Setahun Kepemimpinan, Prabowo Jadikan Pertahanan sebagai Instrumen Diplomasi

Selasa, 21 Oktober 2025 - 20:59 WIB
loading...
Setahun Kepemimpinan,...
Satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan arah baru dalam pembangunan sektor pertahanan nasional. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan arah baru dalam pembangunan sektor pertahanan nasional. Prabowo dinilai berhasil menggeser paradigma lama bahwa pertahanan hanya dipandang sebagai alat perang, menjadi instrumen diplomasi dan kekuatan tawar Indonesia di kancah geopolitik global.

“Presiden Prabowo memandang pertahanan bukan sekadar alat militer, melainkan pilar utama kedaulatan dan diplomasi. Dengan pendekatan pertahanan yang kuat, Indonesia kini memiliki posisi tawar lebih tinggi dalam percaturan global,” ujar Sandhya Ketua Bidang Hukum Pengurus Pusat Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Polri (PP GM FKPPI), Wahyu Sandhya Yudha, di Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Ketua Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Jakarta ini menilai, langkah Presiden Prabowo memperkuat diplomasi pertahanan (defense diplomacy) terlihat dari berbagai inisiatif strategis yang dijalankan sejak awal masa pemerintahannya.

Baca juga: Hasil Survei IPO: 81% Publik Percaya Kepemimpinan Presiden Prabowo

"Salah satunya, peningkatan kerja sama pertahanan dengan negara-negara mitra strategis seperti Amerika Serikat, China, Korea Selatan, Jepang, Italia, Turki dan Prancis yang bukan hanya berorientasi pada pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista), tetapi juga pada transfer teknologi dan kemandirian industri pertahanan nasional", jelasnya.

Menurut dia, langkah konkret yang paling terlihat adalah keberanian Presiden dalam melakukan diversifikasi sumber alutsista dan membangun kemitraan teknologi pertahanan. "Tentunya ini bukan hanya soal kekuatan tempur, tetapi juga positioning Indonesia sebagai negara dengan kemampuan pertahanan yang dihormati dunia,” lanjut Sandhya.

Selain itu, Sandhya juga menyoroti keberhasilan Kementerian Pertahanan di bawah kepemimpinan Sjafrie Sjamsoeddin dalam meningkatkan postur pertahanan maritim dan udara sebagai respons terhadap dinamika geopolitik Indo-Pasifik.

Baca juga: Setahun Pemerintahan Prabowo, IARMI Dorong Penguatan Pertahanan Semesta dan Pelibatan Sipil

"Program modernisasi alutsista, penguatan TNI di wilayah perbatasan, hingga pengembangan ekosistem industri pertahanan dalam negeri berbasis riset dan inovasi menjadi wujud nyata dari visi kemandirian pertahanan nasional,” tandasnya.


Lebih lanjut, baginya pendekatan Presiden Prabowo sangat jelas, bahwa pertahanan yang kuat akan memperkuat posisi Indonesia dalam negosiasi ekonomi, energi, dan politik luar negeri. "Ini bentuk strategi pertahanan komprehensif yang berfungsi sebagai instrumen diplomasi dan stabilitas kawasan,” imbuhnya.

Menurut Wahyu, capaian ini juga memperlihatkan bahwa Prabowo tidak hanya fokus pada kekuatan fisik militer, tetapi juga pada aspek sosial, teknologi, dan diplomasi pertahanan, termasuk program pembinaan sumber daya manusia pertahanan melalui pendidikan bela negara dan kerja sama strategis di bidang pertahanan siber.

“Konsep pertahanan dalam Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo bersifat total, tidak hanya menyiapkan senjata tetapi juga membangun ketahanan bangsa melalui diplomasi dan partisipasi rakyat. Itulah bentuk pertahanan semesta yang sebenarnya, semoga ditahun-tahun berikutnya lebih mengokohkan pelibatan rakyat dalam perumusan kebijakan pertahanan,” katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
8 Ruas Jalan Bakal Dilalui...
8 Ruas Jalan Bakal Dilalui Rombongan PM Singapura saat Bertemu Presiden Prabowo Hari Ini
Asosiasi Kepala Desa...
Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia di NTB Dukung MBG Diperluas hingga Pelosok
Presiden Prabowo Berikan...
Presiden Prabowo Berikan Bantuan Alat Drumben untuk SDN Tegalega Sukabumi
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Presiden Prabowo Sambut...
Presiden Prabowo Sambut Kedatangan PM India Narendra Modi di Lanud Halim Perdanakusuma
Prabowo dan PM Wong...
Prabowo dan PM Wong Sepakati 26 Kerja Sama, Pertahanan hingga Keselamatan Nuklir
Prabowo: Indonesia-Singapura...
Prabowo: Indonesia-Singapura Sepakat Jaga Keamanan Selat Malaka
Rekomendasi
Percepat Transformasi,...
Percepat Transformasi, Telkom Sukses Tuntaskan Restrukturisasi 10 Entitas Bisnis
Perlambatan Ekonomi...
Perlambatan Ekonomi Tekan Pendapatan, Agus Taufiq Perindo Desak Perluasan Lapangan Kerja
UMB Gelar GEN Z SPEAKS:...
UMB Gelar GEN Z SPEAKS: Aware or Controlled?, Hadirkan Pandji hingga Rian Fahardhi
Berita Terkini
Puluhan Siswa SMA Belajar...
Puluhan Siswa SMA Belajar Riset, AI, dan Keberlanjutan secara Langsung
92 WN China Pelaku Penipuan...
92 WN China Pelaku Penipuan Investasi di Batam Dideportasi, Seumur Hidup Dilarang ke Indonesia
UP2B Jabar Siaga 24...
UP2B Jabar Siaga 24 Jam Jaga Pasokan Listrik, Libur Sekolah Nyaman Berkat Kinerja PLN
Bang Jago yang Pukul...
Bang Jago yang Pukul Pengendara Motor di Jagakarsa Positif Sabu
3 Pelaku Penyerangan...
3 Pelaku Penyerangan yang Tewaskan 3 Polisi di Katingan Dibekuk
YLC-8 IKA ITS Siapkan...
YLC-8 IKA ITS Siapkan Generasi Pemimpin Adaptif Menuju Indonesia Emas 2045
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved