Jakarta Running Festival 2025, Ratusan Anak Ikuti Lomba Lari di Stadion Madya GBK
Senin, 27 Oktober 2025 - 18:36 WIB
loading...
Ratusan anak dari berbagai wilayah di Jakarta memenuhi Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ratusan anak dari berbagai wilayah di Jakarta memenuhi Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Mereka mengikuti lomba lari khusus anak.
Lomba lari anak yang digelar Taro Junior Dash 2025 ini merupakan bagian dari ajang olahraga Jakarta Running Festival 2025, perhelatan marathon terbesar di Indonesia. Kegiatan ini menjadi tahun kedua kolaborasi Taro dengan Jakarta Running Festival, setelah sukses digelar pada 2024.
Senior Brand Manager Taro FKS Food Sejahtera Dwiki Akbar Sukmadi Candra menyebut, sebanyak 600 peserta usia 4-12 tahun ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Baca juga: Berapa Biaya Perawatan Rumput GBK?
“Taro Junior Dash bukan hanya tentang lomba lari, tapi tentang core memory bagi anak dan keluarga. Kami ingin menghadirkan pengalaman yang menyenangkan, penuh kegembiraan dan kebersamaan, sehingga anak-anak bisa berlari, berkompetisi sekaligus bermain dan belajar mengenai nilai sportivitas,” ujarnya, Senin (26/10/2025).
Dalam kompetisi lari anak-anak ini, kata dia, peserta dibagi dalam beberapa katagori jarak yakni, 100 meter, 200 meter dan 400 meter, disesuaikan dengan usia. Setiap kelompok berlari secara bergiliran, diakhiri dengan babak final yang menegangkan namun penuh semangat dan keceriaan.
Baca juga: Perbandingan Rizal Memorial Stadium vs Gelora Bung Karno, Beda Kelas?
"Jumlah peserta tahun ini sebanyak 600 anak, meningkat dibanding tahun lalu yang mencapai 500 anak, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga," katanya.
Melalui kegiatan ini, pihaknya berkomitmen terhadap lima nilai budi pekerti yang diusung yaitu compassion (kepedulian), courage (keberanian), creativity (kreativitas), integrity (integritas) dan resilience (ketangguhan) yang tercermin dalam semangat anak-anak berlari serta keluarga yang saling mendukung.
“Kami percaya olahraga adalah bentuk petualangan baru bagi anak-anak. Di sinilah nilai-nilai budi pekerti tersebut tumbuh. Hal itu sejalan dengan visi dan misi kami untuk menghadirkan petualangan tanpa batas bagi keluarga Indonesia,” ungkap Dwiki.
Mengusung semangat petualangan khas Taro, tahun ini area acara diperluas dengan menghadirkan berbagai wahana permainan di Adventaro Zone atau Adventaro World. Anak-anak beserta keluarganya dapat mengikuti beragam permainan interaktif dan edukatif, sambil mengumpulkan merchandise eksklusif serta menikmati beragam produk andalan FKS Food.
Arshan (4) salah satu peserta mengaku, senang berkompetisi bersama anak-anak lainnya untuk lari jarak pendek kategori 100 meter. Noval Arnold Patiasina kakeknya yang mendampingi selama kompetisi mengungkapkan kegiatan ini sangat bagus mendidik anak-anak sebagai generasi penerus untuk melahirkan atlet-atlet berbakat dan berprestasi.
“Melalui lomba lari ini bisa menggugah mereka menjadi generasi penerus yang membanggakan Indonesia. Kegiatan yang positif sekali, membangun jiwa kompetisi dan sportivitas. Selain lari juga perlu diadakan lomba lainnya seperti sepak bola, bersepeda dan renang, “ ujar Noval.
Lomba lari anak yang digelar Taro Junior Dash 2025 ini merupakan bagian dari ajang olahraga Jakarta Running Festival 2025, perhelatan marathon terbesar di Indonesia. Kegiatan ini menjadi tahun kedua kolaborasi Taro dengan Jakarta Running Festival, setelah sukses digelar pada 2024.
Senior Brand Manager Taro FKS Food Sejahtera Dwiki Akbar Sukmadi Candra menyebut, sebanyak 600 peserta usia 4-12 tahun ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Baca juga: Berapa Biaya Perawatan Rumput GBK?
“Taro Junior Dash bukan hanya tentang lomba lari, tapi tentang core memory bagi anak dan keluarga. Kami ingin menghadirkan pengalaman yang menyenangkan, penuh kegembiraan dan kebersamaan, sehingga anak-anak bisa berlari, berkompetisi sekaligus bermain dan belajar mengenai nilai sportivitas,” ujarnya, Senin (26/10/2025).
Dalam kompetisi lari anak-anak ini, kata dia, peserta dibagi dalam beberapa katagori jarak yakni, 100 meter, 200 meter dan 400 meter, disesuaikan dengan usia. Setiap kelompok berlari secara bergiliran, diakhiri dengan babak final yang menegangkan namun penuh semangat dan keceriaan.
Baca juga: Perbandingan Rizal Memorial Stadium vs Gelora Bung Karno, Beda Kelas?
"Jumlah peserta tahun ini sebanyak 600 anak, meningkat dibanding tahun lalu yang mencapai 500 anak, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga," katanya.
Melalui kegiatan ini, pihaknya berkomitmen terhadap lima nilai budi pekerti yang diusung yaitu compassion (kepedulian), courage (keberanian), creativity (kreativitas), integrity (integritas) dan resilience (ketangguhan) yang tercermin dalam semangat anak-anak berlari serta keluarga yang saling mendukung.
“Kami percaya olahraga adalah bentuk petualangan baru bagi anak-anak. Di sinilah nilai-nilai budi pekerti tersebut tumbuh. Hal itu sejalan dengan visi dan misi kami untuk menghadirkan petualangan tanpa batas bagi keluarga Indonesia,” ungkap Dwiki.
Mengusung semangat petualangan khas Taro, tahun ini area acara diperluas dengan menghadirkan berbagai wahana permainan di Adventaro Zone atau Adventaro World. Anak-anak beserta keluarganya dapat mengikuti beragam permainan interaktif dan edukatif, sambil mengumpulkan merchandise eksklusif serta menikmati beragam produk andalan FKS Food.
Arshan (4) salah satu peserta mengaku, senang berkompetisi bersama anak-anak lainnya untuk lari jarak pendek kategori 100 meter. Noval Arnold Patiasina kakeknya yang mendampingi selama kompetisi mengungkapkan kegiatan ini sangat bagus mendidik anak-anak sebagai generasi penerus untuk melahirkan atlet-atlet berbakat dan berprestasi.
“Melalui lomba lari ini bisa menggugah mereka menjadi generasi penerus yang membanggakan Indonesia. Kegiatan yang positif sekali, membangun jiwa kompetisi dan sportivitas. Selain lari juga perlu diadakan lomba lainnya seperti sepak bola, bersepeda dan renang, “ ujar Noval.
(cip)
Lihat Juga :