Profil Kombes Pol M Iqbal Simatupang, Kapolresta Denpasar yang Tangani Kasus Tewasnya Timothy Anugerah
Rabu, 22 Oktober 2025 - 07:40 WIB
loading...
Kapolresta Denpasar Kombes Pol M Iqbal Simatupang menjelaskan kasus tewasnya Timothy Anugerah, mahasiswa Universitas Udayana akibat melompat dari lantai 4 Gedung Fisik usai mendapat bullying. Foto/IG @m_iqbalsimatupang
A
A
A
KASUS meninggalnya Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa semester tujuh Universitas Udayana (Unud) menggegerkan masyarakat. Timothy ditemukan tewas setelah diduga melompat dari lantai empat Gedung FISIP karena adanya perundungan di lingkungan kampus.
Kasus ini kini dalam penyelidikan intensif oleh Polresta Denpasar, setelah keluarga korban melayangkan laporan resmi melalui jalur pengaduan masyarakat (Dumas). Laporan itu ditindaklanjuti Polresta Denpasar di bawah kepemimpinan Kombes Pol Muhammad Iqbal Simatupang dengan memeriksa tiga saksi yang terdiri dari dua mahasiswa dan satu petugas keamanan kampus.
Baca juga: Kasus Kematian Timothy Anugerah Diduga karena Bullying, Polisi Periksa 3 Orang
Meningkatnya atensi publik terhadap kasus ini, terutama setelah munculnya bukti dugaan bullying di media sosial, menuntut pihak kepolisian untuk mengusutnya secara transparan.
Kombes Iqbal menjadi sosok penting dalam penanganan perkara ini, di tengah tekanan publik yang tinggi terhadap universitas maupun aparat penegak hukum.
Kombes Pol Muhammad Iqbal Simatupang lulus Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2000. Ia resmi menjabat sebagai Kapolresta Denpasar pada 20 Januari 2025 setelah sebelumnya bertugas sebagai Kadenperintis di Ditsamapta Baharkam Polri dengan pangkat AKBP.
Baca juga: Kasus Timothy Anugerah, Kemendiktisaintek Minta Universitas Udayana Tangani secara Transparan
Pengangkatan ini merupakan bagian dari rotasi tujuh pejabat utama di lingkungan Polda Bali yang dilantik pada awal tahun. Sebelum bertugas di Denpasar, MI qbalSimatupang juga pernah menjabat sebagai Kapolres Tegal, serta Kabag Dalpers Rosdm Polda Metro Jaya.
Ia menggantikan Kombes Pol Wisnu Probowo yang kini menduduki posisi sebagai Analis Kebijakan Madya di Baharkam Polri. Pelantikan Muhammad Iqbal disambut dengan berbagai kegiatan awal seperti pengecekan personel dan apel di lingkungan Polresta serta jajaran Polsek.
Sejak dilantik, Iqbal menunjukkan pendekatan kepemimpinan yang dekat dengan anggota dan masyarakat. Ia rutin menggelar kegiatan sambang kamtibmas dan menjalin hubungan dengan tokoh-tokoh lokal, termasuk anggota DPRD dan tokoh adat di Denpasar.
Hal itu demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Denpasar. Sikap humanis dan komunikatifnya juga tercermin dalam unggahan-unggahan di akun Instagram resminya, @m_iqbalsimatupang, yang kerap diakhiri dengan kata 'Alhamdulillah'.
Dalam kehidupan pribadi, Iqbal dikenal sebagai sosok keluarga yang hangat. Ia menikah dengan My. Leli Iqbal dan dikaruniai empat anak: Alya, Icha, Balqis, dan Boy. Ungkapan kebanggaan dan kasih sayang terhadap keluarganya kerap ia sampaikan melalui media sosial dalam bentuk ucapan ulang tahun atau pencapaian anak-anaknya.
Kombes Iqbal membawa semangat baru bagi Polresta Denpasar. Dengan pengalaman panjang di kepolisian dan gaya kepemimpinan yang terbuka, ia diharapkan mampu membawa institusi yang dipimpinnya menjadi lebih responsif, profesional, dan berintegritas dalam menghadapi tantangan hukum di tengah masyarakat.
Salah satu ujiannya kini adalah mengusut tuntas kasus meninggalnya Timothy Anugerah secara transparan dan adil di tengah tekanan publik yang tingi.(MG/Nabila Sahrani Isrofaatin)
Kasus ini kini dalam penyelidikan intensif oleh Polresta Denpasar, setelah keluarga korban melayangkan laporan resmi melalui jalur pengaduan masyarakat (Dumas). Laporan itu ditindaklanjuti Polresta Denpasar di bawah kepemimpinan Kombes Pol Muhammad Iqbal Simatupang dengan memeriksa tiga saksi yang terdiri dari dua mahasiswa dan satu petugas keamanan kampus.
Baca juga: Kasus Kematian Timothy Anugerah Diduga karena Bullying, Polisi Periksa 3 Orang
Meningkatnya atensi publik terhadap kasus ini, terutama setelah munculnya bukti dugaan bullying di media sosial, menuntut pihak kepolisian untuk mengusutnya secara transparan.
Kombes Iqbal menjadi sosok penting dalam penanganan perkara ini, di tengah tekanan publik yang tinggi terhadap universitas maupun aparat penegak hukum.
Perjalanan Karier Kombes Pol M IqbalSimatupang
Kombes Pol Muhammad Iqbal Simatupang lulus Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2000. Ia resmi menjabat sebagai Kapolresta Denpasar pada 20 Januari 2025 setelah sebelumnya bertugas sebagai Kadenperintis di Ditsamapta Baharkam Polri dengan pangkat AKBP.
Baca juga: Kasus Timothy Anugerah, Kemendiktisaintek Minta Universitas Udayana Tangani secara Transparan
Pengangkatan ini merupakan bagian dari rotasi tujuh pejabat utama di lingkungan Polda Bali yang dilantik pada awal tahun. Sebelum bertugas di Denpasar, MI qbalSimatupang juga pernah menjabat sebagai Kapolres Tegal, serta Kabag Dalpers Rosdm Polda Metro Jaya.
Ia menggantikan Kombes Pol Wisnu Probowo yang kini menduduki posisi sebagai Analis Kebijakan Madya di Baharkam Polri. Pelantikan Muhammad Iqbal disambut dengan berbagai kegiatan awal seperti pengecekan personel dan apel di lingkungan Polresta serta jajaran Polsek.
Sejak dilantik, Iqbal menunjukkan pendekatan kepemimpinan yang dekat dengan anggota dan masyarakat. Ia rutin menggelar kegiatan sambang kamtibmas dan menjalin hubungan dengan tokoh-tokoh lokal, termasuk anggota DPRD dan tokoh adat di Denpasar.
Hal itu demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Denpasar. Sikap humanis dan komunikatifnya juga tercermin dalam unggahan-unggahan di akun Instagram resminya, @m_iqbalsimatupang, yang kerap diakhiri dengan kata 'Alhamdulillah'.
Dalam kehidupan pribadi, Iqbal dikenal sebagai sosok keluarga yang hangat. Ia menikah dengan My. Leli Iqbal dan dikaruniai empat anak: Alya, Icha, Balqis, dan Boy. Ungkapan kebanggaan dan kasih sayang terhadap keluarganya kerap ia sampaikan melalui media sosial dalam bentuk ucapan ulang tahun atau pencapaian anak-anaknya.
Kombes Iqbal membawa semangat baru bagi Polresta Denpasar. Dengan pengalaman panjang di kepolisian dan gaya kepemimpinan yang terbuka, ia diharapkan mampu membawa institusi yang dipimpinnya menjadi lebih responsif, profesional, dan berintegritas dalam menghadapi tantangan hukum di tengah masyarakat.
Salah satu ujiannya kini adalah mengusut tuntas kasus meninggalnya Timothy Anugerah secara transparan dan adil di tengah tekanan publik yang tingi.(MG/Nabila Sahrani Isrofaatin)
(shf)
Lihat Juga :