Reformasi Semu di PAM JAYA: Efisiensi atau Manuver Politik Menuju 2029?

Selasa, 07 Oktober 2025 - 17:54 WIB
loading...
Reformasi Semu di PAM...
Transformasi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) PAM JAYA menjadi Perseroan Daerah (Perseroda) kembali memantik perdebatan publik. Foto: Dok Sindonews
A A A
JAKARTA - Transformasi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) PAM JAYA menjadi Perseroan Daerah (Perseroda) kembali memantik perdebatan publik. Di balik narasi efisiensi dan profesionalisme yang digadang-gadang PAM JAYA muncul dugaan langkah ini lebih bernuansa politis ketimbang reformis.

Langkah Pemprov DKI Jakarta mengubah bentuk badan hukum PAM JAYA disebut sebagai bagian dari agenda modernisasi pengelolaan air. Namun, sejumlah kalangan menilai perubahan ini justru membuka celah bagi masuknya modal swasta yang dapat mengubah arah kebijakan publik menjadi arena kepentingan politik.

Baca juga: Transformasi Pelayanan Digital, PAM Jaya Inisiasi Smart Water Hackathon

Aktivis Cinta Jakarta Taufik Tope Rendusara menilai langkah ini bukan sekadar transformasi kelembagaan melainkan manuver kekuasaan yang patut diwaspadai. “Ketika kekuasaan ikut membeli saham yang dijual bukan hanya perusahaan daerah, tetapi juga kepercayaan rakyat terhadap makna kata publik itu sendiri,” ujar Taufik, Selasa (7/10/2025).

Istilah modernisasi yang sering digaungkan dalam reformasi BUMD kerap menjadi kamuflase bagi kompromi politik antara penguasa dan pemodal. “Di balik setiap janji efisiensi, selalu ada ruang gelap untuk transaksi kekuasaan,” katanya.

Reformasi Semu di PAM JAYA: Efisiensi atau Manuver Politik Menuju 2029?

Aktivis Cinta Jakarta Taufik Tope Rendusara. Foto: Ist

Pemerintahan Gubernur Pramono Anung dan wakilnya Rano Karno disebut tengah berupaya membangun citra sebagai pelopor reformasi kelembagaan daerah. Namun, sejumlah pengamat menilai langkah ini sarat kalkulasi politik menjelang Pemilu 2029.

Reputasi efisiensi di Jakarta dianggap bisa menjadi modal simbolik nasional bagi Pramono sekaligus ujian politik bagi Rano Karno yang selama ini dikenal dekat dengan rakyat kecil.

“Pelayanan publik bukan korporasi dan air bukan komoditas. Ketika urusan hidup orang banyak diukur lewat saham yang tergerus bukan hanya nilai sosial, tapi juga keadilan dan kepercayaan warga," ungkap Taufik.

Perubahan status menjadi Perseroda memang memungkinkan fleksibilitas bisnis dan masuknya investasi. Namun, para pengkritik menilai langkah ini harus diawasi ketat agar tidak berubah menjadi alat konsolidasi kekuasaan menjelang tahun politik.

“Reformasi seharusnya memulihkan kepercayaan rakyat, bukan memoles ambisi politik. Pertanyaannya sederhana yakni modernisasi ini untuk siapa, rakyat atau penguasa?" ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meyakini perubahan status PAM Jaya dari Perumda) ke Perseroda akan memberi dampak positif. Dia yakin perubahan itu akan membuat investasi ke PAM Jaya membaik.

"Perseroda itu semata-mata untuk membuat PAM Jaya lebih bisa berkembang, termasuk agar investasinya lebih baik. Tidak ada keinginan sama sekali menjadikan PAM Jaya tidak baik. Justru pasti akan menjadi lebih baik dan saya meyakini itu," ujar Pramono di Jakarta Selatan, Selasa (9/9/2025).
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
Bertemu Pramono, Ketum...
Bertemu Pramono, Ketum Rekat Indonesia Dukung Program Pemberdayaan UMKM Pemprov DKI
3 Prioritas Pramono...
3 Prioritas Pramono Anung Jelang 5 Abad Kota Jakarta
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Pelajar Tewas Tersangkut...
Pelajar Tewas Tersangkut Kabel, DPRD Desak Pemprov DKI Jakarta Tata Ulang Pengelolaan Utilitas
Pekan Raya Jakarta 2026...
Pekan Raya Jakarta 2026 Belum Humanis bagi Pengunjungnya
Sepekan Digelar, Jakarta...
Sepekan Digelar, Jakarta Fair 2026 Raih 1,5 Juta Pengunjung
Darurat Pemasangan Kabel...
Darurat Pemasangan Kabel di Area Jakarta
Rekomendasi
Polda Metro Jaya Jadwalkan...
Polda Metro Jaya Jadwalkan Periksa Awkarin Hari Ini Terkait Kasus Hanania Travel
Ketika Salah Kiblat,...
Ketika Salah Kiblat, Salatnya Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Lengkap Beserta Dalilnya
Tutup Akun Kredivo via...
Tutup Akun Kredivo via Link Sembarangan? Awas Risiko Phishing
Berita Terkini
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Manfaat MBG Dirasakan...
Manfaat MBG Dirasakan Petani dan Pedagang di Pedesaan dan Daerah 3T
Jro Bima, Memperluas...
Jro Bima, Memperluas Pengabdian untuk Bali lewat Jalur Politik
Polisi Amankan Sopir...
Polisi Amankan Sopir Truk Kecelakaan Maut di Bekasi
Kronologi Kecelakaan...
Kronologi Kecelakaan Maut Truk Rem Blong di Bekasi Timur, 1 Orang Tewas dan 5 Luka
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved