Peringatan Dini Tsunami Pascagempa M7,6 Dicabut
Jum'at, 10 Oktober 2025 - 13:39 WIB
loading...
BMKG mencabut peringatan dini tsunami yang disebabkan gempa M7,6 dengan kekuatan update M7,4 yang mengguncang timur Filipina, Jumat (10/10/2025). Ilustrasi/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) mencabut peringatan dini tsunami yang disebabkan gempa M7,6 dengan kekuatan update M7,4 yang mengguncang timur Filipina, Jumat (10/10/2025). BMKG mencatat adanya tsunami minor di sejumlah titik.
"Peringatan dini TSUNAMI yang disebabkan oleh gempa mag:7.4, tanggal: 10-Oct-25 08:44:00 WIB, dinyatakan telah berakhir," tulis BMKG lewat akun media sosial resminya.
Sementara, BMKG mencatat adanya tsunami minor di sejumlah titik di wilayah timur Indonesia. Gelombang tsunami terdeteksi di 7 lokasi stasiun pengamatan (Tsunami Gauge) milik BMKG di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara, dengan ketinggian maksimum mencapai 0,17 meter.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Destruktif Dikeluarkan
"Gempa ini dipicu aktivitas subduksi lempeng megathrust, Lempeng Laut Filipina menunjam ke bawah Lempeng Eurasia tepat di Palung Filipina ( Filipina Trench)," ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangannya.
Daryono pun menjelaskan, wilayah Timur Filipina rawan gempa bumi dan tsunami. "Wilayah timur Filipina tidak hanya rawan gempa tapi juga rawan tsunami."
Menurut Daryono, tektonik Filipina adalah sistem lempeng yang kompleks, dibentuk oleh interaksi zona subduksi Lempeng Pasifik, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Indo-Australia dengan Lempeng Laut Filipina.
Update 7 titik di timur Indonesia yang melaporkan tsunami:
1. ESSANG, kep. Talaud, Sulawesi Utara (04.46 126.73) 10-10-2025 09:08 WIB 0.17 m
2. BEO, Kep. Talaud, Sulawesi Utara (04.23 126.78) 10-10-2025 09:12 WIB 0.05 m
3. GANALO, Kep. Talaud, Sulawesi Utara (04.42 126.86) 10-10-2025 09:09 WIB 0.05 m
4. MELONGUANE, Kep. Talaud, Sulawesi Utara (03.99 126.67) 10-10-2025 09:06 WIB 0.11 m
5. SANGIHE, Sulawesi Utara (03.59 125.56) 10-10-2025 09:29 WIB 0.16 m
6. MOROTAI, Maluku Utara (02.38 128.66) 10-10-2025 09:46 WIB 0.10 m
7. HALMAHERA BARAT, Maluku Utara (01.67 127.58) 10-10-2025 09:42 WIB 0.05 m.
"Peringatan dini TSUNAMI yang disebabkan oleh gempa mag:7.4, tanggal: 10-Oct-25 08:44:00 WIB, dinyatakan telah berakhir," tulis BMKG lewat akun media sosial resminya.
Sementara, BMKG mencatat adanya tsunami minor di sejumlah titik di wilayah timur Indonesia. Gelombang tsunami terdeteksi di 7 lokasi stasiun pengamatan (Tsunami Gauge) milik BMKG di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara, dengan ketinggian maksimum mencapai 0,17 meter.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Destruktif Dikeluarkan
"Gempa ini dipicu aktivitas subduksi lempeng megathrust, Lempeng Laut Filipina menunjam ke bawah Lempeng Eurasia tepat di Palung Filipina ( Filipina Trench)," ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangannya.
Daryono pun menjelaskan, wilayah Timur Filipina rawan gempa bumi dan tsunami. "Wilayah timur Filipina tidak hanya rawan gempa tapi juga rawan tsunami."
Menurut Daryono, tektonik Filipina adalah sistem lempeng yang kompleks, dibentuk oleh interaksi zona subduksi Lempeng Pasifik, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Indo-Australia dengan Lempeng Laut Filipina.
Update 7 titik di timur Indonesia yang melaporkan tsunami:
1. ESSANG, kep. Talaud, Sulawesi Utara (04.46 126.73) 10-10-2025 09:08 WIB 0.17 m
2. BEO, Kep. Talaud, Sulawesi Utara (04.23 126.78) 10-10-2025 09:12 WIB 0.05 m
3. GANALO, Kep. Talaud, Sulawesi Utara (04.42 126.86) 10-10-2025 09:09 WIB 0.05 m
4. MELONGUANE, Kep. Talaud, Sulawesi Utara (03.99 126.67) 10-10-2025 09:06 WIB 0.11 m
5. SANGIHE, Sulawesi Utara (03.59 125.56) 10-10-2025 09:29 WIB 0.16 m
6. MOROTAI, Maluku Utara (02.38 128.66) 10-10-2025 09:46 WIB 0.10 m
7. HALMAHERA BARAT, Maluku Utara (01.67 127.58) 10-10-2025 09:42 WIB 0.05 m.
(zik)
Lihat Juga :