Presiden Prabowo Diminta Evaluasi Kebijakan Menteri Hanif di Puncak Bogor
Jum'at, 10 Oktober 2025 - 11:00 WIB
loading...
Ribuan pekerja di kawasan wisata Puncak, Bogor kehilangan mata pencaharian akibat penyegelan sejumlah tempat wisata oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Foto: Ist
A
A
A
BOGOR - Anggota DPR dari Fraksi Gerindra Mulyadi menyoroti kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang dinilai kontroversial setelah penyegelan sejumlah tempat wisata di Kawasan Puncak , Kabupaten Bogor. Karena itu, dia meminta Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi kebijakan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.
Kebijakan KLH menimbulkan efek domino yang berdampak langsung terhadap ribuan warga di Puncak yang menggantungkan hidupnya di sektor pariwisata.
Baca juga: Menteri LH Kabur saat Diajak Berdialog dengan Warga Puncak Bogor
Hal itu disampaikan Mulyadi saat reses di The Rizen Premier Hotel, Puncak. Mulyadi hadir untuk menyerap aspirasi masyarakat di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) V Bogor Selatan, Kamis (9/10/2025).
Mulyadi menilai kebijakan penyegelan yang dilakukan KLH tidak melalui kajian yang matang dan berdampak luas pada ekonomi masyarakat sekitar Kawasan Puncak.
“Saat ada kebijakan menyegel, secara tanda petik membabi buta dan terindikasi tanpa kajian, beliau harusnya melihat efek domino terhadap kebijakan tersebut,” kata Mulyadi.
Kebijakan tersebut menyebabkan ribuan pekerja di kawasan wisata Puncak kehilangan mata pencaharian dan berdampak pula pada pelaku usaha kecil hingga sektor pajak daerah.
“Banyak warga yang kehilangan ribuan kesempatan kerja, bahkan dihentikan kegiatan usahanya. Kemudian ada multiplier effect, UMKM. PHRI juga komplain karena omzetnya menurun. Belum lagi yang penting, PAD dari sektor pajak daerah, mungkin juga ada penerimaan negara bukan pajak di wilayah Bogor Selatan yang terhenti atau melambat,” ungkapnya.
Dia berharap Prabowo memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat di sekitar Puncak yang terdampak kebijakan tersebut. “Saya berharap Presiden mengevaluasi kebijakan Menteri Lingkungan Hidup sehingga masyarakat yang hidup notabenenya tidak jauh dari kediaman pribadi Presiden bisa mendapatkan atensi. Ini tidak bisa dibiarkan,” ujarnya.
Kebijakan KLH menimbulkan efek domino yang berdampak langsung terhadap ribuan warga di Puncak yang menggantungkan hidupnya di sektor pariwisata.
Baca juga: Menteri LH Kabur saat Diajak Berdialog dengan Warga Puncak Bogor
Hal itu disampaikan Mulyadi saat reses di The Rizen Premier Hotel, Puncak. Mulyadi hadir untuk menyerap aspirasi masyarakat di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) V Bogor Selatan, Kamis (9/10/2025).
Mulyadi menilai kebijakan penyegelan yang dilakukan KLH tidak melalui kajian yang matang dan berdampak luas pada ekonomi masyarakat sekitar Kawasan Puncak.
“Saat ada kebijakan menyegel, secara tanda petik membabi buta dan terindikasi tanpa kajian, beliau harusnya melihat efek domino terhadap kebijakan tersebut,” kata Mulyadi.
Kebijakan tersebut menyebabkan ribuan pekerja di kawasan wisata Puncak kehilangan mata pencaharian dan berdampak pula pada pelaku usaha kecil hingga sektor pajak daerah.
“Banyak warga yang kehilangan ribuan kesempatan kerja, bahkan dihentikan kegiatan usahanya. Kemudian ada multiplier effect, UMKM. PHRI juga komplain karena omzetnya menurun. Belum lagi yang penting, PAD dari sektor pajak daerah, mungkin juga ada penerimaan negara bukan pajak di wilayah Bogor Selatan yang terhenti atau melambat,” ungkapnya.
Dia berharap Prabowo memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat di sekitar Puncak yang terdampak kebijakan tersebut. “Saya berharap Presiden mengevaluasi kebijakan Menteri Lingkungan Hidup sehingga masyarakat yang hidup notabenenya tidak jauh dari kediaman pribadi Presiden bisa mendapatkan atensi. Ini tidak bisa dibiarkan,” ujarnya.
(jon)
Lihat Juga :