bahan-bahannya dapat ditanam sendiri, sehingga mudah diakses dan berkelanjutan,” ujarnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BEM UI: Ekonomi Hanya...
BEM UI: Ekonomi Hanya Tumbuh di Atas Kertas, di Meja Makan Rakyat Tidak Ada yang Berubah
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
MBG di Papua Perkuat...
MBG di Papua Perkuat Gizi dan Gerakkan Ekonomi Lokal
Menteri dan Deretan...
Menteri dan Deretan Tokoh Daerah Bedah Transisi Ekonomi Jakarta
Kolaborasi Pemprov dan...
Kolaborasi Pemprov dan BI Jakarta Dorong Industri Film sebagai Pertumbuhan Ekonomi Baru
Sandination Academy...
Sandination Academy dan YIS Dampingi 50 Brand dalam Offline Mentoring Rocket Incubation 2026
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Rekomendasi
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Puluhan Ojol Gelar Aksi di Luar Pengadilan
Dito Ariotedjo Lebih...
Dito Ariotedjo Lebih Langsing saat Penuhi Panggilan KPK Hari Ini: Finish Hyrox Under 2 Jam
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
Berita Terkini
Polda Metro Jaya Minta...
Polda Metro Jaya Minta Hakim Tolak Seluruh Permintaan Praperadilan Roy Suryo
Bibit Siklon Tropis...
Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Gelombang Tinggi
Sidang Lanjutan Praperadilan...
Sidang Lanjutan Praperadilan Roy Suryo, Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban
Pemerintah Perkuat Kopdes...
Pemerintah Perkuat Kopdes Merah Putih untuk Bangun Papua
Suasana Jelang Putusan...
Suasana Jelang Putusan Nadiem, Polisi Berjaga, Papan Dukungan, hingga Mitra Gojek Padati PN Tipikor
87 Warga Aceh Tamiang...
87 Warga Aceh Tamiang Dapat Layanan Dokter Spesialis Gratis dalam Milad ke-24 BSMI
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved