Tinjau Dapur MBG di Ngawi, Ibas: Kita Harus Steril Betul
Kamis, 16 Oktober 2025 - 18:03 WIB
loading...
Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) meninjau dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Pucanganom, Kendal, Ngawi, Jawa Timur. Foto/Ist
A
A
A
NGAWI - Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan saat meninjau dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Pucanganom, Kendal, Ngawi, Jawa Timur.
SPPG di Desa Pucanganom ini baru berjalan selama satu bulan dan telah mampu menyajikan sekitar 3.600 porsi makanan bergizi gratis setiap harinya.
Baca juga: Di Depan Steve Forbes, Prabowo Ungkap Program MBG Direncanakan sejak Tahun 2023
Ibas menekankan pentingnya menjaga standar kebersihan dalam setiap proses pengelolaan makanan agar kualitas gizi yang diterima anak-anak tetap terjaga.
“Kita harus steril betul, karena di beberapa daerah ada insiden. Harus benar-benar bersih dari proses persiapan hingga pembuatan makanannya sehingga tidak ada kuman, tidak ada bakteri, dan manfaatnya dapat maksimal bagi anak-anak kita. Kita harus pastikan pengelolaannya sudah tepat dan sesuai dengan standar,” ujar Ibas, dikutip Kamis (16/10/2025).
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada para pengelola dapur dan tenaga kerja yang telah berdedikasi tinggi dalam mendukung kelancaran program MBG ini.
Baca juga: Perpres Tata Kelola MBG Sudah di Meja Mensesneg, Masih Tunggu Masukan
“Terima kasih sudah bekerja dengan gigih untuk menyampaikan gizi yang baik bagi anak-anak kita. Saya titip pastikan semuanya bersih. Saya tidak ingin ada laporan anak-anak kita mengalami keracunan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ibas menegaskan pentingnya memastikan penggunaan anggaran program berjalan dengan transparan dan bertanggung jawab. Ia juga menyoroti potensi daerah yang dapat mendukung keberlanjutan program ini.
“Kita harus pastikan anggaran untuk MBG ini tepat sasaran, tidak ada penyelewengan. Kita bersyukur di Jawa Timur ini tanahnya subur, jadi bahan-bahan baku juga mudah penyalurannya dan harganya masih terjangkau,” katanya.
Ibas menegaskan dukungannya terhadap program Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto, sebagai langkah nyata pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini.
Dia menilai program ini bukan hanya soal penyediaan makanan, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kesehatan, pendidikan, dan masa depan anak-anak bangsa.
SPPG di Desa Pucanganom ini baru berjalan selama satu bulan dan telah mampu menyajikan sekitar 3.600 porsi makanan bergizi gratis setiap harinya.
Baca juga: Di Depan Steve Forbes, Prabowo Ungkap Program MBG Direncanakan sejak Tahun 2023
Ibas menekankan pentingnya menjaga standar kebersihan dalam setiap proses pengelolaan makanan agar kualitas gizi yang diterima anak-anak tetap terjaga.
“Kita harus steril betul, karena di beberapa daerah ada insiden. Harus benar-benar bersih dari proses persiapan hingga pembuatan makanannya sehingga tidak ada kuman, tidak ada bakteri, dan manfaatnya dapat maksimal bagi anak-anak kita. Kita harus pastikan pengelolaannya sudah tepat dan sesuai dengan standar,” ujar Ibas, dikutip Kamis (16/10/2025).
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada para pengelola dapur dan tenaga kerja yang telah berdedikasi tinggi dalam mendukung kelancaran program MBG ini.
Baca juga: Perpres Tata Kelola MBG Sudah di Meja Mensesneg, Masih Tunggu Masukan
“Terima kasih sudah bekerja dengan gigih untuk menyampaikan gizi yang baik bagi anak-anak kita. Saya titip pastikan semuanya bersih. Saya tidak ingin ada laporan anak-anak kita mengalami keracunan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ibas menegaskan pentingnya memastikan penggunaan anggaran program berjalan dengan transparan dan bertanggung jawab. Ia juga menyoroti potensi daerah yang dapat mendukung keberlanjutan program ini.
“Kita harus pastikan anggaran untuk MBG ini tepat sasaran, tidak ada penyelewengan. Kita bersyukur di Jawa Timur ini tanahnya subur, jadi bahan-bahan baku juga mudah penyalurannya dan harganya masih terjangkau,” katanya.
Ibas menegaskan dukungannya terhadap program Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto, sebagai langkah nyata pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini.
Dia menilai program ini bukan hanya soal penyediaan makanan, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kesehatan, pendidikan, dan masa depan anak-anak bangsa.
(shf)
Lihat Juga :