Massa Demo Aksi 1 Tahun Prabowo-Gibran Bubar, Jalan Kembali Dibuka
Senin, 20 Oktober 2025 - 19:16 WIB
loading...
Massa aksi dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) membubarkan diri usai membacakan 17 poin tuntutannya. Foto/Danandaya Arya Putra
A
A
A
JAKARTA - Massa aksi dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) membubarkan diri usai membacakan 17 poin tuntutannya. Mereka melakukan aksi demo di Jalan Medan Merdeka Selatan bertepatan dengan satu tahun Pemerintah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Senin (20/10/2025).
Dari pantauan SindoNews, massa BEM SI membubarkan diri sekitar pukul 18.15 WIB. Namun, sebelum bubar mereka menyampaikan lebih dulu 17 poin tuntutan yang dikhususkan untuk Prabowo-Gibran yang dibacakan oleh Kordinator Pusat Aliansi BEM SI Muzammil Ihsan.
Setelah tuntutan selesai dibacakan, BEM SI mengungkap rasa kecewanya atas aksi hari ini. Sebab tak ada perwakilan istana yang menemui mahasiswa.
Baca juga: Demo BEM UI Bawa 8 Tuntutan Satu Tahun Pemerintahan Prabowo, Desak Delpedro Dibebaskan
"Kami sampaikan aspirasi namun kami sangat kecewa dengan momentum satu tahun Prabowo-Gibran bukan mendengarkan tapi malah tuli dihadapan seluruh mahasiswa dan seluruh Rakyat Indonesia," kata Ihsan dari atas mobil komando.
Ihsan berjanji, BEM SI akan kembali melakukan aksi demo dengan jumlah massa yang lebih banyak, jika tuntutannya tidak digubris oleh istana. "Maka kami akan datang berlipat ganda lagi ketika tuntutan-tuntutan kami tidak dapat dipertimbangkan dan tidak dapat dibicarakan di tengah-tengah seluruh rakyat Indonesia," sambungnya.
Adapun setelah massa aksi membubarkan diri, petugas PPSU langsung membersihkan sisa sampah di Jalan Medan Merdeka Selatan. Polisi juga bersiap membuka akses jalan tersebut yang sebelumnya ditutup selama aksi penyampaian pendapat.
Adapun berikut ini 17 poin tuntutan BEM SI:
1. Evaluasi total program MBG
2. Bebaskan seluruh tahanan masa aksi
3. Hentikan segala bentuk intimidasi, kekerasan, dan kriminalisasi terhadap rakyat, serta wujudkan komitmen kebebasan bersuara.
4. Evaluasi total Kabinet Merah Putih dan copot menteri bermasalah
5. Reformasi menyeluruh lembaga legislatif
6. Evaluasi sistem pendidikan nasional dan realisasikan 20% APBN untuk sektor pendidikan.
7. Jaminan kesejahteraan tenaga pendidik.
8. Evaluasi anggaran pertahanan dan keamanan negara.
9. Bubarkan komando teritorial.
10. Tolak Pasal bermasalah dalam RUU yang tidak Pro-Rakyat.
11. Menuntut penguatan implementasi UU TPKS beserta aturan turunannya sebagai perlindungan hukum korban kekerasan seksual serta optimalkan pendidikan moral sebagai pencegahan penyimpangan seksual dan perilaku seks bebas.
12. SAH kan RUU yang Pro-Rakyat (RUU Perampasan Aset, PPRT, dan Masyarakat Hukum Adat).
13. Hentikan eksploitasi tambang yang merusak lingkungan di seluruh Indonesia.
14. Tolak food estate dan wujudkan kedaulatan pangan.
15. Tegaskan sikap pemerintah untuk memutus hubungan diplomatik dengan negara yang menolak kemerdekaan Palestina serta wujudkan komitmen pemerintah menolak kedatangan atlet zionist israel ke Indonesia.
16. Mendesak pemerintah agar memberikan edukasi secara menyeluruh sebelum pelaksanaan WPR (Wilayah Pertambangan Rakyat) diseluruh wilayah Indonesia.
17. Evaluasi serta pengawasan lebih ketat dalam program koperasi desa.
Dari pantauan SindoNews, massa BEM SI membubarkan diri sekitar pukul 18.15 WIB. Namun, sebelum bubar mereka menyampaikan lebih dulu 17 poin tuntutan yang dikhususkan untuk Prabowo-Gibran yang dibacakan oleh Kordinator Pusat Aliansi BEM SI Muzammil Ihsan.
Setelah tuntutan selesai dibacakan, BEM SI mengungkap rasa kecewanya atas aksi hari ini. Sebab tak ada perwakilan istana yang menemui mahasiswa.
Baca juga: Demo BEM UI Bawa 8 Tuntutan Satu Tahun Pemerintahan Prabowo, Desak Delpedro Dibebaskan
"Kami sampaikan aspirasi namun kami sangat kecewa dengan momentum satu tahun Prabowo-Gibran bukan mendengarkan tapi malah tuli dihadapan seluruh mahasiswa dan seluruh Rakyat Indonesia," kata Ihsan dari atas mobil komando.
Ihsan berjanji, BEM SI akan kembali melakukan aksi demo dengan jumlah massa yang lebih banyak, jika tuntutannya tidak digubris oleh istana. "Maka kami akan datang berlipat ganda lagi ketika tuntutan-tuntutan kami tidak dapat dipertimbangkan dan tidak dapat dibicarakan di tengah-tengah seluruh rakyat Indonesia," sambungnya.
Adapun setelah massa aksi membubarkan diri, petugas PPSU langsung membersihkan sisa sampah di Jalan Medan Merdeka Selatan. Polisi juga bersiap membuka akses jalan tersebut yang sebelumnya ditutup selama aksi penyampaian pendapat.
Adapun berikut ini 17 poin tuntutan BEM SI:
1. Evaluasi total program MBG
2. Bebaskan seluruh tahanan masa aksi
3. Hentikan segala bentuk intimidasi, kekerasan, dan kriminalisasi terhadap rakyat, serta wujudkan komitmen kebebasan bersuara.
4. Evaluasi total Kabinet Merah Putih dan copot menteri bermasalah
5. Reformasi menyeluruh lembaga legislatif
6. Evaluasi sistem pendidikan nasional dan realisasikan 20% APBN untuk sektor pendidikan.
7. Jaminan kesejahteraan tenaga pendidik.
8. Evaluasi anggaran pertahanan dan keamanan negara.
9. Bubarkan komando teritorial.
10. Tolak Pasal bermasalah dalam RUU yang tidak Pro-Rakyat.
11. Menuntut penguatan implementasi UU TPKS beserta aturan turunannya sebagai perlindungan hukum korban kekerasan seksual serta optimalkan pendidikan moral sebagai pencegahan penyimpangan seksual dan perilaku seks bebas.
12. SAH kan RUU yang Pro-Rakyat (RUU Perampasan Aset, PPRT, dan Masyarakat Hukum Adat).
13. Hentikan eksploitasi tambang yang merusak lingkungan di seluruh Indonesia.
14. Tolak food estate dan wujudkan kedaulatan pangan.
15. Tegaskan sikap pemerintah untuk memutus hubungan diplomatik dengan negara yang menolak kemerdekaan Palestina serta wujudkan komitmen pemerintah menolak kedatangan atlet zionist israel ke Indonesia.
16. Mendesak pemerintah agar memberikan edukasi secara menyeluruh sebelum pelaksanaan WPR (Wilayah Pertambangan Rakyat) diseluruh wilayah Indonesia.
17. Evaluasi serta pengawasan lebih ketat dalam program koperasi desa.
(rca)
Lihat Juga :