Dukung Pengelolaan Sampah di Yogyakarta, PGN Bantu 50 Gerobak dan Insinerator
Rabu, 08 Oktober 2025 - 22:16 WIB
loading...
Bantuan 50 gerobak sampah dan satu unit insinerator dari PGN diserahkan kepada Pemerintah Kota Yogyakarta. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyerahkan bantuan CSR sebanyak 50 gerobak sampah dan satu unit insinerator kepada Pemerintah Kota Yogyakarta, DIY. Aksi sosial ini untuk mendukung pengelolaan sampah perkotaan yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, dukungan korporasi menjadi langkah strategis dalam mempercepat upaya pemerintah memperbaiki tata kelola sampah, khususnya di tingkat warga.
Baca juga: Desa Sidakarya Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah di Kota Denpasar
“Keterlibatan perusahaan dalam urusan lingkungan adalah langkah penting. Kami menyambut baik dukungan PGN yang telah berpartisipasi aktif dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan di Kota Yogyakarta. Bantuan ini akan sangat bermanfaat untuk pemerintah dan warga dalam mempercepat pengelolaan sampah di wilayah permukiman,” kata Hasto dalam keterangannya, Rabu (8/10/2025).
Hasto mengatakan, bantuan tersebut sejalan dengan upaya Pemkot Yogyakarta dalam memperkuat program unggulan MAS JOS (Masyarakat Jogja Olah Sampah). Gerakan ini mendorong peran aktif warga dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga.
“Program MAS JOS menjadi komitmen bersama untuk memperkuat kesadaran masyarakat dalam mengurangi volume sampah dan mengelolanya secara mandiri serta berkelanjutan,” ujarnya.
Baca juga: Menteri LH: Beban TPA Sangat Berat, Sampah Harus Dikurangi dari Hulu
Diketahui, volume sampah harian di Kota Yogyakarta mencapai 300 ton per hari, di mana sekitar 60 persen atau sekitar 180 ton merupakan sampah organik yang sebagian besar berasal dari rumah tangga.
Melalui kolaborasi ini diharapkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat berjalan lebih efektif serta mengurangi beban tempat pembuangan akhir.
Direktur Utama PT Gagas Energi Indonesia (Gagas), Santiaji Gunawan, mewakili Manajemen PGN, menjelaskan pihaknya berupaya menghadirkan solusi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. Solusi itu tidak hanya melalui penyediaan energi bersih, tetapi juga lewat program-program yang mendukung keberlanjutan lingkungan.
“Kami percaya bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Melalui bantuan ini, kami berharap bisa mendorong kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri,” ungkap Santiaji.
Santiaji menjelaskan, pengumpulan sampah yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat tentu membutuhkan sarana yang memadai agar prosesnya berjalan efektif.
Karena itu, pihaknya menyalurkan bantuan berupa gerobak sampah untuk mendukung kegiatan pengumpulan di tingkat kelurahan dan komunitas warga.
Ia menambahkan, setiap gerobak sampah yang disalurkan sudah dilengkapi dengan ember sebagai wadah awal pengumpulan. Ember tersebut dapat dimanfaatkan warga untuk menampung sampah dari rumah tangga sebelum dikumpulkan ke dalam gerobak.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, dukungan korporasi menjadi langkah strategis dalam mempercepat upaya pemerintah memperbaiki tata kelola sampah, khususnya di tingkat warga.
Baca juga: Desa Sidakarya Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah di Kota Denpasar
“Keterlibatan perusahaan dalam urusan lingkungan adalah langkah penting. Kami menyambut baik dukungan PGN yang telah berpartisipasi aktif dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan di Kota Yogyakarta. Bantuan ini akan sangat bermanfaat untuk pemerintah dan warga dalam mempercepat pengelolaan sampah di wilayah permukiman,” kata Hasto dalam keterangannya, Rabu (8/10/2025).
Hasto mengatakan, bantuan tersebut sejalan dengan upaya Pemkot Yogyakarta dalam memperkuat program unggulan MAS JOS (Masyarakat Jogja Olah Sampah). Gerakan ini mendorong peran aktif warga dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga.
“Program MAS JOS menjadi komitmen bersama untuk memperkuat kesadaran masyarakat dalam mengurangi volume sampah dan mengelolanya secara mandiri serta berkelanjutan,” ujarnya.
Baca juga: Menteri LH: Beban TPA Sangat Berat, Sampah Harus Dikurangi dari Hulu
Diketahui, volume sampah harian di Kota Yogyakarta mencapai 300 ton per hari, di mana sekitar 60 persen atau sekitar 180 ton merupakan sampah organik yang sebagian besar berasal dari rumah tangga.
Melalui kolaborasi ini diharapkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat berjalan lebih efektif serta mengurangi beban tempat pembuangan akhir.
Direktur Utama PT Gagas Energi Indonesia (Gagas), Santiaji Gunawan, mewakili Manajemen PGN, menjelaskan pihaknya berupaya menghadirkan solusi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. Solusi itu tidak hanya melalui penyediaan energi bersih, tetapi juga lewat program-program yang mendukung keberlanjutan lingkungan.
“Kami percaya bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Melalui bantuan ini, kami berharap bisa mendorong kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri,” ungkap Santiaji.
Santiaji menjelaskan, pengumpulan sampah yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat tentu membutuhkan sarana yang memadai agar prosesnya berjalan efektif.
Karena itu, pihaknya menyalurkan bantuan berupa gerobak sampah untuk mendukung kegiatan pengumpulan di tingkat kelurahan dan komunitas warga.
Ia menambahkan, setiap gerobak sampah yang disalurkan sudah dilengkapi dengan ember sebagai wadah awal pengumpulan. Ember tersebut dapat dimanfaatkan warga untuk menampung sampah dari rumah tangga sebelum dikumpulkan ke dalam gerobak.
(shf)
Lihat Juga :