Mantan Bos Danareksa Tewas Tertimpa Pohon, Pramono: Banyak Pohon di Jakarta Harus Dipotong
Selasa, 28 Oktober 2025 - 14:48 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) memotong pohon-pohon yang berpotensi tumbang saat diterjang angin kencang. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) memotong pohon-pohon yang berpotensi tumbang saat diterjang angin kencang. Namun, proses pemotongan memerlukan waktu, tidak bisa bimsalabim.
"Pertama untuk pohon, kemarin kejadian yang di Pondok Indah kami langsung melakukan pemotongan di beberapa pohon-pohon yang berpotensi untuk terjadi patahan. Yang kedua sekarang dipasang steger untuk penyangga dan saya juga memerintahkan untuk pohon-pohon yang sudah dianggap terlalu tua untuk dipotong," ujar Pramono di Kantor Kemenkes Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (28/10/2025).
"Mungkin tadi dari tadi malam sudah dikerjakan, memang tidak bisa bimsalabim kemudian selesai semua," tambahnya.
Baca juga: Hujan di Jakarta Mengandung Mikroplastik, Menkes dan Pramono Kompak Ajak Pakai Masker
Pramono menyebut peristiwa nahas yang terjadi Minggu, 26 Oktober 2025 menjadi ketahuan banyak pohon tua yang harus dipotong. "Tetapi yang paling penting kejadian kemarin itu betul-betul membuat kita tahu bahwa banyak pohon yang memang harus dipotong," ucapnya.
Sebelumnya, seorang pengemudi mobil Lexus yang tewas tertimpa pohon tumbang, saat hujan deras di daerah Pondok Indah, Jakarta Selatan ternyata adalah mantan Direktur Danareksa, Harry Nugroho Prasetyo Danardojo, pada Minggu 26 Oktober 2025.
Baca juga: Pengendara Lexus Tewas Tertimpa Pohon di Pondok Indah, Pramono Berduka
Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Harnas Prihandito membeberkan kronologi kejadian tersebut, berawal saat mobil Lexus tengah mengarah ke selatan dan berhenti di antrean kendaraan di perempatan Pondok Indah. Tiba-tiba, pohon besar tumbang dan menimpa mobil tersebut.
"Itu murni kejadian alam, musibah. Korban sedang di sebelah kiri untuk belok ke kiri, biasanya di situ padat merayap. Mungkin sedang antre," ujar Harnas, Senin, 27 Oktober 2025.
"Pertama untuk pohon, kemarin kejadian yang di Pondok Indah kami langsung melakukan pemotongan di beberapa pohon-pohon yang berpotensi untuk terjadi patahan. Yang kedua sekarang dipasang steger untuk penyangga dan saya juga memerintahkan untuk pohon-pohon yang sudah dianggap terlalu tua untuk dipotong," ujar Pramono di Kantor Kemenkes Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (28/10/2025).
"Mungkin tadi dari tadi malam sudah dikerjakan, memang tidak bisa bimsalabim kemudian selesai semua," tambahnya.
Baca juga: Hujan di Jakarta Mengandung Mikroplastik, Menkes dan Pramono Kompak Ajak Pakai Masker
Pramono menyebut peristiwa nahas yang terjadi Minggu, 26 Oktober 2025 menjadi ketahuan banyak pohon tua yang harus dipotong. "Tetapi yang paling penting kejadian kemarin itu betul-betul membuat kita tahu bahwa banyak pohon yang memang harus dipotong," ucapnya.
Sebelumnya, seorang pengemudi mobil Lexus yang tewas tertimpa pohon tumbang, saat hujan deras di daerah Pondok Indah, Jakarta Selatan ternyata adalah mantan Direktur Danareksa, Harry Nugroho Prasetyo Danardojo, pada Minggu 26 Oktober 2025.
Baca juga: Pengendara Lexus Tewas Tertimpa Pohon di Pondok Indah, Pramono Berduka
Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Harnas Prihandito membeberkan kronologi kejadian tersebut, berawal saat mobil Lexus tengah mengarah ke selatan dan berhenti di antrean kendaraan di perempatan Pondok Indah. Tiba-tiba, pohon besar tumbang dan menimpa mobil tersebut.
"Itu murni kejadian alam, musibah. Korban sedang di sebelah kiri untuk belok ke kiri, biasanya di situ padat merayap. Mungkin sedang antre," ujar Harnas, Senin, 27 Oktober 2025.
(cip)
Lihat Juga :