Peran Pemulia Tanaman Kunci Ketahanan Pangan Nasional

Jum'at, 24 Oktober 2025 - 09:25 WIB
loading...
Peran Pemulia Tanaman...
Pemulia tanaman menjadi garda terdepan dalam ketahanan pangan nasional. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Ketahanan pangan Indonesia menghadapi tantangan serius. Pada 2050, Indonesia harus mampu menghasilkan pangan dua kali lipat dari sekarang.

Hal itu karena jumlah penduduk meningkat, sementara tekanan lingkungan makin berat akibat pemanasan global. Salah satu jalan keluarnya adalah mendorong pemulia tanaman untuk menghasilkan varietas-varietas adaptif terhadap perubahan iklim, tahan serangan hama dan penyakit serta produktivitas tinggi.

“Peran pemuliaan tanaman sangat sentral terhadap peningkatan kualitas dan produktivitas pertanian,” ujar Ketua Umum Perhimpunan Ilmu Pemuliaan Indonesia (Peripi) Muhamad Syukur, Jumat (24/10/2025).

Baca juga: Wujudkan Ketahanan Pangan Indonesia lewat Program Pelatihan

Sejarah menunjukkan, revolusi hijau bermula dari varietas unggul hasil karya pemulia tanaman. Dulu gandum berumur pendek dengan produktivitas tinggi memicu perubahan besar, lalu diikuti padi dan tanaman lain. Tanpa pemuliaan, peningkatan produktivitas hingga sepuluh kali lipat tidak akan mungkin terjadi.

Sejumlah penelitian telah memperingatkan bahwa perubahan iklim dapat menurunkan produktivitas padi di Asia Tenggara hingga 10–20% jika tidak diimbangi inovasi adaptif seperti varietas tahan kekeringan dan banjir.

Sayangnya, Indonesia menghadapi kekurangan serius tenaga pemulia tanaman. Idealnya satu pemulia melayani sekitar 3.000 petani. “Dengan 30 juta petani, kita butuh sekitar 10.000 pemulia. Saat ini yang terdaftar resmi di PERIPI hanya sekitar 1.000 orang, dan yang aktif benar-benar melakukan pemuliaan mungkin hanya seperempatnya,” katanya.

Baca juga: Dukung Ketahanan Pangan, Waskita Kebut Proyek Rp677,34 Miliar di Aceh

Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya, persepsi generasi muda terhadap bidang ini cenderung negatif yaitu dianggap sulit, membutuhkan waktu panjang, dan tidak menawarkan insentif menarik. Pemulia tanaman memang harus kuat di lapangan, punya dasar ilmu genetika dan statistik, dan yang penting idealisme tinggi.

Sayangnya, insentif dan penghargaan bagi pemulia belum sepadan dengan kontribusinya. “Untuk mempercepat kemajuan, pemerintah perlu membuka kembali formasi dosen pemulia, membuka program studi S1 untuk pemulia tanaman, serta memperluas kesempatan magang di industri benih agar lulusan siap kerja,” tegasnya.

Selain itu, pemberian insentif kepada pemulia tanaman oleh pemerintah dan juga non pemerintah seperti Indonesian Breeder Award (IBA 2025) dapat mendorong semangat para pemulia untuk menghasilkan karya-karyanya.


IBA 2025 yang akan digelar November 2025 adalah ajang pemberian penghargaan kepada individu atau lembaga yang melakukan pengembangan inovasi, varietas, teknologi pemuliaan atau sumber daya genetik yang berdampak luas bagi pertanian, petani dan ketahanan pangan nasional.

Selain keterbatasan sumber daya manusia, tantangan lain adalah pendanaan riset yang tidak berkelanjutan. Ketika pemuliaan tanaman tidak dapat berhenti karena memerlukan proses yang panjang, di sisi lain setiap tahun pemulia tanaman harus bersaing untuk mendapatkan dana baru. Hal itu membuat program tidak dapat berkelanjutan.

Pakar agribisnis yang juga Guru Besar IPB University Bayu Krisnamurthi dalam pertemuan dengan asosiasi perusahaan benih hortikultura Hortindo menegaskan riset pemuliaan tanaman adalah investasi dan memiliki horizon jangka panjang. Karenanya mesti dibangun kondisi yang mendukung agar investasi tersebut masuk ke Indonesia.

"Ketahanan pangan bukan sekadar kemampuan memproduksi cukup makanan, tetapi memastikan setiap rumah tangga dapat mengakses pangan bergizi dalam kondisi lingkungan yang terus berubah," katanya.

Untuk itu, keberpihakan terhadap riset pemuliaan tanaman bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis bangsa. "Kalau kita ingin kedaulatan pangan, kita harus menghargai pemulia sebagai pahlawan benih karena dari merekalah masa depan pangan Indonesia tumbuh," ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Peneliti MPSI: PSN Wanam...
Peneliti MPSI: PSN Wanam Jadi Penggerak Kemajuan Papua Selatan dan Ketahanan Pangan
Gelar Rakernas di Yogyakarta,...
Gelar Rakernas di Yogyakarta, APJI Perkuat Kolaborasi dan Profesionalisme
Pembudidaya Ikan Bioflok...
Pembudidaya Ikan Bioflok Karawang Sukses Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo
Gerakan Musyawarah Revitalisasi...
Gerakan Musyawarah Revitalisasi Pangan Lokal Digagas di Cinere
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Rekomendasi
Preview Piala Dunia...
Preview Piala Dunia 2026 Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Batu Sandungan Tuan Rumah
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Berita Terkini
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Bukti Fundamental Solid,...
Bukti Fundamental Solid, BRI Alokasikan Rp500 Miliar Demi Buyback Saham
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved