Polisi Sebut Terapis Wanita Tewas di Pejaten Pernah Kerja di Bali
Selasa, 21 Oktober 2025 - 07:28 WIB
loading...
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly menjelaskan kasus tewasnya RTA (14), terapis wanita yang ditemukan di lahan kosong Pejaten, Pasar Minggu. Foto/Dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Polisi menyampaikan perkembangan terkini terkait tewasnya RTA (14), terapis wanita yang ditemukan tewas di lahan kosong Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Polisi menyebut, RTA pernah bekerja di Delta Spa Bali.
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly mengatakan pihaknya masih terus mendalami soal proses rekrutmen terhadap korban hingga bisa bekerja sebagai terapis.
Baca juga: Bareskrim Asistensi Kasus Tewasnya Terapis di Pejaten
“Kita harus benar-benar mengumpulkan alat bukti dulu yang maksimal supaya jangan sampai kita salah menerapkan pasal dan sebagainya, karena kita kan harus melihat mulai dari proses perekrutan itu dia bagaimana, kita harus lihat arsip yang dia gunakan pada saat dia melamar menjadi tenaga terapis itu," kata Nicolas kepada wartawan dikutip Selasa (20/10/2025).
"Kita juga harus cek pihak pekerja tempat dia bekerja awal, dia kan bekerja awalnya di Delta Bali, jadi kita harus cek semua itu," sambung dia.
Nicolas menambahkan, pihaknya telah memeriksa perusahaan outsourcing yang merekrut korban. Kendati begitu, Nicolas belum membeberkan informasi apa saja yang telah berhasil digali oleh penyidik.
Baca juga: Kasus Kematian Terapis di Pejaten, Keluarga Laporkan Dugaan Eksploitasi
"Dia (korban) direkrut oleh perusahaan lain dan dia dipekerjakan ke perusahaan yang lain, kita sudah cek, sudah diambil keterangan," jelas dia.
Sebagai informasi, pihak keluarga melaporkan pihak spa tempat korban bekerja atas dugaan eksploitasi anak.
Kakak korban telah membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Selatan terkait dugaan tersebut. Laporan tersebut tercantum dengan nomor LP/B/ 3676/X/2025/SPKT/Polres Metro Jaksel/Polda Metro Jaya.
Jasad korban ditemukan pada Kamis (2/10/2025) di sebuah lahan kosong di kawasan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Saat pertama kali ditemukan, korban memakai baju berkelir abu-abu sudah berdebu. Sementara di sekitar jasad juga ditemukan kain selendang dan dompet berisi dua ponsel.
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly mengatakan pihaknya masih terus mendalami soal proses rekrutmen terhadap korban hingga bisa bekerja sebagai terapis.
Baca juga: Bareskrim Asistensi Kasus Tewasnya Terapis di Pejaten
“Kita harus benar-benar mengumpulkan alat bukti dulu yang maksimal supaya jangan sampai kita salah menerapkan pasal dan sebagainya, karena kita kan harus melihat mulai dari proses perekrutan itu dia bagaimana, kita harus lihat arsip yang dia gunakan pada saat dia melamar menjadi tenaga terapis itu," kata Nicolas kepada wartawan dikutip Selasa (20/10/2025).
"Kita juga harus cek pihak pekerja tempat dia bekerja awal, dia kan bekerja awalnya di Delta Bali, jadi kita harus cek semua itu," sambung dia.
Nicolas menambahkan, pihaknya telah memeriksa perusahaan outsourcing yang merekrut korban. Kendati begitu, Nicolas belum membeberkan informasi apa saja yang telah berhasil digali oleh penyidik.
Baca juga: Kasus Kematian Terapis di Pejaten, Keluarga Laporkan Dugaan Eksploitasi
"Dia (korban) direkrut oleh perusahaan lain dan dia dipekerjakan ke perusahaan yang lain, kita sudah cek, sudah diambil keterangan," jelas dia.
Sebagai informasi, pihak keluarga melaporkan pihak spa tempat korban bekerja atas dugaan eksploitasi anak.
Kakak korban telah membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Selatan terkait dugaan tersebut. Laporan tersebut tercantum dengan nomor LP/B/ 3676/X/2025/SPKT/Polres Metro Jaksel/Polda Metro Jaya.
Jasad korban ditemukan pada Kamis (2/10/2025) di sebuah lahan kosong di kawasan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Saat pertama kali ditemukan, korban memakai baju berkelir abu-abu sudah berdebu. Sementara di sekitar jasad juga ditemukan kain selendang dan dompet berisi dua ponsel.
(shf)
Lihat Juga :